PERBEDAAN SUKU BANGSA DAN SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT KELURAHAN BAKUNASE II KECAMATAN KOTA RAJA KOTA KUPANG
Keywords:
Suku bangsa, solidaritasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan tingkat keragaman suku,agama darerah asal penduduk Kelurahan Bakunase II; Pengaruh perbedaan suku terhadap tingkat solidaritas sosial masyarakat dan faktor-faktor pendorong dan penghambat solidaritas sosial masyarakat Kelurahan Bakunase II. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang dan dilaksanakan pada bulan Agustus s/d September 2019. Populasi menurut Arikunto (2013:102), adalah keseluruhan subyek penelitian. Berpijak pada pendapat di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah semua penduduk Kelurahan Bakunase II yang berjumlah 5.875 orang. Dalam penenuan sampel ini digunakan sampling “Purposive sampling†yakni menentukan sampel tidak didasarkan atas strata atau random, tetapi berdasarkan adanya tujuan tertentu yang dalam penelitian ini sampel penelitiannya berjumlah 25% dari populasi dalam penelitian ini. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah “Perbedaan Sukuâ€, untuk perlu diberikan pembatasan agar mudah menentukan indikatornya dan variable terikat dalam penelitian ini adalah solidaritas social. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan didapat Masyarakat Kelurahan Bakunase II,adalah masyarakat majemuk sama halnya dengn masyarakat lainnya di Indonesia. Kemajemukan masyarakat tidak hanya terlihat pada keragaman sukunya saja,tetapi juga pada adat kebiasaan,norma dan nilai-nilai yang dianut oleh masing-masing suku itu di samping agama yang dianut dan daerah asal, walaupun masyarakat ini adalah masyarakat majemuk (pluralis),namun solidaritas sosialnya cukup tinggi.Diantara mereka selalu terbina kerukunan hidup serta saling menolong dan membantu satu dengan yang lainnya, kerukunan hidup ini nampak dalam realitas hidup setiap hari,dimana suku-suku bangsa dengan kebudayaan yang sangat berbeda-beda ini, hidup berdampingan secara damai,tanpa mengingkari adanya gangguan-gangguan seperti perkelahian antara remaja yang berbeda suku,namun tidaklah berarti bahwa adalah perkelahian antar suku. Saling membantu di antara warga masyaarakat yang berbeda ini terlihat pada partisipasi mereka dalam peristiwa suka maupun duka.
References
Arikunto S. (2013), Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Ahmadi H. (1988), Ilmu Sosail Dasar, Jakarta: Penerbit Bina Askara
Andrian Charles F. (1992), Kehidupan Politik dan Perubahan Sosial,Penerjemah, Lukman Hakim, Jogjakarta: PT. Tiara Wacana.
Durverger Maurice, (1989). Sosiologi Politik, Jakarta: CV.Rajawali,Jakarta
Doyle Paul Johnson (1986), Teori Sosiologi Klasik dan Moderen, 1 & 2, DiIndonesiakan oleh Robert M.Z.Lawang, Jakarta: PT. Gramedia
Hadari Nawani H. (1983), Metode Penelitian Bidang Sosial, Jogjakarta: Gajah Mada Press.
Hendropuspito D. (1989), Sosiologi Sistematik, Yogyakarta: Kanisius.
Irving M.Zeitin, (1995), Memahami Kembali Sosiologi, Kritik terhadap Teori Sosiologi Kontemporer, Penerjemah: Drs. Anshori & Drs.Juhanda, Jogjakarta: Gajah Mada Univesity Press.
Koentjaraninggrat (1993), Masalah Kesukubangsaan dan Integrasi Nasional, Penyunting :Meuti F.Swasono, Penerbit Universitas Indonesia ( UI-Press).
J. Dwi Narwoko – Bagong Suyanto (ed) 2006, Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Edisi Kedua, Kencana Prenada Media Group.
Mutakin Awan (1998), Studi Masyarakat Indonesia, Jakarta: Depdibud.
Mayor Polak.J.B.A.F. (1971), Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas, Jakarta: Balai Buku Ichtiar.
Nasikun (1998), Sistem Sosial Indonesia, Jakarta: CV.Rawali.
Sutanto Astrid (1985), Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Jakarta: Bina Cipta
Soekanto Soerjono,(1987),Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi Ketiga, Jakarta: R. Rajawali Pers.
------------------------, (1986), Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: Universitas Indonesia.
Sugiyono,(2011), Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Metods), Bandung: Alfabeta,Bandung.
-------------- ( 2017), Metode Peneltian Kuantatif, Kualitatif dan R & D. Bandung Alfabeta.
Silalahi Ulber (2015), Metode Penelitian Sosial Kuantitatif, Jakarta: Refika Aditama.



