MORFOFONEMIK BAHASA ROTE DIALEK TERMANU YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDAYA: SEBUAH KAJIAN ANTROPOLOGI LINGUISTIK
Keywords:
Morfofonemik, Bahasa Rote, Dialek TermanuAbstract
Masalah pokok yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses morfofonemik dalam BRDT, (2) apa sajakah keunikan dari morfofonemik BDRT sebagai bahasa Termanu, (3) bagaimana representasi morfofonemik dengan nilai PAK dalam BDRT, dan (4) bagaimana representasi morfofonemik dengan nilai budaya yang terdapat dalam BDR. Bertolak dari rumusan masalah, maka penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengakaji gejala perubahan fonem yang terdapat dalam morfem (BRDT)dengan memanfaatkan variasi dan bahasa yang mengandung unsur afiks.Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis morfofonemik, proses morfofonemik BDRT, keunikan Morfofonemik , mengidentifikasi proses Morfofonemik yang terjadi dalamBRDT,dan perubahan fonem yang terdapat dalam morfem BRDT. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu melakukan analisis isi dan dari hasil analisis didapatkan hasil sebagai berikut: (1) Gejala perubahan fonem ke dalam beberapa proses, yaitu pemunculan fonem, pengekalan fonem, pemunculan dari pengekalan fonem, pergeseran fonem, perubahan dan pergeseran fonem, pelesapan fonem, peluluhan fonem, penyisipan fonem secara historis, pemunculan fonem berdasarkan pola bahasa asing, dan variasi fonem bahasa sumber. Berdasarkan data yang terkumpul, perubahan fonologis BRDT hanya berupa proses pemunculan fonem dan pengekalan fonem, sedangkan proses peluluhan fonem, perubahan fonem, pergeseran fonem, pelesapan fonem, penyisipan fonem secara historis, pemunculan fonem berdasarkan pola bahasa asing, dan variasi fonem bahasa sumber tidak ditemukan. Proses pengekalan fonem prefiks {da, ka-, lo-, pa-, ta-, tu-, sa-, dan su-} dan proses pemunculan fona {w dan y}. (2) Adapun keunikan morfofonemik BDRT adalah Berdasarkan data yang terkumpul, perubahan fonologis BRDT hanya berupa proses pemunculan fonem dan pengekalan fonem, sedangkan proses peluluhan fonem, perubahan fonem, pergeseran fonem, pelesapan fonem, penyisipan fonem secara historis, pemunculan fonem berdasarkan pola bahasa asing, dan variasi fonem bahasa sumber tidak ditemukan. (3) BDRT selalu digunakan pada saat ibadah bersama baik di gereja, ibadah rumah tangga, ibadah syukuran orang meninggal, ulang tahun, dan acara syukuran nikah. BDRT digunakan melalui hotbah dan lagu rohani Kristen. Pada saat pendeta berhotbah selalu menggunakan BDRT sebagai bahasa pengantar dan selingan dalam pemberitaan firman dan lagu-lagu. (4) Representasi merujuk kepada Morfofonemik dengan nilai budaya yang terdapat dalam BDRT. Nilai-nilai budaya yang ditemukan di Rote Termanu yang menjadi fokus penelitian adalah lagu, rumah adat, alat musik dan tarian daerah yang menggunakan BDRT.
References
Aan Komariah, Djam’an Satori. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Abdul. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Dahidi.
Afifuddin dan Beni Ahmad. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Alieva al, N.F. 1991. Bahasa Indonesia Deskripsi dan Teori. Yogyakarta: Kanisius
Alwi, Hasan 1998 Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Aminuddin. 1988. Morfologi: Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar
Amri dan Ermanto. (2007). Fonologi Bahasa Indonesia. Padang: UNP Press
Ba’dulu, A dan Herman. 2005. Morfem osintaksis. Jakarta: Rineka Cipta
Badudu, J.S. 1996. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Sinar
Budi Wahyudi. 2009. Morfologi. Telaah Morfem dan Kata. Surakarta: Bumi Aksara.
Bunawan, Lani & Cecilia Susila Yuwati. 2000. Penguasaan Bahasa. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Chaer, Abdul 2013. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Chaer, Abdul. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Chaer, Abdul. 1995. Pengantar Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2008. morfologi Bahasa Indonesia Jakarta.
Charlie, Lie. 1999. Bahasa Indonesia yang baik dan Gimana Jakarta: Gramedia
Dardjowidjojo. Soenjono. 1998. Kebudayaan. Depdiknas.
Fanggidae, dkk 1998: morfologi bahasa Rote. Jakarta: Pusat Pembinaan Bahasa
Finoza, Lamuddin. 2013. Komposisi Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Flores: Nusa Indah.
Hamidi. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Malang: UMM Press.
John, Lyons. 1995. Pengantar Teori Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka
Keraf, Gorys. 1996. Tata Bahasa Indonesia. Cetakan kesepuluh. Jakarta: Ikrar.
Kridalaksana, Harmuti. 2011. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja
Mulyana, Deddy. 2003. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja
Muslich, Masnur. 2009. Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara
Prastowo, Andi. 2011. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Probelmatik. Bandung: CV Yrama Widya. Pustaka Setia.Pustaka Utama
Rohmadi, dkk. 2010. Morfologi, Telaah Morfem dan Kata. Surakarta: Yuma Pustaka.
Samsuri .1994. Analisa Bahasa. Jakarta: Erlangga
Sudaryanto. 2005. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Duta wacana
Sudjianto. 2004. Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc.
Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suhardi. 2013. Pengantar Linguistik Umum. Yogyakarta: Ar-rusmedi



