NILAI–NILAI PANCASILA DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN (TT

Authors

  • Leonard Lobo Dosen pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Undana
  • Dorcas Langgar Dosen pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Undana

Keywords:

Budaya Masyarakat, Nilia-nilai Pancasila

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa pada saat proses Upacara Perkawinan Adat masyarakat Boti harus di pimpin oleh Pemimpin mereka dan para Tokoh Adat serta di saksikan oleh pihak pemerintahan dan masyarakat setempat dan dalam upacara Perkawinan tersebut juga dapat menimbulkan Nilai – nilai Pancasila yang sangat menonjol dan dapat di jalankan secara turun temurun melalui adat istiadat mereka yang sudah ada dan sudah ditetepkan sejak nenek moyang mereka atau lelehur mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu upaya yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara, observasi atau pengamatan,dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis yang dapat dilakukan dengan cara menjabarkan kembali data yang diperoleh dari lapangan ke dalam bentuk kalimat yang tepat dan jelas sehingga mudah dipahami. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang di teliti dan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam kebudayaan orang Boti dalam upacara adat perkawinan adalah: Sila Pertama “Ketuhanan yang maha esa†yaitu: dalam hal berdoa. Sila kedua “kemanusiaan yang adil dan beradab†yaitu: saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain, tolong-menolong. Sila keempat yaitu: “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan†yaitu: bertanggung jawab musyawarah untuk mufakat. Sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia†yaitu: tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum dan bersikap

References

Benu. (2017). (Nama Benu 48 th, Raja Boti).Mengapa Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Boti merupakan tradisi yang mengandung Nilai – nilai Pancasila. (Ricky Nomleni, Interviewer Boti TTS).

Benu. (2017). (Molo Benu 63 th, Tokoh Masyarakat). Mengapa Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Boti merupakan tradisi yang mengandung Nilai-nilai Pancasila. (Ricky Nomleni, Interviewer Boti TTS).

Halla (2013), Nilai-nilai moral tradisional dalam upacara adat perkawinan masyarakat Oemaman Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Skripsi ini tidak dipublikasikan kupang: Fkip PPKn Undana.

Hadikusuma. (1980). Hukum waris adat. Bandung: Citra Aditya Bakti. Hadikusuma, Hilman. (2003). Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia.Bandung:Mandar Maju.

Kaelan. (2000). Filsafat Pancasila pandangan hidup bangsa indonesia. Paradigma :Yogyakarta. Kaelan. (2016).Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Paradigma : Yogyakarta. Koenjaraningrat (2012), Sosiologi & Antropologi. Rineka Cipta : Jakarta.

Liunome (2016), Nilai- nilai Pancasila dalam peranan juru bicara (Amnek uab) pada upacara perkawinan adat di Desa Leonmeni Kecamatan Boking Kabupaten Timor Tengah Selatan. Skripsi ini tidak dipublikasikan kupang: Fkip PPKn Undana.

Moleong, Lexy.J. (2013), Metode Penelitian Kualiatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ngge. (2013), Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam pesta adat Kapena di Desa Topu Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende. Skripsi ini tidak dipublikasikan kupang: Fkip PPKn Undana.

Oematan (2013), Upacara adat (Sen nobif) dalam upacara perkawinan di Desa Kiubaat Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Skripsi ini tidak dipublikasikan kupang: Fkip PPKn Undana.

Samosir, Djamanat . (2013), Hukum Adat Indonesia. Bandung: Nuansa Aulia. Saragih, Djaren. (1996), Pengantar Hukum Adat Indonesia, Bandung: Tarsito.

Soekanto, Soerjono. (2012), Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sutarjo, Adisusilo,J.R. (2012). Pembelajaran nilai-karakter. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Sugiyono.(2012). Memahami Penelitian Kualitatifâ€.Bandung : Alfabeta

Syani, Abdul. (1987). Manajemen Organisasi. PT. Bina Aksara : Jakarta. Syani, Abdul. (2012). Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Sae. (2017). ( Tipe Sae 52 th, Tokoh Adat ). Mengapa Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Boti merupakan tradisi yang mengandung Nilai-nilai Pancasila. ( Ricky Nomleni, Interviewer, Boti TTS ).

Sae. (2017). (Pah Sae 45 th, Tokoh Masyarakat). Mengapa Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Boti merupakan tradisi yang mengandung Nilai-nilai Pancasila. (Ricky Nomleni, Interviewer, Boti TTS).

Toineno Linda (2013) Nilai-nilai moral tradisional dalam upacara adat perkawinan masyarakat Oemaman Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Skripsi ini tidak dipublikasikan kupang: Fkip PPKn Undana.Gatra Nusantara, Volume 17. No. 1 Edisi April 2019, ISSN 1858-289358

Tobe. (2017). (Neno Tobe 57 th, Tokoh Adat). Mengapa Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Boti merupakan tradisi yang mengandung Nilai-nilai Pancasila. (Ricky Nomleni, Interviewer, Boti TTS).

Widjaja. (2000). Penerapan Nilai- nilai Pancasila Dan HAM di Indonesia. Rineka Cipta: Jakarta.

Winarno. (2006). Paradigma baru kewarganegaraan panduan kuliah di perguruan tinggi. Bumi aksara : Jakarta.

Satyananda.“AdatBudayaSukuBotiâ€. Dalam(http://varianwisatab udayasundakecil.blogspot.c om.). (Narwoko dan Suyanto, 2004,p.55).“pengertian nilai sosialâ€.dalam (https://www.googleblogspo t.com.)

http://jurnalis-ntt.blogspot.co.id/2008/07/silkus-kehidupan-suku-boti.html. http://uditsutri06.blogspot.co.id/2015 /01/implementasi-Nilai- nilai-Pancasila-dalam.html

http://Alfinnitihardjo.ohlog.com.nilai sosial diakses pada tanggal 29 agustus 2013

https://id.m.wikipedia.org/13/10/2017/Suku-Boti.blogspot.co.id. https://fridaadwitya.wordpress.com

Rumung, John Wens. (1998). Misteri Kehidupan Suku Boti. Kupang: Yayasan Boti Indonesia. Setiadi,dkk,2006,p.31).“pengertiannilaiâ€.dalam https://www.goglebog spot.com.

Downloads

Published

2019-10-04

Issue

Section

Articles