TANAMAN HIAS PEKARANGAN SEBAGAI OBAT TRADISIONAL

Authors

  • Sri Sumiyati Staf Pengajar pada Program Studi Biologi FKIP Undana

Keywords:

Tanaman Hias, Obat Tradisional

Abstract

Penelitian tentang Tanaman Hias Pekarangan berkhasiat obat di Airnona telah dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2021. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman hias perkarangan yang dimanfaatkan, bagian yang dimanfaatkan sebagai obat, dan jenis-jenis penyakit yang dapat diobati oleh tanaman hias. Penelitian menggunakan metode orientasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis tumbuhan hias berkhasiat obat terdiri dari 25 familia dan 25 spesies. Bagian tanaman hias yang memiliki khasiat obat berupa daun, akar, batang, kulit, bunga, gel / getah. Persentasi bagian tanaman hias yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat paling tinggi pada bagian daun sebesar (92% ), bagian bunga 28%, bagian akar 20%, bagian getah 8%, sedangkan persentase terendah pada bagian kulit dan batang sebesar 4%.

References

Anonim (2019). Tanaman Obat Warisan Tradisi Nusantara Untuk Kesehatan Rakyat. Kementrian Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor.

Azzamy. 2016. 250 Jenis Tanaman Obat Lengkap dengan Manfaat dan Khasiat. (Http:mitalom.com/author/Azzmy). Diakses 05 Juni 2021.

Ardiana,Rizka. 2016. Manfaat bunga kamboja untuk kesehatan. http//www.aryanto.id/artikel/id/473/manfaat-bunga-kamboja-untuk kesehatan84

Hamzari. (2008). Identifikasi Tanaman Obat-Obatan yang dimanfaatkan Oleh Masyarakat Sekitar Hutan Tabo-Tabo. Vol 3 (2), 111-234

Hembing, W. M. 2000. Ensiklopedia Millenium Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia. Jilid I. Jakarta : Prestasi Insan Indonesia

Isnandar, W. 2008. 1001 Kumpulan Ramuan Obat Tradisional Indonesia. Mojokerto : Dayang Sumbi

Kusumawati IW dan Yogeswara IBA. 2016. Kapasitas antioksidan dan antibakteri loloh sembung (Blumea balsamifera) berdasarkan metode ekstraksi. Trad. Med. Jurnal, Vol 21 (3): 143-148

Kartika, T. 2018. Pemanfaatan Tanaman Hias Pekarangan Berkhasiat Obat di Kecamatan Tanjung Batu. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Volume 15 No. 1 Juni 2018. DOI 10.31851/sainmatika.v15i1.1782

Noorhidayah & Sidiyasa, K. 2006. Konservasi Ulin (Eusideroxylon zwageriTeijsm & Binn.) dan Pemanfaatannya sebagai Tumbuhan Obat. Info Hutan III (2).

Mursito, B. & H. 2011. Tanaman Hias Berkhasiat Obat. Penebar Swadaya.Jakarta

Muhlisah, F. 2007. Tanaman Obat Keluarga. Penerbit Swadaya. Jakarta.

Purwanto, N. B. 2016. Obat Herbal Andalan Keluarga. Yogyakarta: Flash Books

Riani. 2009. Tanaman Hias. Bogor. IPB Press.

Rokhman, F. 2007. Aktivitas Antibakteri Filtrat Bunga Teleng (Clitoria ternatea L.) Terhadap Bakteri Penyebab Konjungtivitas. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Setyowati, W.A.E, dkk. (2014), Skrining Fitokimia dan Identifikasi Komponen Utama Ekstrak Metanol Kulit Durian (Durian zibethinus Murr) Varietas Petruk. Jurnal Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia VI. ISBN (97936375).

Subagja, H. P. 2013. Kitab Ramuan Tradisional dan Herbal Nusantara. Yogyakarta: Laksana.

Uma B, Prabhakar K, Rajendran S. 2009. Phytochemical analysis and antimicrobial activity of clitorea ternatea linn against extended spectrum beta lactamase producing enteric and urinary pathogens. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research. 2(4): 94-96.

Widyastuti, T. 2018. Tehnologi Budidaya Tanaman Hias Agrobisnis. CV Mine. Yogyakarta

Wardiah, dkk. 2013. Etnobotani Medis Masyarakat Kemukiman Pulo Breuh Selatan Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten AcehBesar. Vol 3 (1), 1-50

Downloads

Published

2021-10-01