Partisipasi Perempuan dalam Politik sebagai Upaya Mewujudkan Kesetaraan Gender: Studi Kasus di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Keywords:
Kesetaraan Gender, , Partisipasi Perempuan, , Politik.Abstract
Tujuan penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan partisipasi perempuan dalam proses politik sehingga dapat mewujukdna kesetaraan dan keadilan gender. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer yakni data hasil wawancara dengan para informan yang terlibat dalam peneltiian ini dan data sekunder yakni data hasil kajian dari artikel, buku, hasil penelitin terdahulu, dan berbagai sumber yang relevan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan ialah analisis interaktif berupa penelaahan data, penyajian data, reduksi data, penarikan kesimpulan, dan pengujian keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penenlitian ini menunujukan bahwa partisipasi perempuan dalam proses politik dapat dilakukan melalui upaya dari pemerintah dan partai politik dengan memberikan pendidikan politik, pengembangan program-program pemerintah yang pro perempuan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah guna meningkatkan keterlibatan kaum perempuan dalam proses politik sebagai bentuk dan wujud kepedulian perempuan terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.
References
Abdurrachmana, H., Majestyab, N., & Riyanti, R. (2020). Women as the victim of politics: Experiences in the 2019 legislative elections in Indonesia. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(5), 463-476. https://pdfs.semanticscholar.org/24db/1b071ed621bddcc235df3d8fe1c8eb245e5d.pdf.
Anyango, B. O., Alupo, B. A. & Opoku, M. P. (2018). Women in Politics in Kenya: an Analysis of Participation and Barriers. Multidisciplinary Journal of Gender Studies, 7(1), 1506-1530. doi: 10.17583/generos.2018.3179.
Arjani, Ni. (2008). Kesetaraan dan keadilan gender (Kkg) dan tantangan global. INPUT: Jurnal Ekonomi Dan Sosial 1(2):113–17.
Barker, C. (2003). Cultural studies: Theory and Practice. Sage.
Boro & Kale. (2020). Keterwakilan perempuan di ranah lokal: studi kasus di Kecamatan Boawae, Nusa Tenggara Timur dalam Pemilu Legislatif 2014. POLITIKA: Jurnal Ilmu Politik, Vol.11, No. 1. Hal. 116-130.
Budiarjo, M. (2003). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Elizabeth, M., Z. (2017). Perlawanan visual perempuan dalam poster. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo 1(2):147–60.
Fatmariza. (2005). Representasi perempuan dalam lembaga legislatif di Sumatra Barat pasca quota 30%.†Jurnal Demokrasi 4(1).
Hahn, C., L. (1996). Gender and political learning. Theory and Research in Social Education 24(1):8–35.
Hasyim, N. (2017). Kajian maskulinitas dan masa depan kajian gender dan pembangunan di indonesia. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo 1(1):65–78.
Hasyim, S. (2010). Perempuan dalam fiqih politik. Bandung: Mizan.
Hobiddin, M., & Rahman, F. (2013). Gurita korupsi pemerintah daerah. Kaukaba Dipantara.
Kartono, K. (2009). Pendidikan politik sebagai bagian dari pendidikan orang
dewasa. Bandung: CV. Mandar Maju
Kharisma, D. (2015). Peran pendidikan politik terhadap partisipasi politik pemilih muda. Jurnal Politico 4(2).
Kumar, Dr. P. (2017). Participation of women in politics: worldwide experience. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 22(12), PP 77-88, e-ISSN: 2279-0837, p-ISSN: 2279-0845 (2017), Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3399829.
Lovenduski, J. (2008). Politik berparas perempuan. Yogyakarta: Kanisius.
Mashuri, M. (2014). Partisipasi masyarakat sebagai upaya pembangunan demokrasi. MENARA, 13(2), 178-186. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Menara/article/view/850/810
Machmud, F. (2018). Pengarusutamaan gender (PUG) sektor pendidikan. Eklektika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Pendidikan, 1(2), 119-136. https://ojs.unm.ac.id/Eklektika/article/view/5652/3289.
Mukarom, Zaenal. 2008. “Perempuan Dan Politik: Studi Komunikasi Politik Tentang Keterwakilan Perempuan Di Legislatif.†MediaTor: Jurnal Komunikasi 9(2):257–70.
Mulia, M. & Faridah, A. (2005). Perempuan dan politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Muslimat, A. (2017). Rendahnya partisipasi wanita di bidang politik. Jurnal Studi Gender Dan Anak 3(02):17–30.
Nimmo, D. (2000). Political Communication and Public Opinion. California: Goodyear Publishing Company.
Prihatini, E. S. (2019). Islam, parties, and women's political nomination in Indonesia. Politics & Gender, 1-23. DOI: https://doi.org/10.1017/S1743923X19000321.
Predescu, M., & Darjan (2010). Promoting political participation through edult education. Procedia-Social and Behavior Sciences, 2(2), 3241-3245. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2010.0 3.495
Robert, R & Tobi, H. (2017). Republikanisme dan warga negara sebagai subjek politik: Suatu Telaah Singkat. Bandung: Marjin Kiri.
Roth dan wilson. (1980). The Comparative Study of Politic. New York: Prencite Hall Inc.
Sihite, R. (2007). Perempuan, kesetaraan, keadilan: suatu tinjauan berwawasan gender. Jakarta: Raja Grafindo.
Abdurrachmana, H., Majestyab, N., & Riyanti, R. (2020). Women as the victim of politics: Experiences in the 2019 legislative elections in Indonesia. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(5), 463-476. https://pdfs.semanticscholar.org/24db/1b071ed621bddcc235df3d8fe1c8eb245e5d.pdf.
Anyango, B. O., Alupo, B. A. & Opoku, M. P. (2018). Women in Politics in Kenya: an Analysis of Participation and Barriers. Multidisciplinary Journal of Gender Studies, 7(1), 1506-1530. doi: 10.17583/generos.2018.3179.
Arjani, Ni. (2008). Kesetaraan dan keadilan gender (Kkg) dan tantangan global. INPUT: Jurnal Ekonomi Dan Sosial 1(2):113–17.
Barker, C. (2003). Cultural studies: Theory and Practice. Sage.
Boro & Kale. (2020). Keterwakilan perempuan di ranah lokal: studi kasus di Kecamatan Boawae, Nusa Tenggara Timur dalam Pemilu Legislatif 2014. POLITIKA: Jurnal Ilmu Politik, Vol.11, No. 1. Hal. 116-130.
Budiarjo, M. (2003). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Elizabeth, M., Z. (2017). Perlawanan visual perempuan dalam poster. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo 1(2):147–60.
Fatmariza. (2005). Representasi perempuan dalam lembaga legislatif di Sumatra Barat pasca quota 30%.†Jurnal Demokrasi 4(1).
Hahn, C., L. (1996). Gender and political learning. Theory and Research in Social Education 24(1):8–35.
Hasyim, N. (2017). Kajian maskulinitas dan masa depan kajian gender dan pembangunan di indonesia. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo 1(1):65–78.
Hasyim, S. (2010). Perempuan dalam fiqih politik. Bandung: Mizan.
Hobiddin, M., & Rahman, F. (2013). Gurita korupsi pemerintah daerah. Kaukaba Dipantara.
Kartono, K. (2009). Pendidikan politik sebagai bagian dari pendidikan orang
dewasa. Bandung: CV. Mandar Maju
Kharisma, D. (2015). Peran pendidikan politik terhadap partisipasi politik pemilih muda. Jurnal Politico 4(2).
Kumar, Dr. P. (2017). Participation of women in politics: worldwide experience. IOSR Journal Of Humanities And Social Science (IOSR-JHSS), 22(12), PP 77-88, e-ISSN: 2279-0837, p-ISSN: 2279-0845 (2017), Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3399829.
Lovenduski, J. (2008). Politik berparas perempuan. Yogyakarta: Kanisius.
Mashuri, M. (2014). Partisipasi masyarakat sebagai upaya pembangunan demokrasi. MENARA, 13(2), 178-186. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Menara/article/view/850/810
Machmud, F. (2018). Pengarusutamaan gender (PUG) sektor pendidikan. Eklektika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Pendidikan, 1(2), 119-136. https://ojs.unm.ac.id/Eklektika/article/view/5652/3289.
Mukarom, Zaenal. 2008. “Perempuan Dan Politik: Studi Komunikasi Politik Tentang Keterwakilan Perempuan Di Legislatif.†MediaTor: Jurnal Komunikasi 9(2):257–70.
Mulia, M. & Faridah, A. (2005). Perempuan dan politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Muslimat, A. (2017). Rendahnya partisipasi wanita di bidang politik. Jurnal Studi Gender Dan Anak 3(02):17–30.
Nimmo, D. (2000). Political Communication and Public Opinion. California: Goodyear Publishing Company.
Prihatini, E. S. (2019). Islam, parties, and women's political nomination in Indonesia. Politics & Gender, 1-23. DOI: https://doi.org/10.1017/S1743923X19000321.
Predescu, M., & Darjan (2010). Promoting political participation through edult education. Procedia-Social and Behavior Sciences, 2(2), 3241-3245. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2010.0 3.495
Robert, R & Tobi, H. (2017). Republikanisme dan warga negara sebagai subjek politik: Suatu Telaah Singkat. Bandung: Marjin Kiri.
Roth dan wilson. (1980). The Comparative Study of Politic. New York: Prencite Hall Inc.
Sihite, R. (2007). Perempuan, kesetaraan, keadilan: suatu tinjauan berwawasan gender. Jakarta: Raja Grafindo.
Singh, M. (2019). Participation of women in Indian politics: an overview. Journal of the Gujarat Research Society, 21(14), ISSN: 0374-8588.
Slamet, P. H. (2014). Politik pendidikan Indonesia dalam abad ke-21. Cakrawala Pendidikan (3):86218.
Sobari, W. (2016). Politically equal but still underrepresented: women and local democratic politics in Indonesia. International Journal of Asia-Pacific Studies, 12(1). http://eprints.usm.my/40898/1/IJAPS-121-2016-Art.-361-92.pdf.
Susiana,S. & Cahyaningrum, D. (2010). Implementasi pasal tentang affirmative action dalam Undang-Undang nomor 10 tahun 2008 tentang pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD (studi di Provinsi Maluku Utara). Kajian 14(3), 467-478.
Tong, R. P. (1998). Feminist thought, pengantar paling komprehensif kepada arus utama pemikiran feminism. Yogyakarta: Jalasutra.
Wahyudi, V. (2018). Peran politik perempuan dalam persfektif gender. Politea: Jurnal Politik Islam 1(1):63–83.
Widyani, A. (2005). Hukum berkeadilan gender. Jakarta: Grafindo.
Wijaya, H. (2001). Perempuan dalam pusaran demokrasi. Bandung: IP-4 Lapera.
Zamroni, M. (2013). Perempuan dalam kajian komunikasi politik dan gender. Jurnal Dakwah 14(1):103–32.



