PERAN GURU PPKn DALAM PENANAMAN NILAI KARAKTER KEJUJURAN BAGI SISWA SMP NEGERI 2 WEWEWA BARAT KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA

Authors

  • Leonard Lobo Dosen pada Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Undana

Keywords:

Penanaman nilai-nilai karakter, karakter kejujuran

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman peran guru PPKn dalam penanaman nilai karakter kejujuran bagi siswa di SMP Negeri 2 Wewewa Barat, kendala apa yang dialami dalam penanaman nilai karakter kejujuran di SMP Negeri 2 Wewewa Barat, dan bagaimana mengatasi kendala kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai karakter kejujuran di SMP Negeri 2 Wewewa Barat. Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif yakni untuk memperoleh gambaran tentang penanaman nilai karakter kejujuran melalui pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan pada siswa SMP Negeri 2 Wewewa Barat.menurut guru PPKn dan siswa, dengan menggunakan pertanyaan pertanyaan yang berkaitan agar semua data yang terkumpul sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai karakter kejujuran di SMP Negeri 2 Wewewa Barat adalah kunci terpenting untuk terciptanya karakter jujur siswa siswi dengan adanya penanaman nilai karakter jujur akan membina sikap siswa untuk berkata jujur sesuai dengan faktanya. Nilai karakter kejujuran ini merupakan syarat mutlak untuk membangun karakter jujur siswa siswi dan menjamin hubungan baik antara sesame siswa siswi dalam lingkungan sekolah. Dengan penanaman nilai karakter kejujuran pada siswa siswi tentunya guru menemui kendala atau hambatan seperti: sikap siswa tidak mau mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya, sikap acuh tak acuh, masa bodoh, dan sikap egois, dari dalam diri siswa serta rendahnya kesadaran siswa dalam menjalankan segala peraturan sekolah yang berlaku sehingga masih ada siswa siswi yang sulit diatur. Oleh karena itu guru melakukan upaya upaya agar penanaman nilai karakter kejujuran dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Upaya penanaman nilai karakter kejujuran yang dilakukan oleh guru dan siswa adalah melakukan doa rutin sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru memberikan arahan kepada siswa siswi untuk bersikap jujur terhadap sesame teman. Ketika ada siswa melakukan perbuatan yang jujur maka guru akan memberikan apresiasi atau lebih bagusnya lagi dengan memberikan siswa tersebut suatu penghargaan. Hal tersebut akan menyiratkan dalam diri siswa bahwa sikap jujur sangat penting dan akan selalu dihargai.

References

Abdul Malik (2016). Implementasi pendidikan karakter kejujuran melalui mata pelajaran Sosiologi kelas X MAN Bangil Pasuruan. Skripsi. Jurusan: Pendidikan ilmu pengetahuan sosial, Fakultas Ilmu Tarbia dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Norahim Malang.

Abdul, Malik. Diakses pada tanggal 20 september 2018 “ Implementasi Karakter Kejujuran Melalui mata pelajaran Sosiologi Kelas X Di MAN Bangil Pasuruanâ€. Skripsi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Adi Prasetio, Stanely (2011). Pluralisme dan dialog keadilan: tantangan berdemokrasi dalam Negara Republik Indonesia. Yogyakarta: Interuldei/DIAN.

Aisyah, Siti. Diakses pada tanggal 20 september 2018,Pembentukan Karakter Dalam Meningkatkan Kejujuran Berprestasi Mahasiswa, Tesis Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.http:lib.Unes.ac.id.

Amri Sotan 2013. Pengembangan dan model pembelajaran dalam kurikulum 2013.PT. Prestasi Pustakarya. Jakarta.

Amri, dkk, 2011.Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran.Jakarta . Prestasi PustakaRaya.

Anjela (16 thn).Bagaimana peran guru dalam penanaman nilai karakter kejujuran bagi Siswa SMP Negeri 2 Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Arismantoro.(2008) tinjauan berbagai Aspek Character Building.Bagaimana mendidik anak berkarakter. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Barnawi, dan Arifin, M. 2012. Strategi Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Karakter. Jogjakarta: AR-Ruzz Media.

Bogdan dan Taylor (1975), dalam J. Moleong.Lexy. 1989. Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remadja Karya.

Bulu Zed (42 thn).Upaya yang dilakukan guru dalam penanaman nilai karakter kejujuran bagi Siswa SMP Negeri 2 Wewewa Barat. Kabupaten Sumba Barat Daya

Departemen, Pendidikan Nasional, 2011. Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran PKn. Jakarta: Depdiknas Republik Indonesia.

Dewantara, Ki Hadjar. 2010. Manfaat karakteristik pendidikan bagi guru untuk mebangun peradaban bangsa. (online).(http:www.alenmarliss1 gresik diakses hari Minggu tanggal 03 Desember 2017 pukul 21.15 WIB.

Gita Yuliani. (2016). implementasi pendidikan anti korupsi pada mata pelajaran PPKn dalam mengembangkan karakter jujur, disiplin, dan tanggung jawab siswa Universitas Pendidikan Indonesia : Repository.Upi.Edu: Perpustakaan: Upi.Edu.

Gunawan, Heri. 2012,Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Harmanto, 2008.Mencari Model Pendidikan Antikorupsi Bagi Siswa SMP Dan MTs. Makalah disajikan dalam seminar Simposium Nasional Pendidikan Tahun 2008. Surabaya.

Hartati, Siti.(2018)Pembinaan karakter kegiatan kepramukaan di SMP Negeri 5 Terbanggi – besar Lampung Tengah

Hulaini Nila (2017). Implementasi pendidikan karakter jujur dalam membentuk kepribadian siswa kelas VII di SMP Negeri 19 Palembang.Skripsi tidak dierbitkan.Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Huliani.Nila (2015). Diakses pada tanggal 23 september 2017. “Implementasi karakter jujur dalam membentuk kepribadian siswa kelas VII di SMP Negeri 19 semarang†skripsi fakultas ilmu Tarbiyah Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Indrayani. 2012. Pendidikan Karakter Kerangka, Metode dan Aplikasi Untuk Pendidik dan Profesional. Jakarta: Baduose Media Jakarta.

Isna, Nurla Aunila,. 2011. Panduan Penerapan Pendidikan Karakter di Sekolah. Jogjakarta: Laksana.

Lasuardi Fajar Nurrokhmansyah (2011).Skripsi tidak diterbitkan.Universitas Negeri Semarang. Upaya mewujudkan Nilai-nilai Kejujuran Siswa melalui “Kantin Kejujuran†di SMP 7 Semarang

Martini Hindria Yuni (2010). Implementsi nilai karakter dalam pembelajaran PPKn tentang materi pemberantasan korupsi pada siswa kelas X SMK PGRI Singosari Malang Jawa Timur.Fakultas Ilmu Sosial.Universitas Negeri Malang.

Mbulu Zed (42 thn).Bagaimana peran guru dalam penanaman nilai karakter kejujuran bagi Siswa SMP Negeri 2. Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Mbulu Zed (42 thn).Kendala apa yang dialami dalam Penanaman Nilai Karakter Jujur bagi Siswa SMP Negeri 2 Wewewa Barat. Kabupaten Sumba Barat Daya.

Megawangi, Ratna. (2004). Pendidikan karakter solusi yang tepat untuk membangun Bangsa. Jakarta: Indonesia Heritage Foundation.

Megawangi,Ratna, 2011.Semua Berakar Pada Karakter. Jakarta: FEUI.http://www.vilila.com/2012/ 10/pendidikankarakter.html#ixzz1Zp7xStqx

Mu’in, Fathul. 2011. Pendidikan Karakter Konstukdi Teoretik &Praktik. Jogjakarta: AR-Ruzz Media.

Muliyasa. E. 2007. Menjadi Guru Profersional Menciftakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munir, Abdullah. 2010. Membangun Karakter Anak Sejak dari Rumah. Yogyakarta: Pedagogia.

Nono Heta (16). Strategi apa yang dilakukan oleh Bapak/Ibu guru dalam penanaman Nilai Karakter Kejujuran bagi Siswa SMP Negeri 2 Wewewa Barat.

Oemar H. Malik, Proses belajar mengajar, (Bandung : Sinar Baru Algesindo, 2002 ), Hal. 124

Permendiknas, No. 16 Tahun 2007.tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

Rohinah, M. Noor. 2011. Pendidikan Karakter Berbasia Sastra. Jogyakarta: AR-Ruzz Media.

Sahlan, Asmaun. 2012. Desain Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter. Jogjakarta: AR-Ruzz Media.

Setyowati, W.A.E, Dkk. (2014). Skrining Fitokimia dan identifikasi komponen utama ekstrak methanol kulit durian (Durio Zibetinus Murr) Varietas Petruk.Jurnal Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia VI. ISBN (979363175/0): 271-280.

Siti Aisyah, Sutama (2016). Pembentukan karakter dalam meningkatkan kejujuran berprestasi mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiah Surakarta.

Soekanto Soerjono, (1978). Kamus hukum adat, Penerbit Alunni Bandung.

Somantri, Endang. 2011. Pendidikan Karakter: Nilai Inti Bagi Upaya Pembinaan Kepribadian Bangsa. Bandung: Widya Aksara Press.

Sugiono, (2010).Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta.

Surya Brata,.Sumadi, (2011).Psikologi penidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suyamo (2002). Filsafat pancasila Semarang: IKIP Semarang Press.

Suyanto, 2010.Pedoman Pendidikan Karakter.Jakarta: Baduose Media Jakarta. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

Taufik, 2008.Pendidikan dan Gerakan Antikorupsi. (Online), (http://taufik79.wordpress.com/, diakses tanggal 5 Maret 20018).

Wahyu, 2011.Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Banjarmasin: FKIP Unlam.

Zubaedi, 2011. Desain Pendidikan Karakter : Konsepsi dan Aplikasinya Dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.

Downloads

Published

2019-10-04

Issue

Section

Articles