Suplementasi Tepung Daun Asam Terhadap Konsumsi , Kecernaan Kalsium Fosfor Ternak Babi Landrace Fase Grower
Supplementation of Tamarind Leaf Flour on Consumption, Digestibility of Calcium Phosphorus in Landrace Pig Grower Phase
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i2.1049Keywords:
Pig, Tamarind leaves, Digestibilit, Calcium, PhosphorusAbstract
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor yang diberi suplementasi tepung daun asam (Tamarindus indica L.) dalam ransum. Ternak yang dipakai dalam penelitian ini sebanyak  12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace fase grower dengan umur 2-4 bulan dan berat badan awal ternak 35,5-64 kg dan rata-rata (KV= 23,65%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah R0: ransum basal tanpa tepung daun asam (kontrol),  R1: ransum basal + tepung daun asam 2,5% R2: ransum basal + tepung daun asam 5%,  R3: ransum basal + tepung daun asam 7,5%. Variabel yang diteliti yaitu konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor. Hasil analisis anova menyatakan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah suplementasi tepung daun asam sebanyak 2,5%; 5%; dan 7,5% dalam ransum basal tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi, kecernaan, kalsium dan fosfor.
Kata kunci: Babi, Daun asam, Fosfor , Kalsium, Kecernaan
ABSTRACT
The purpose of this study was to determine the consumption and digestibility of calcium and phosphorus supplemented with tamarind leaf flour (Tamarindus indica L.) in the diet. The livestock used in this study were 12 castration landrace crossbreed pigs in the grower phase with an age of 2-4 months and an initial body weight of 35.5-64 kg and an average (KV = 23.65%). This study used a Randomized Block Design (RAK) with 4 treatments and 3 replications. The treatments tested were R0: basal ration without tamarind leaf meal (control), R1: basal ration + tamarind leaf meal 2.5% R2: basal ration + 5% tamarind meal, R3: basal ration + 7.5 tamarind meal %. The variables studied were the consumption and digestibility of calcium and phosphorus. The results of the ANOVA analysis stated that the treatment had no significant effect (P>0.05) on the consumption and digestibility of calcium and phosphorus. The conclusion of this research is the supplementation of tamarind leaf flour as much as 2.5%; 5%; and 7.5% in basal ration had no significant effect on consumption, digestibility, calcium and phosphorus.
Â
References
Ardana, Ida Bagus Komang, and Dewa Ketut Harya Putra. 2008. Ternak Babi Manajemen Reproduksi, Produksi Dan Penyakit. Bali: Udayana University Perss.
Aritonang, D. 1993. Babi: Perencanaan Dan Pengelolaan Usaha. Jakarta: Penebar Swadaya.
Bawole, D.A.C., C.A. Rahasia, and C.J. Pontoh. 2021. “Pengaruh Penggantian Sebagian Ransum Dengan Tepung Daun Dan Batang Ubi Jalar Terhadap Kecernaan Kalsium Dan Fosfor Pada Ternak Babi.†Zootec 41 (1): 141–46.
Dewi, Sri Hartati Candra, and J Setiohadi. 2010. “Pemanfaatan Tepung Pupa Ulat Sutrera (Bombyx Mori) Untuk Pakan Puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica) Jantan.†Jurnal AgriSains 1 (1): 1–6.
Fakhrurrazi, Fakhrurrazi, Rachmi Fanani Hakim, and Cut Nyak Keumala. 2016. “Pengaruh Daun Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans.†Journal of Syiah Kuala Dentistry Society 1 (1): 29–34.
Gaspersz, Vincent. 1991. Metode Perancangan Percobaan. Bandung: Armico.
Munim Abdul, Hanani Endang, and Rahmadiah Rahmadiah. 2009. “Karakterisasi Ekstrak Etanolik Daun Asam Jawa (Tamarindus Indica L.).†Majalah Ilmu Kefarmasian 6 (1): 38–44.
National Research Council. 1998. Nutrient Requirements of Swine. Washington, DC (USA) National Academy Press.
Parakkasi, A. 1994. Ilmu Nutrisi Dan Makanan Ternak. Bogor: Fakultas Peternakan IPB Bogor.
Prawitasari, Rahayuningtyas Harum, Vitus Dwi Yunianto Budi Ismadi, and Ismari Estiningdriati. 2012. “Kecernaan Protein Kasar Dan Serat Kasar Serta LajuDIGESTA Pada Ayam Arab Yang Diberi Ransum Dengan Berbagai Level Azolla
Microphylla.†Animal Agriculture Journal 1 (1).
Rama Rao, S.V., M.V.L.N. Raju, M.R. Reddy, and P. Pavani. 2006. “Interaction between Dietary Calcium and Non-Phytate Phosphorus Levels on Growth, Bone Mineralization and Mineral Excretion in Commercial Broilers.†Animal Feed Science and Technology 131 (1–2): 135–50.
Sihombing, D.T.H. 2010. Ilmu Ternak Babi. Yokyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sinaga, Sauland, and Sri Martini. 2011. “Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Babi Terhadap Pertumbuhan Dan Konversi Ransum.†Jurnal Ilmu Ternak 1 (10): 45–51.
Sumadi, I Ketut. 2017. Ilmu Nutrisi Ternak Babi. Denpasar: E-book Universitas Udayana Fapet.
Tantalo, Syahrio. 2009. “Perbandingan Performans Dua Strain Broiler Yang Mengonsumsi Air Kunyit.†Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan 12 (3).
Tillman, Allen D., H Hartadi, S Reksohadiprodjo, S Prawirokusumo, and S Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Jakarta: Gadjah Mada University Press,.
W, Wawan Mochammad Ichwan. 2003. Membuat Pakan Ras Pedaging. Tanggerang: AgroMedia Pustaka.
Whittemore, Colin T. 1996. Pig Production. the Scientific and Practical Principles. New York. Longman. 1996.
Zogara, Daud Edwin Umbu, Tagu Dodu, Ni Nengah Suryani, and Johanys Ly. 2020. “Pengaruh Penggunaan Tepung Daging Buah Lontar (Borassus Flabellifa) Dalam Ransum Terhadap Calcium Dan Fosfor Pada Babi Peranakan Landrace Fase Grower.†Jurnal Peternakan Lahhan Kering 2 (1).










