Pengaruh pemberian silase campuran rumput kume (Shorgum plumosum var.Timorense) dan daun markisa hutan (Passiflora foetida) ) dengan proporsi yang berbeda terhadap konsumsi dan kecernaan kambing kacang
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i4.162Keywords:
Passiflora foetida, kume grass, silage, intake, digestibilityAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silase campuran rumput kume dan daun markisa hutan (passiflora foetida) dengan proporsi yang berbeda terhadap konsumsi dan kecernaan pakan kambing kacang yang diberi pakan ad libitum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin ( RBSL ) dengan empat perlakuan pemberian campuran silase rumput kume dan daun markisa hutan serta empat periode pengambilan data sebagai ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah M0 : 100 % silase Rumput Kume, M20 : Rumput Kume 80% + Markisa Hutan 20 %, M40 : Rumput Kume 60% + Markisa Hutan 40 %, M60 : Rumput Kume 40 % + Markisa Hutan 60 %. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of variance ( ANOVA ).Parameter yang diukur adalah konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik,kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, konsumsi bahan kering dan bahan organiktercerna, dan Total DigestibleNutrient ( TDN ). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian silase campuran rumput kume dan daun markisa hutandalam proporsi yang berbeda tidak berpengaruh nyata ( P>0,05) terhadap konsumsibahan kering dan bahan organik, kecernaan bahan kering dan bahan organik, Konsumsi bahan kering dan bahan organik tercerna serta nilai TDN ransum. Disimpulkan bahwa pemberian silase campuran rumput kume dan daun markisa hutan dengan proporsi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi dan kecernaan pakan kambing kacang.
Â
 Kata kunci : markisa hutan, rumput kume, silase, konsumsi, kecernaan.
Â
The aim of this studywas to evaluate the feeding diferent levels of silage compsed of kume grass (Shorgum plumosum var.Timorense), Passiflora foetida on intake and nutrient digestibility of kacang goat. The trial used a 4x4 Latin Square design procedure. The 4 treatments applied were: M0 : 100 %Â kume grass, M20 :kume grass 80% + passiflora foetida 20%, M40 : kume grass 60% + passiflora foetida 40%, M60 : kume grass 40% + passiflora foetida60%. Data were subjected to Analysis of Variance (ANOVA). Variables evaluated were dry intkae, organic matter intake, dry matter digestibility and organic matter digestibility, and Total Digestible Nutrient ( TDN ) intake and digestibility. Statistcal analysis shows that the effect of is not significant (P>0,05) on dry and organic matter intake, dry and organic matter digestibility, intake of digestibledry matter and organic matter and Total Digestible Nutrient ( TDN ). The conclusion is that, the feeding diferent levels of silage compsed of kume grass (Shorgum plumosum var.Timorense), Passiflora foetida performs the similar results in feed intake and nutrient digestibility of Kacang goats.
Â
Keywords : Passiflora foetida, kume grass, silage, intake, digestibility.
References
AICPA, SAS No. 99. 2002. Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit, AICPA. New York.
Anggorodi, R.1995. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gadjah Mada UniversityPress.Yogyakarta.
Ali, U. 2008. Pengaruh penggunaan onggok dan isi rumen sapi dalam pakan komplit terhadap penampilan kambing peranakan etawah. Majalah Ilmiah Peternakan : Vol. 9 (3) hlm 15.
AOAC. 1990. Methods of Analysis of The Association of Official Agricultural Chemists. Association of Official Agricultural Chemists. Washington D.C.
Aryanto, B. Suwignyo, dan Panjono. 2013. Efek Pengurangan dan Pemenuhan Kembali Jumlah Pakan Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Bahan Pakan Pada Kambing Kacang dan Peranakan Etawah. Buletin Peternakan 37 (1): 12-18, Februari 2013.
Bamualim, A., 1988. Prinsip-prinsip dalam pemberian makanan ternak sapi dalam Prinsip dan Metode Penelitian. Kumpulan Materi Kursus Sub Balai Penelitian Ternak Lili, Kupang.
Boorman, K. N. 1980. Dietary Contraints on Nitrogen Retention dalam : P. J. Buttery dan D. B. Lindsay (editor). Protein Deposition in Animals. 1st Ed. Butterworths, London.
Carvalho, F.K. de L., R.M.T. de Medeiros., J.A.S. de Araujo and F. Riet-Correa. Experimental poosoning by Passiflora foetida (Passifloraceae) in goats. Pesquita Vet. Bras. Vol. 31 (6): 477-481.
Dixon, R.M. and A.R. Egan. 1987. Strategies for utilizing fibrous crop as animal feeds; Paper presented to the 7th AAFARR Workshop. Chiang Mai, Thailand.
Doyle, P.T., J.K. Egan and A.J. Thalen. 1984. Intake, digestion and nitorgen and sulfur retention in Angora goats and Merino sheep fed herbage diets. Aust. J. Exp. Agric. Anim. Husb. 24: 165-169.
El Hag, G.A. 1976. A comparative study between desert goat and sheep efficiency of feed utilization. World Rev. Anim. Prod. 12: 43-48.
Haryanto, B. dan Andi Djajanegara, 1993. Pemenuhan Kebutuhan zat-zat pakan ruminansia kecil, dala produksi kambing dan domba di Indonesia, editor: Monica W., dkk, solo : sebelas Maret University Press.
Junjungan Sianipar, Rantan Krisnan, Kiston Simanihuruk dan Leo P. Batubara. Evaluasi Tiga Jenis Limbah Pertanian Sebagai Pakan Kambing Potong. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2006.
Jelantik I.G.N. 2001 Improving Bali Cattle ( Biboa Benteng Wagner) Production Through Protein Supplementation Disertasi. Department of Animal Science and Animal Health, The Royal Veterinary and Agricultur University, Denmark.
Kamal, M., 1994. Nutrisi Ternak I. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Kearl, L.C. 1982. Nutrition Requirement of Ruminant in Developing Countries. Utah State University Logah. USA.
Kiston Simanhuruk.2006. Pengaruh Taraf Kulit Buah Markisa (Passiflora edulis Sims f. edulis Deg) sebagai Campuran Pakan Kambing Kacang: I. Konsumsi, Kecernaan dan Retensi Nitrogen . 2 Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
Mathius, I. W., M. Rangkuti dan A. Djajanegara. 1981. Daya Konsumsi dan Daya Cerna Gliricidia (G. Maculate HB dan K) .Bogor.
Minson, D.J. 1990. Forage in Ruminant Nutrition. Academic Press, New York.
Natsir, A. dan S. Hasan. 1996. Pemanfaatan kulit buah markisa kering (Passiflora edulis Sims) sebagai ransum basal dengan suplementasi urea molases blok untuk ternak kambing betina yang sedang tumbuh. Bul Ilmu Peternakan dan Perikanan 4: 79-88.
Newton, J.E. and R.J. Orr. 1981. The intake of silage and grazed herbage by Masham Ews with single or twin lambs and its repeatibility during pregnancy, lactation and after weaning. Anim. Prod. 33: 121-127.
Odewo S. A., A.O. Agbaja., K. A. Olaifa., A.P. Ojo, and S.A. Ogundana. 2014. Proximate and spectroscopic analysis of Passiflora foetida L. IJSTR. 3 (9): 353-356.
Olivares-Perez, J., F. Aviles-Nova., S. Rojas-Hernandez., B. Albarran-Portillo, and O.A. Castelan-Ortega. 2011. Identification, uses and measurement of fodders legumes trees in South farmers of the states of Mexico. Tropical and Subtropical Agroecosystems. 14: 739-748.
Pinta M, Ginting. 2000. Pengaruh Penambahan Daun Widuri Padapakan Basal Rumput Kume Terhadap Pertambahan Bobot Badan Kambing Jantan Lokal. Fakultas Peternakan. Universitas Nusa Cendana. Kupang.
Rasyaf, M. 1997. Bahan Makanan Unggas di Indonesia. Penerbit Kanisius Yogyakarta.
Riwu Kaho, L.M.1993. Studi Tentang Rotasi Merumput Pada Biom Sabana Timor Barat.Telah pada Sabana Binel TTS. Thesis Pascasarjana (S2)IPB, Bogor.
Riwu Kaho, L. M. 1993. Studi tentang pergiliran merumput pada biom savana. Suatu telaah pada savana Binel Timor barat. Thesis, IPB, Bogor.
Simanihuruk, K., K.G. Wiryawan dan S.P. Ginting. 2006. Pengaruh taraf kulit buah markisa (Passiflora edulis Sims f. edulis Deg) sebagai campuran pakan kambing kacang: I. Konsumsi, kecernaan dan retensi nitrogen. JITV Vol. 11 (2): 97-105.
Simbaya, J.I. 2002. Potential of fodder tree/shrubs legumes as a feed resource for dry season supplementation of smallholder ruminant animals. In: Development and Field Evaluation of Animal Feed Supplementation Packages. Proc. of The Final Review Meeting of An IAEA Technical Cooperation Regional Africa Project Organized by The Joint FAO/IAEA Division of Nuclear Techniques in Food and Agriculture Held in Cairo, Egypt. 25-29 Nov. 2000. pp. 69-76.
Siregar, S.B. 1994. Ransum Ternak Ruminansia. Penebar Swadaya, Jakarta.
Soeparno. 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Soewardi, B. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. I. Departemen Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Sudarman, A., M. Hayashida, , I.R. Puspitaning, A. Jayanegara dan H. Shiwachi. 2016. The Use of Cassava Leaf Silage as a Substitute for Concentrate Feed in Sheep. Trop Anim Health Prod. 48(7): 09-12.
Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi I. Departemen Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Tangdilintin, F.K., M. Rusdy, B.R.R. Mahi, Budiman Das. Rasyid. 1994. Pemanfaatan Kulit Buah Markisa (Passiflora edulis Sims) sebagai Pakan Pengganti Hijauan untuk Ruminansia Kecil. UniversitaHasanuddin. Ujung Pandang.
Tilman AD., H. Hartadi., S. Reksohadiprodjo., S. Prawirokusumah& S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. UGM Press. Yogyakarta (ID).
Tomaszewska, W., I. M Mashka, A. Djajanegara, S. Gardiner dan T. P. Wiradaya. 1993. Produksi Kambing dan Domba di Indonesia. Sebelas Maret University Press. Surakarta.
Yuningsih, 2007. Kasus Keracunan pada Hewan di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 26(4): 153-159.
Zain, M. 1999. Pengaruh Taraf Bungkil Biji Kapok Dalam Ransum Kambing Perah Laktasi Terhadap Kecernaan dan Karakteristik Kondisi Rumen. Jurnal peternakan dan lingkungan.










