NILAI-NILAI PANCASILA DALAM BUDAYA PAHAMANG (MUSYAWARAH ADAT) PADA UPACARA ADAT KEMATIAN MASYARAKAT SUMBA TIMUR DI KECAMATAN WULLA WAIJELU KABUPATEN SUMBA TIMUR

Authors

  • Soleman Bully Dosen pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Undana

Keywords:

Nilai, Pancasila, , Pahamang

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan alasan mengapa budaya pahamang masih dipertahankan sampai sekarang, mendeskripsikan proses pelaksanaan budaya pahamang dan mengetahui wujud nilai-nilai yang terdapat dalam budaya pahamang pada upacara kematian, di Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan kualitatif. Subtansi dari pendekatan kualitatif yaitu meneliti suatu objek dengan mengumpulkan, menggambarkan dan menganalisis data dan fakta serta membut kesimpulan berdasarkan tujuan penelitian, untuk memperoleh gambaran tentang alasan budaya pahamang tetap dilaksanakan sampai saat ini, proses pelaksanaan budaya pahamang dan wujud nilai- nilai pancasila dalam budaya pahamang pada upacara adat kematian masyarakat Sumba Timur di Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten, Sumba Timur. Penelitian menunjukkan bahwa alasan Masyarakat Sumba Timur Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur masih mempertahankan budaya pahamang dalam upacara adat kematian karena merupakan budaya warisan nenek moyang/para leluhur dan sebagai bentuk ungkapan terimakasih kepada para leluhur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan. Pelaksanaan budaya pahamang dalam upacara kematian dilakukan dengan mengumpulkan semua anggota keluarga untuk bersama membahas dan mencari solusi untuk membantu keluarga dan segala sesuatu yang dibutukan keluarga pada saat upacara kematian. Proses pahamang ini dipimpin oleh Ambokul (ketua suku) untuk memberikan gambaran tentang hal- hal yang akan dibahas nanti dan mempunyai peran merangkum semua pendapat untuk disepakati bersama kemudian mengakhiri proses pahamang tersebut. Adapun nilai-nilai pancasila yang terkandung pada saat proses pelaksanaan pahamang. Wujud nilai-nilai Pancasila itu adalah nilai religus, gotong royong, saling membantu, saling menghargai dan mengormati, tanggung jawab, demokrasi dan nilai keadilan.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.Dalam penelitian ini penulis mengharapkan masyarakat untuk selalu melestarikan nilai-nilai budaya yang ada dalam pahamang pada upacara kematian

References

Daman, R. (1992). Pancasila Dasar Falsafah Negara. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Edraswara, Suwardi. (2006). Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan Jokjakarta :

PustakaWidyamata.

Fasial, Sanapiah. (2004). Meteode Penelitian Sosial. Jakarta: Rajawali pers.

Gani, Erizal. (2013). Komponen-komponen Dasar Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Pustaka Reka Cipta.

Hazairin.(1973). Demokrasi Pancasila.Jakarta : Tintamas.

Jalaluddin, M. dan Idi, P. (2011).Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bandung : Cv. Alfa

Beta.

Janggur, P. (2010). butir- butir adat manggarai. Ruteng: Yayasan Siri Bongkok. Kansil, C.S.T. (2006). Modul Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta : Pradnya Paramita.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi : Jakarta.

Lado, M. (2005).Skripsi.Penerapan Asas Musyawarah Mufakat Dalam Tata Cara Perkawinan Adat

Nagakeo Di Desa Bidoa Kecamatan Nangororo Kabupaten Ngada. UNDANA KUPANG.

Moleong, Lexy.J. (2000).Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Rohmat.(2011).Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: CV. Alfabeta.

Pabala, Poho. (2012). Upacara Kematian Orang Sumba dan Pengaruhnya terhadap Tingkat

Pendidkan Masyarakat Lamboya Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat. Tesis yang

tidak dipublikasikan.Kupang: Pendidikan Ilmu Sosial Pasca Sarjana Universitas Nusa

Cendana.

Patti, Donatus. (2000). Pengantar ilmu hukum.Kupang : Fisip Undana.

Posse Certe.(2016). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan

Amandemennya.Yogyakarta : Tim Redaksi Certe Posse.

Setiawan, Guntur. (2004). Implementasi Dalam Birokrasi Pembangunan.Bandung: Remaja

Rosdakarya Offset.

Silalahi, Ulber. (2010). Metode Penelitian Sosial. Bandung : Refika Aditama.Gatra Nusantara, Volume 17. No. 1 Edisi April 2019, ISSN 1858-289320

Soekanto, Soerjono. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Soekomo .(1973). Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta : kaninius.

Soelaeman, Munandar. (2002). Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Kencana Jakarta.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.

Usman, Nurdin. (2000). Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Jakarta: Grasindo.

Downloads

Published

2019-10-04

Issue

Section

Articles