KAJIAN TENTANG TRADISI KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP TETU UIS NENO SEBAGAI MEDIA PERSEMBAHAN PADA MASYARAKAT BIBOKI DI TIMOR KECAMATAN BIBOKI SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

Authors

  • Leonard Lobo Staf Pengajar pada Program Studi PPKn FKIP Undana

Keywords:

Tradisi, Kepercayaan, Tetu

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui tradisi kerpercayaan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno (mezbah/tempat persembahan) yang masih dipertahankan hingga saat ini  pada masyarakat biboki di desa adat tamkesi. (2) untuk mengetahui  nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi upacara Tetu Uis Neno (mezbah/tempat persebahan) pada masyarakat biboki di timor kecamatan biboki selatan kabupaten timor tengah utara. (3) untuk mengetahui  perkembangan pelaksanaan tradisi masyarakat terhadap Tetu Uis Neno (mezbah/tempat persembahan) pada masyarakat Biboki di Timor. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yaitu upaya yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik wawancara,observasi atau pengamatan, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis yang dilakukan dengan cara menjabarkan kembali data yang diperoleh dari lapangan ke dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah dipahami. Subjek penelitian ini adalah masyarakat yang diteliti, dan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan, Tokoh adat. Penentuan informan ini didasarkan pada faktor usia, status sosial, pengalaman dan pengetahuan terhadap permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian yang di temukan oleh peneliti  menyimpulkan  bahwa tradisi kepercayaan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno (mezbah/tempat persembahan)  merupakan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang diwarisi oleh leluhur sejak dahulu kala secara turun temurun sehingga masyarakat Biboki di Timor percaya bahwa tempat itulah yang menghubungkan manusia dengan Tuhan serta Alam gaib. oleh karena itu  Nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi kepercayaan terhadap Tetu Uis Neno (mezbah/tempat) yaitu mengembangkan sikap saling hormat-menghormati antara penganut kepercayaan, mengembangkan sikap saling mencintai sesama, memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan suku, menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan bersama, mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotongroyong. Perkembangan pada pelaksanaan tradisi masyarkat terhadap Tetu Uis Neno yaitu didasari oleh adanya keyakinan dan kepercayaan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno

References

Alfiyan.(1989).Kebudayaan Lokal Indonesia. Jakarta : Kanisius.

Dhavamony, Mariasusai. (1995). Fenomenologi Agama. Yogyakarta : Kanisius

Nanang, hanafiah (2009). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama

Fox J James. (1986). Bahasa, Sastra dan Sejarah. Jakarta: Djambatan

Hudijono, (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Bahan ajar yang tidak dipublikasi. Kupang : PPKn FKIP Undana

Johnson, Doyle paul. (1990). Teori Sosiologi Klasik Dan Modern Yang Di Indonesiakan Oleh Robert MZ Lawang. Jakarta : Gramedia pustaka utama

Kaelan H, (2008). Pendidikan Pancasila. Paradigma : Yogyakarta

Kansil,C.S.T. (2006). Modul Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Pradnya Paramita.

Koentjaraningrat, (2007) .Sejarah Teori Antropologi II, Jakarta :Universitas Indonesia.

Koentjaraningrat. (1985). Kebudayaan Mentalitas dan pembangunan. Jakarta : PT Gramedia.

Kunigunda, Emerinsiana, (1995). Kehidupan Kepercayaan Tradisional Masyarakat Desa Umauta Kecamatan Bola Kabupaten Dati II Sikka. Kupang : pendidikan Sejarah Fkip Undana.skripsi yang tidak di publikasikan

Kingly, Davis (1960). Perubahan Sosial. Yogyakarta:Tiara Wacana

Mariaene, Irene. (2014). Kearifan Lokal Pengelolaan Hutan Adat.PT RajaGrafindo Persada:Jakarta.

Mardimini, J.(1994). Transformasi Budaya Menuju Masyarakat Indonesia. Jakarta : Kanisius.

Moeliono. (1988). Cakrawala bahasa indonesia. Jakarta : Gramedia

Ngantak Diaz Ermelinda Kartina, (2003). Kajian Nilai Religius Tuturan Ritual Dalam Upacara Penti pada Masyarakat Sano Nggoang

Kabupaten Manggarai. Kupang : pendidikan bahasa dan sastra Fkip Undana. Skripsi yang tidak di publikasikan

Nguju Leki Rambu Arini, (2013). Nilai-Nilai Budaya Dalam Upacara Adat Purung Ta Kadonga Ratu Masyarakat Desa Makatakeri Kecamatan Katikutana Kabupaten Sumba Tengah. Kuapang : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Skripsi Yang Tidak Di Publikasikan. PPKn FKIP Undana

Peursen, Van. C.A, (1998). Strategi Kebudayaan. Yogyakarta : Kanisius.

Rohani, Ahmad.(1997). Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta

Ranjabar, Jacobus, (2014). Sistem Sosial Budaya Indonesia Suatu Pengantar. Alfabeta-Bandung

Sanbein, Munda, (2014).Tetu Uis Neno:Dolmen Persembahan Pada Masyarakat Biboki Di Timor Kabupaten TTU. Kupang : pendidikan sejarah Fkip Undana. Skripsi yang tidak di publikasikan. Kupang: Pendidikan Sejarah.

Sadiman, (2006). Media Pembelajaran Jakarta: PT raja grafindo

Sawu Tefa Andreas (2004). Di Bawah Naungan Gunung Mutis. Ende: Nusa Indah

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sithi, (2011). Pendidikan pancasila kewarganegaraan. Bandung: C.v Alfa Beta

Silalahi, Ulber. (2010). Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama

Seojadi. (1999). Pancasila dalam kehidupan sehari hari.http//pancasila.weebly.com/penerapan-sila dalam kehidupan.hmtl 24-09-2016:12:32

Spradley, James. (2006). Metode Etnografi. Yogyakarta : Tiara Wacana

Sugiyono, (2010). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung : Alfabet

Syani, Abdul. (1992). Sosiologi Skematika, Teori dan Terapan. Bumi Aksara : Jakarta

Sztompka, P. (1993). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarata : Prenada

Un Usfinit Alexander (1986). Kumpulan Karangan Mengenai Masyarakat Pulau Roti.Jakarta: Djambatan

Van Peursen, 1995. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius

Downloads

Published

2021-10-01