MAKNA RITUAL ADAT HAPO ANA (SYUKURAN BAYI LAHIR) PADA MASYARAKAT JINGITIU DI DESA PEDDARO KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA
Keywords:
Hapo Ana, Proses Ritual, Simbol-SimbolAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual adat Hapo Ana, makna yang terkandung dalam prosesi ritual adat Hapo Ana serta simbol-simbol dari proses ritual adat Hapo Ana . Penelitian ini dilaksanakan di desa Peddaro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara mendalam dengan masyarakat umum dan tokoh masyarakat adat yang berpengaruh di lingkungan desa Peddaro. Data yang diperoleh dikumpul kemudian data diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ritual adat Hapo Ana merupakan salah satu tradisi daur hidup (life cycle) yang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Peddaro. (2). Bagi masyarakat Desa Peddaro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, pelaksanaan ritual Hapo Ana dimaksudkan agar orang tua dan anak selamat, serta terhindar dari ancaman malapetaka yang mungkin akan menimpanya khususnya anak (bayi) yang baru saja lahir dan juga ketika sudah dewasa nanti anak diharapkan akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang dapat membanggakan orangtua serta keluarga. Jadi dapat disimpulkan bahwa ritual adat Hapo Ana pada masyarakat Jingitiu di Desa Peddaro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua merupakan ritual adat yang wajib dilakukan serta memiliki peran penting dan pengaruh terhadap tumbuh kembang bayi tersebut.
References
Amalliah R, 2017. Ritual Menyambut Kelahiran Anak di Desa Mabolu, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Skripsi Universitas Hassanuddin).
Aswiyati I, 2015. Makna dan Jalannya Upacara “Puputan dan Salapanan†dalam Upacara Tradisional Kelahiran Bayi bagi Masyarakat Jawa. Jurnal Holistik, Universitas Sam Ratulangi Manado
Clifford Geertz, 1973. The Interpretation of Cultures: Selected essays. New York: Basic Books
Emile Durkheim, 2011. The Elementary Forms of The Religion Life : Sejarah Bentuk-Bentuk Agama Yang Paling Dasar, Yogyakarta: IRCiSod
Endraswara, 2006. Metodelogi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gama Press
Ensiklopedi Islam, 1999. Jilid 1 Cet.3 Jakarta Ichtiar Baru Van Hoven
Imam Suprayogo, 2001. Metodologi Penelitian Sosial-Agama, Bandung: Remaja Rosda Karya
Koentjaraningrat, 1985. Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: Dian Rakyat
Koentjaraningrat, 1990. Pengantar Antropologi, Jakarta: PT. Rineka Cipta
Koentjaraningrat.(1981). Sejarah Teori Antropologi I.Jakarta: UI-Pres
________. (1990). Sejarah Teori antropologi II.Jakarta: UI-Press.
Listyani Wydianingrum, 2017. Tradisi Adat Jawa dalam Menyambut Kelahiran Bayi, (Skripi, Jurusan Sosiologi FISIP, Universitas Riau
Masganti, 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan Islam. Medan: Perdana Mulya Sarana
Moleong, J. Lexy, 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Mursal Esten, 1999. Kajian Transformasi Budaya, Bandung: Angkasa
Kana Nico L, 1983, Dunia Orang Sawu, Jakarta: Sinar Harapan
Kaho R. R, 2000, Orang Sabu dan Budayanya, Sabu: Panitia Sidang Majelis Sinode GMIT XXV di Sabu
Kaho R. R, 2005. Orang Sabu dan Budayanya, Yogyakarta: Jogja Global Media
Purba Mauly dan Pasaribu, M. Ben, 2004. Musik Populer, Medan: USU Press
Riwu, A.K. 2012. Upacara Hapo dalam Masyarakat Sabu (Suatu Studi Berteologi Kontekstual dalam Konteks GMIT di Sabu), (Undergraduaate Thesis, Duta Wacana Christian University. 2012).
Septory Simon Sw, dkk, 2004, Ritual Budaya Masyarakat Sabu, Kupang: PNRI Cab. Kupang
Silalahi Ulber, 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama
Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bnadung: Alfabeta
Situmorang Sitor, 2004. Sejarah Lembaga Sosial Politik Abad Xiii-Xs, Jakarta Selatan, Komunitas Bambu
Team Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: PN. Balai Pustaka
Yakob Y. Detaq, 1973, Memperkenalkan Kebudayaan Suku Bangsa Sawu, Ende-Flores: Nusa Indah - Percetakan Arnoldus
Y.W. Wartajaya Winangun, 1990. Masyarakat Bebas Struktur, Liminitas dan Komunitas Menurut Victor Turner, Yogyakarta: Kanisius
Zidni, 2017. Upacara Adat Kelahiran sebagai Nilai Sosial Budaya pada Masyarakat Suku Sasak, Desa Pengadangan, (Jurnal)
Artikelsiang.com/2015/08pengertian-kebudayaan-menurut-para-ahli.html



