MAKNA RITUAL ADAT HAPO ANA (SYUKURAN BAYI LAHIR) PADA MASYARAKAT JINGITIU DI DESA PEDDARO KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA

Authors

  • Petrus Ly Dosen pada Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Undana

Keywords:

Hapo Ana, Proses Ritual, Simbol-Simbol

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual adat Hapo Ana, makna yang terkandung dalam prosesi ritual adat Hapo Ana serta simbol-simbol dari proses ritual adat Hapo Ana . Penelitian ini dilaksanakan di desa Peddaro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara mendalam dengan masyarakat umum dan tokoh masyarakat adat yang berpengaruh di lingkungan desa Peddaro. Data yang diperoleh dikumpul kemudian data diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ritual adat Hapo Ana merupakan salah satu tradisi daur hidup (life cycle) yang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Peddaro. (2). Bagi masyarakat Desa Peddaro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, pelaksanaan ritual Hapo Ana dimaksudkan agar orang tua dan anak selamat, serta terhindar dari ancaman malapetaka yang mungkin akan menimpanya khususnya anak (bayi) yang baru saja lahir dan juga ketika sudah dewasa nanti anak diharapkan akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang dapat membanggakan orangtua serta keluarga. Jadi dapat disimpulkan bahwa ritual adat Hapo Ana pada masyarakat Jingitiu di Desa Peddaro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua merupakan ritual adat yang wajib dilakukan serta memiliki peran penting dan pengaruh terhadap tumbuh kembang bayi tersebut.

References

Amalliah R, 2017. Ritual Menyambut Kelahiran Anak di Desa Mabolu, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Skripsi Universitas Hassanuddin).

Aswiyati I, 2015. Makna dan Jalannya Upacara “Puputan dan Salapanan†dalam Upacara Tradisional Kelahiran Bayi bagi Masyarakat Jawa. Jurnal Holistik, Universitas Sam Ratulangi Manado

Clifford Geertz, 1973. The Interpretation of Cultures: Selected essays. New York: Basic Books

Emile Durkheim, 2011. The Elementary Forms of The Religion Life : Sejarah Bentuk-Bentuk Agama Yang Paling Dasar, Yogyakarta: IRCiSod

Endraswara, 2006. Metodelogi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gama Press

Ensiklopedi Islam, 1999. Jilid 1 Cet.3 Jakarta Ichtiar Baru Van Hoven

Imam Suprayogo, 2001. Metodologi Penelitian Sosial-Agama, Bandung: Remaja Rosda Karya

Koentjaraningrat, 1985. Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: Dian Rakyat

Koentjaraningrat, 1990. Pengantar Antropologi, Jakarta: PT. Rineka Cipta

Koentjaraningrat.(1981). Sejarah Teori Antropologi I.Jakarta: UI-Pres

________. (1990). Sejarah Teori antropologi II.Jakarta: UI-Press.

Listyani Wydianingrum, 2017. Tradisi Adat Jawa dalam Menyambut Kelahiran Bayi, (Skripi, Jurusan Sosiologi FISIP, Universitas Riau

Masganti, 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan Islam. Medan: Perdana Mulya Sarana

Moleong, J. Lexy, 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Mursal Esten, 1999. Kajian Transformasi Budaya, Bandung: Angkasa

Kana Nico L, 1983, Dunia Orang Sawu, Jakarta: Sinar Harapan

Kaho R. R, 2000, Orang Sabu dan Budayanya, Sabu: Panitia Sidang Majelis Sinode GMIT XXV di Sabu

Kaho R. R, 2005. Orang Sabu dan Budayanya, Yogyakarta: Jogja Global Media

Purba Mauly dan Pasaribu, M. Ben, 2004. Musik Populer, Medan: USU Press

Riwu, A.K. 2012. Upacara Hapo dalam Masyarakat Sabu (Suatu Studi Berteologi Kontekstual dalam Konteks GMIT di Sabu), (Undergraduaate Thesis, Duta Wacana Christian University. 2012).

Septory Simon Sw, dkk, 2004, Ritual Budaya Masyarakat Sabu, Kupang: PNRI Cab. Kupang

Silalahi Ulber, 2010. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama

Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bnadung: Alfabeta

Situmorang Sitor, 2004. Sejarah Lembaga Sosial Politik Abad Xiii-Xs, Jakarta Selatan, Komunitas Bambu

Team Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: PN. Balai Pustaka

Yakob Y. Detaq, 1973, Memperkenalkan Kebudayaan Suku Bangsa Sawu, Ende-Flores: Nusa Indah - Percetakan Arnoldus

Y.W. Wartajaya Winangun, 1990. Masyarakat Bebas Struktur, Liminitas dan Komunitas Menurut Victor Turner, Yogyakarta: Kanisius

Zidni, 2017. Upacara Adat Kelahiran sebagai Nilai Sosial Budaya pada Masyarakat Suku Sasak, Desa Pengadangan, (Jurnal)

Artikelsiang.com/2015/08pengertian-kebudayaan-menurut-para-ahli.html

Downloads

Published

2019-10-12

Issue

Section

Articles