PERAN KELURAHAN DALAM MEMBINA PERILAKU MENYIMPANG REMAJA DI KELURAHAN FATUKBOT KECAMATAN ATAMBUA SELATAN KABUPATEN BELU

Authors

  • Fredrik Kollo Staf Pengajar pada Program Studi PPKn FKIP Undana

Keywords:

Peran Kelurahan, Membina, Perilaku Menyimpang, Remaja

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana peran Kelurahan dalam membina perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Fatukbot? Dan Bagaimana faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi Kelurahan dalam membina perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Fatukbot?. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut Untuk mendeskripsikan peran Kelurahan dalam membina remaja di Kelurahan Fatukbot dan Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi Kelurahan dalam membina perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Fatukbot. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yakni suatu analisis yang menggambarkan secara terperinci hasil-hasil yang ditemukan dilapangan berdasarkan pertanyaanpertanyaan yang telah ada. Data yang dikumpulkan baik data primer maupun data sekunder yang telah diperoleh dari lapangan kemudian di olah kedalam bentuk kalimat yang baik dan jelas sehingga mudah dipahami. Peneliti menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Lurah, Remaja dan Masyarakat. Hasil penelitian ini yaitu peran kelurahan dalam membina perilaku menyimpang remaja di Kelurahan Fatukbot yaitu Lurah fatukbot sudah menjalankan peranan dengan aktif dan langsung turun ke lapangan menghadapi para remaja serta memberikan pembinaan yang baik dan bekerja sama dengan orang tua, masyarakat dan pihak kepolisian agar dapat meminimalisir perilaku menyimpak yang terjadi di kelurahan fatukbot. Bentuk pembinaan lurah melibatkan remaja dalam pelatihan kepada para remaja, sosialisasi, organisasi Orang Muda Katolik (OMK)dan kegiatan olahraga sepak bola, kegiatan gotong royong dan berperan aktif dalam pelaksanaan pembangunan kelurahan Fatukbot. Dan melakukan peneguran dan sanksi bagi remaja yang melakukan perilaku menyimpang. Dari sepuluh remaja yang melakukan permenyimpang dan berhasil dibina yaitu enam orang.

References

Abdullah, Taufik. 1974. Pemuda Dan Perubahan Sosial. Jakarta: LP3S.

Afrianto. (2019), peran kepala des dlm membina ketentraman di desa kampung medan kecamatan kuantan Hilir kabupaten Kuantan Singingi. Universitas Islam Riau. Skripsi yang dipublikasikan.

Akhmad Pauzi1 H Achmad Djumlani, Cathas Teguh Prakoso. 2018. Peran kepala desa dalam mengatasi kenakalan remaja yang ada di Desa Paser Belengkong. eJournal Administrasi Negara yang dipublikasikan.

Amin, Suprihatini. 2009. Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Cempaka: Putih Jakarta.

Arikunto, S. 2002. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Badudu. 1985. Membina Bahasa Indonesia Baku. Bandung: Pustaka Prima.

Beratha. I Nyoman. 1981. Masyarakat Desa dan Pembangunan Desa. Ghalia

Bodgan, Robert dan Steven Taylor. 1992. Pengantar Metode Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka.

KBBI. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka. Jakarta.

Hasdar, Muhammad Ridhwan. 2019. Peranan Lurah Dalam Membina Lembaga Kemasyarakatan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW)

Di Kelurahan Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Universitas Islam Riau. Skripsi yang dipublikasikan.

Moleong, Lexy. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Moleong, Lexy. J. 2016. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Miftahus Surur. 2014. Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanan Program

Pembangunan Desa. Jombang.

Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 Tentang Kelurahan.

Downloads

Published

2023-04-01