STUDI ETNOFARMAKOGNOSI TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT UNTUK MENGOBATI PENYAKIT PADA MANUSIA DI DESA TEAS KECAMATAN NOEBEBA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
Keywords:
Etnofarmakognosi, Tumbuhan Obat, Penyakit pada ManusiaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat apa saja yang digunakan masyarakat, bagian tumbuhan manakah yang dimanfaatkan sebagai obat, jenis penyakit yang diobati dengan tumbuhan obat, cara pengolahan tumbuhan obat, jenis tumbuhan obat yang banyak digunakan, jenis tumbuhan obat yang dibudidayakan dan alasan dibudidayakan tumbuhan obat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu dengan observasi langsung. Teknik penggumpulan data dengan melakukan wawancara terhadap narasumber. Tumbuhan yang berhasil ditemukan didokumentasi dan diidentifikasi. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis tumbuhan yaitu yaitu kelor (Moringa oleifera), binahong (Andredera cordifolia), mahoni (Swietenia macrophylla), kusambi (Schleichere oleosa), gala-gala merah (Sesbania grandiflora), labu siam (Sechium edule), asam (Tamarindus indica), kunyit (Curcuma domestica), inggu (Ruta angustifolia), kelapa (Cocos nucifera), kemiri (Aleurites moluccana), genoak (Acorus calamaus), pepaya (Carica papaya), sirsak (Annona muricata), srikaya (Annona squamosa), jambu biji (Psidium guajava), pohon kudo (Lannea coromandelica), sirih (Piper betle), lamtoro (Laucaena leucocephala), bayam merah (Sesbania grandiflora), labu kuning (Cucurbita moschata), kapuk (Ceiba pentandra), afrika (Vernonia amygdalina), alang-alang (Imperata cylindrical), paria hutan (Momordica charanita), bawang putih (Allium satifumi) dan bambu (Bambusa vulgaris). Bagian tumbuhan yang digunakan adalah akar (Radix), daun (Folium), batang (Lignum), buah (Fructus), bung (Flos), biji (Semen), kulit (Cortex), rimpang (Rhizoma), dan umbi (Bulbus). Jenis penyakit pada manusia yang dapat diobati yaitu asam urat, pusing, bengkak, luka, sakit pinggang, batu, kepala sakit, diare, darah rendah, darah tinggi, sakit gigi, dada sakit, luka dalam, demam, keracunan, serampah, malaria, luka lebam, hipertensi, batuk, keputihan, cacingan, bisul, muntaber, TBC kering. Cara pengolahan yang digunakan yaitu dijadikan sayur, langsung dimakan, direbus, dibakar, diseduh, dihaluskan dan diparut. Jenis tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah mahoni dan binahong dan jenis tumbuhan yang di budidayakan adalah yaitu kelor, binahong,mahoni, gala-gala merah, labu siam, kunyit, inggu, genoak, pepaya, sirsak, srikaya, sirih, bayam merah, labu kuning, afrika, paria hutan, bawang putih. Alasan tumbuhan dibudidayakan yaitu selain sebagai obat untuk mengobati penyakit pada manusia, tumbuhan tersebut juga dapat dikonsumsi oleh masyarakat sehingga dibudidayakan agar mudah ditemukan dan digunakan saat diperlukan
References
Akbulut, H. H. (2010). Studi tentang perubahan kualitas hidup terkait kesehatan pasien dengan kanker payudara stadium awal, satu tahun setelah diagnosis. 9 (1), 76-99.
Hanifah E. (2011). Google Books. (n.d.). Makalah pola hidup sehat Cara Hidup Sehat. https://play.google.com/books/reader?id=dJw2DwAAQBAJ&pg=GBS.PA1&hl=en
Istiqomah, A. (2020). Etnobotani tumbuhan obat di Desa Taman Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur. Disertasi. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Jawi, I. M. (2019). Metabolit Sekunder dan Antioksidan Sembung (Blumea balsamifera). Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Koneri, R., & Pontororing, H. H. (2016). Uji ekstrak biji mahoni (Swietenia macrophylla) Terhadap larva Aedes aegypti vektor penyakit demam berdarah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia the Indonesian Journal of Public Health,
Kolo, O. A. (2019). Asuhan keperawatan pada Ny. AS yang menderita hepatitis B di ruangan teratai RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. Disertasi. Poltekkes Kemenkes Kupang.
Leisha. A. (2017). Inventarisasi Tumbuhan Obat Di Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan Sebagai Buku Referensi Di SMA. Skripsi Program Studi Pendidikan Biologi. STKIP-PGRI Lubuklinggau.
Lestari. F & Susanti. I. (2019). Eksplorasi Proses Pengolahan Tumbuhan Obat Imunomodulator Suku Anak Dalam Bendar Bengkulu. Jurnal Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Metro.
Manao, M. (2018). Inventarisasi Tanaman Berkhasiat Obat di Desa Oebobo Kecamatan Batu Putih Kabupaten Timor Tengah Selatan. Skripsi Poltekes Kupang.
Moita, S., & Upe, A. (2018). Konstruksi Sosial Dalam Praktik Pengobatan Oleh Dukun Dan Medis: Studi Di Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah.
Mukhriani, M. (2014). Farmakognosi Analisis. Makassar: Alauddin University Press.
Neno, J. Alfredo. (2018 Agustus 22). NTT Dibagi Dalam Tiga Tipe Iklim. Diakses dari http://www.nttonlinenow.com/new-2016/2018
Parwata, I. M. O. A. (2016). Obat tradisional. Fakultas Matematika dan IPA Universitas Udayana. Bali.
Pelokang. C.Y, Roni. K, Deidy. K. (2018). Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional oleh Etnis Sangihe di Kepulauan Sangihe Bagian Selatan, Sulawesi Utara. Jurnal Bioslogos, Agustus 2018, Vol. 8 Nomor 2
Selawa. W, Max. R. J. R, Gayatri. C. (2013). Kandungan Flavonoid Dan Kapasitas Antioksidan Total Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013.
Tudjuka, K., Ningsih, S., & Toknok, B. (2014). Keanekaragaman jenis tumbuhan obat pada kawasan hutan lindung di Desa Tindoli Kecamatan Pamona Tenggara Kabupaten Poso. Jurnal Warta Rimba, 2(1).



