KAJIAN TENTANG NILAI-NILAI PANCASILA YANG TERKANDUNG DALAM PERKAWINAN ADAT SABU DI DESA TANAJAWA, KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA

Authors

  • Petrus Ly Universitas Nusa Cendana Kupang

Keywords:

Nilai Pancasila, Perkawinan Adat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikantahapan perkawinan adat Sabudi Desa Tanajawa, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, dan mendeskripsikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tahapan perkawinan adat Sabudi Desa Tanajawa, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanajawa Kecamatan hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua dengan menggunakan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dekriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Proses atau tahap pelaksanaan perkawinan adat Sabu di Desa Tanajawa Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua terdiri dari beberapa tahapan yaitu: tahap persiapan, Tahap maho ami (masuk minta), Tahap rukenana toi li atau tu li, Tahap tahap rukenana ae, Tahap banga ammu, Tahap hegutu ka’du, Tahap tapika takepai, dan Tahap lale la. Wujud nilai-nilai Pancasila dalam proses atau tahapan perkawinan adat Sabu di Desa Tanajawa Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua yaitu nilai menyatakan kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, nilai menghargai dan menghormati, nilai mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika, tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, musyawarah untuk mencapai mufakat yang diliputi oleh semangat kekeluargaan, dengan iktikad baik dan rasa tanggungjawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah, memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan, mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan, mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan terhadap hak dan kewajiban, dan nilai menghormati hak orang lain.

Keywords

Nilai Pancasila, Perkawinan Adat.

References

Alberto Manu, Dedi. 2019. Makna Simbolik Tardisi Puah Manus (Sirih Pinang) Dalam Upacara Perkawinan Adat Atoin Meto Di Desa Mnela’anen Kecamatan Amanuban Timur Kebuapten Timor Tengah Selatan. Kupang: PPKn FKIP Undana Kupang.

Angelina Abineno, Sarah. 2018. Makna Simbolik Belis Dalam Tata Cara Adat Perkawinan Timor Di Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Kupang: PPKn FKIP Undan Kupang

Darmadi, Hamid. 2012. Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: CV. Alfabeta.

Emzir. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisis Data. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Hamba Ndima, Arison T. (2019).Makna Barang Bawaan Dalam Tata Cara Belis (Keulu Tau) Dalam Tradisi Adat Perkawinan Di Desa Yubuwai Kecamatan Kahaungu Eti Kabupeten Sumba Timur. Kupang: PPKn FKIP Undana Kupang

Kana, Nico. L. 1983. Dunia Orang Sawu. Jakarta: Sinar Harapan.

Kaho, Robert Riwu. 2005. Orang Sabu Dan Budayanya. Yogyakarta: Global Media

Moleong, Lexy. J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Rohmat. 2011. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: CV. Alfabeta.

Salamah, Umi, dkk. 2015. Pendidikan Pancasila. Malang: Madani Media.

Sander Malo, Arianto. 2019.Makna Ungakapan Adat Dalam Upacara Deke Mawinne (perkawinan adat) Pada Masyarakat Desa Watu Kawula Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumab Barat Daya. Kupang: PPKn FKIP Undana Kupang.

Silalahi, Ulber. 2010. Metode Penelitian sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sina, Serlina. 2017. Tata Cara, Makna Simbolik Dan Filisofi Belis Dalam Perkawinan Adat Masyarakat Di Desa Embu Ngena Kecamatan Ende Kabupaten Ende. Kupang: PPKn FKIP Undana Kupang.

Soelaeman, Munandar. 2000. Ilmu Budaya Dasar. Bandung: PT.Refika Aditama.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV. Alfabeta.

Suryana, Effendy& Kaswan. 2015. Pancasila dan Ketahanan Jati Diri Bangsa. Bandung: PT. Refika Aditama.

Downloads

Published

2020-10-15

Issue

Section

Articles