Pemberian Pakan Komplite Berbasis Silase Batang Pisang dengan Level yang Berbeda Terhadap Kinerja Produksi Sapi Bali Penggemukan

Complete Feeding Based on Banana Stem Silage with Different Levels on Production Performance of Fattening Bali Cattle

Authors

  • Ruben Ndara Kaka Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Johny Nada Kihe Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • M. S Abdullah Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i2.1050

Keywords:

production performance, complete feed, banana stem silage, bali cattle

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja produksi sapi bali pengemukan yang diberi pakan komplit berbasis silase batang pisang dengan level berbeda. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi bali jantan penggemukan dengan kisaran berat badan 80,5-97 kg dengan rataan 89,4 kg KV = 10,07 %. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuannya di dalam penelitian ini yaitu R0: silase batang pisang 80% + konsentrat 20%, R1: silase batang pisang 70% + konsentrat 30%, R2: silase batang pisang 60% + konsentrat 40% dan R3: silase batang pisang 50% + konsentrat 50%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan berat badan harian sapi bali penggemukan dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai konversi ransum dan efisiensi ransum. Kesimpuan pemberian pakan komplit berbasis silase batang pisang 50% dan konsentrat 50% menghasilkan pertambahan bobot badan harian sebesar 0,47 kg/e/h.

Kata kunci: kinerja produksi, pakan komplit, silase batang pisang, sapi Bali

 

This study aims to determine the production performance of fattening bali cattle fed complete feed based on banana stem silage with different levels. The livestock used in this study were 12 fattening male bali cattle with a body weight range of 80.5-97 kg with an average of 89.4 kg KV = 10.07%. The research method used is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study were R0: banana stem silage 80% + concentrate 20%, R1: banana stem silage 70% + concentrate 30%, R2: banana stem silage 60% + concentrate 40% and R3: banana stem silage 50% + 50% concentrate. The results of statistical analysis showed that the treatment had a significant (P<0.05) effect on daily weight gain of fattening bali cattle and an insignificant (P>0.05) effect on the ration conversion value and ration efficiency. The conclusion of giving complete feed based on 50% banana stem silage and 50% concentrate resulted in daily body weight gain of 0.47 kg/e/h.

 

Author Biographies

Ruben Ndara Kaka, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Johny Nada Kihe, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

M. S Abdullah, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Asrul. A. (2017a). Analisis Efisiensi Pakan Konsentrat yang disubtitusi Tongkol Jagung. Skripsi, 25. http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/9136

Asrul, A. (2017b). Analisis Efisiensi Pakan Konsentrat yang disubtitusi Tongkol Jagung (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar).

Fattah, S. (2016). Manajemen Ternak Potong. Undana press.

IR Zulkarnaen, I. R. (2018). Pengaruh rasio karbon dan nitrogen (C/N ratio) pada kotoran sapi terhadap produksi biogas dari proses anaerob (Doctoral dissertation, Universitas Mataram).

Irman. D. (2012). Pertumbuhan Pedet Sapi Bali Lepas Sapih yang Diberi Rumput Lapangan dan Disuplementasi Daun Turi. Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman, 2(2), 55–60.

Lesso. Y. A., Rosnah,. U. S., & Maranatha,. G. (2019). Kinerja Produksi Sapi Bali Penggemukan Yang Mengkonsumsi Konsentrat Mengandung Tepung bonggol Pisang Terfermentasi dengan Pakan Basal Pola Peternak (Production Performance Bali Cattle fattened with Containing fermented banana corm Cocentrates into farmers. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(4), 589–601.

Martawidjaja. M..(1998). Pengaruh taraf pemberian konsentrat terhadap keragaman kambing kacang betina sapihan. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 4(2), 93–99.

Martawidjaya. M., Tiesnamurti, B., Handiwirawan, M., & Inounu Bogor (Indonesia)), I. (Balai P. T. (1999). Studi fisiologis domba lokal dan persilangan dengan Moulton Charollais dan ST. Croix pada umur muda. PUSLITBANGNAK.

Nurhayu. A., Sariubang,. M.,, & Nasrullah, E. A. (2011). Respon pemberian pakan lokal terhadap produktivitas, sapi Bali dara di Kabupaten Bantaeng. Sulawesi Selatan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor.

Nurwahida J,. Tolleng AL,. H. M. (2016). Pengaruh pemberian pakan konsentrat dan urea molasses blok (UMB) terhadap pertambahan berat badan sapi potong. Teknosains. 10(1): 103-110.

Purnomoadi, A., Nanda, D., & Nuswantara,. L. (2014). Penampilan produksi sapi bali yang diberi pakan dengan berbagai level pelepah sawit. Agromedia, 32(2), 54–63. http://jurnalkampus.stipfarming.ac.id/index.php/am/article/view/94

Purwadi, P.. (2017). Pengaruh Pembedaan Kualitas Konsentrat pada Tampilan Ukuran-Ukuran Tubuh dan Kosumsi Pakan Pedet FH Betina Lepas Sapih.Tropical Animal Science, 1(1), 1–5.

Riyanto. J., Widyawati. S. D., Pramono. A., Lutojo, L., & Riyanti, R. (2017). Penampilan Produksi Penggemukan Feedlot Sapi Persilangan Simental-Ongole Jantan Diberi Ransum Menir Kedelai-Minyak Ikan Lemuru Terproteksi. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan, 15(1), 22–28.

Santosa, U. (1995). Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Cetakan I. Penebar Swadaya, Jakarta.

Siregar, S. B. (1994). Ransum ternak ruminansia. Penebar Swadaya. Jakarta, 16.

Siri, S., Tabioka, S., and Tasaki, I. (1992). Effect of dietary fiber on growth performance, development of intestinal organs, and energy utilization, and lipid content of growing chicks. J. Poult. Sci, 20, 106–113.

Sobang, Y. U. L. (2005). Karakteristik sistem penggemukan sapi pola gaduhan menurut zona agroklimat dan dampaknya terhadap pendapatan petani di Kabupaten Kupang NTT. Bulletin Nutrisi, 8(2), 71–76.

Tarmidi. A., R. (2004). Pengaruh pemberian ransum yang mengandung ampas tebu hasil biokonversi oleh jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap performans domba Priangan. JITV, 9(3), 157–163.

Tillman, A. D., Hartadi, H., & Soedomo, R. (2005). Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Widyawati. SD., Kartikasari, LR., M. S. (2004). Pengaruh substitusi bungkil kedelai dengan tepung daun lamtoro terhadap performa produksi burung puyuh. Skripsi. Jurusan produksi Ternak Universitas Sebelas Maret.

Wina, E. (2001). Banana plant as ruminant feed. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences, 11(1), 20–27.

Yusuf, M. (2018).Konsumsi, Pertambahan Berat Badan Harian, Konversi dan Efisiensi Pakan Sapi Bali Jantan Muda Yang Diberi Pakan Lamtoro dan Campuran Lamtoro dan Gamal. Universitas Mataram.

Zulbardi, M., Karto, A. A., Kusnadi, U., & Thalib, A. (2001). Pemanfaatan jerami padi bagi usaha pemeliharaan sapi Peranakan Onggole di daerah irigasi tanaman padi. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 17–18.

Downloads

Published

2022-06-15

Issue

Section

Articles