PENERAPAN PROBLEM SOLVING DENGAN GAME POHON PENGETAHUAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI MIA 4 SMAN 6 KUPANG Marsi Bani
Keywords:
Problem Solving, Game, Pohon Pengetahuan, Aktivitas, Hasil BelajarAbstract
Pembelajaran Fisika mencakup semua materi terkait dengan objek alam yang mengajak siswa berpikir kritis membandingkan dari beberapa masalah yang sedang dan akan terjadi sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dan gagasanyang dapat memecahkan masalah tersebut. Observasi awal yang dilakukan,diketahui siswa mengalami kesulitan dalam mencapai target ketuntasan minimal sebesar =75. Selain itu, siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Keaktifan siswa di kelas menjadi salah satu faktor pendukung tercapainya hasil belajar yang maksimal. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri 2 siklus, masing-masing siklus melalui empat tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI MIA 4 SMA Negeri 6 Kupang. Data yang akan diambil meliputi: data keaktifan siswa, data hasil belajar, data kinerja guru selama KBM, data tanggapan siswa dan tanggapan guru. Metode analisis data yangdigunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus II. Persentase keaktifan siswa pada siklusI dan II berturut-turut:51,61 % dan 77,42% sedangkan persentase ketuntasan klasikal pada siklus I dan II berturut turut: 83,87% dan 93,55%. Kinerja guru selama pembelajaran sudah mencapai kriteria baik. Selain itu, siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan problem solving dengan game pohon pengetahuan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas XI MIA 4 SMA Negeri 6 Kupang. Pembelajaran dengan model ini dapat digunakan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
References
Afcariono M. 2008. Penerapan berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa pada mata pelajaran Fisika. Jurnal Pendidikan Inovatif 3 (2):65-68.
AnniCT, ARifa’i, E Purwanto & D Purnomo. 2006. Psikologi Belajar. Edisi Revisi. Semarang: Penerbit Universitas Negeri Semarang Press.
Arikunto S. 2006. Prosedur Penelitian. Edisi Revisi Keenam. Jakarta: PenerbitPT Rineka Cipta.
Darsono M, dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.
Dogru M. 2008. The applicationof problem solving method on science teacher trainee sonsolution of enviromental problems. Journal of enviromental & science education 3(1):9-18.
JamilS. 2009. 101 Games Cerdas dan Kreatif. Jakarta: Penerbit Penebar Plus+.
MudzakirA. 1997. Psikologi Pendidikan. Bandung: Penerbit PT Rineka
Cipta. Priyono A dan Djunaedi H. 2001. Petunjuk Praktis: Classroom-Based Action Research. Semarang : Proyek Perluasan dan Peningkatan Mutu SLTP Kanwil Depdiknas Propinsi JawaTengah.
Rustaman NY, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar Fisika. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Saptono S. 2003. Strategi Belajar Mengajar Fisika. Semarang: Buku Paparan Kuliah SBM UNNES
Sanjaya W. 2006. Strategi Pembelajaran Berbasis Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Penerbit Kanisius.
Setiawan I. 2008. Penerapan pengajaran kontekstual berbasis masalah untuk meningkatkan hasil belajar Fisika siswa kelasx SMA Laboratorium 2 singaraja. Jurnal penelitian dan pengembangan pendidikan UNDHIKSA 2 (1): 45-49.
Suherman E. 2009. Model Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Kompetensi Siswa. Jurnal Pendidikan.
Suparlan, dkk. 2009. PAKEM Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Bandung: Penerbit PT Genesindo.
Slameto. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta
Syah M. 2004. Psikologi Pendidikan. Bandung: Penerbit Remaja Rosdaka.
Tanrere M. 2008. Enviromental problem solving in learning chemistry for high school students. Jurnal of department of environmental engineering Sepuluh November Institute ofTechnology. 3 (1) : 47-50.



