Tampilan Reproduksi Sapi Bali pada Pola Pemeliharaan Ekstensif Tradisional di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang

Balinese Cattle Reproduction Display on the Pattern of Traditional Extensive Breeding in Sulamu District, Kupang Regency

Authors

  • Daniel K Tulle Universitas Nusa Cendana
  • Yohanis Umbu Laiya Sobang Universitas Nusa Cendana
  • Johny Nada Kihe Universitas Nusa Cendana
  • Upik Syamsiar Rosnah Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v6i1.1067

Keywords:

bali cows, reproduction display, traditional extensive

Abstract

The purpose of this study was to determine the reproductive appearance of Bali cattle in traditional extensive
rearing patterns in Sulamu District, Kupang Regency. The material used is the mother of Bali cattle owned
by farmers in Sulamu District. This study uses a survey method, the determination of the sample is taken
29% of the total villages in Sulamu District, and the determination of farmers - breeders is done purposively.
The variables measured were age at first giving birth, calving interval, percentage of pregnancy, percentage
of births, percentage of death, and assessing body condition scores. The results of statistical analysis show
that there is a difference in average (t count > t table), while the percentage of pregnancy there is no
difference in average (t count < t table). The results showed the reproductive appearance of Bali cattle, with
the following results: Age of first calving in Pantai Beringin Village 3.13 ± 0.32 years, Pitay Village 4 ± 0.26
years, calving interval in Pantai Beringin Village 12.45 ± 0.67 months , Pitay Village 15.98 ± 2.74 months,
the percentage of pregnancy in Pantai Beringin Village 94% ± 0.85, Pitay Village 83% ± 0.14, the percentage
of births in Pantai Beringin Village 78% ± 0.17, Pitay Village 67% ± 0.13, the mortality percentage in Pantai
Beringin Village is 11% ± 0.15, Pitay Village 27% ± 0.21, and the assessment of body condition score
(SKT/BCS) in Pantai Beringin Village is 3.25 ± 0.55 and Pitay 2 Village, 65 ± 0.49. It was concluded that the
reproductive performance of Bali cattle in the traditional extensive rearing system in Sulamu District,
Kupang Regency was still said to be quite good.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tampilan reproduksi sapi Bali pada pola pemeliharaan
ekstensif tradisional di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Materi yang digunakan adalah induk sapi
Bali milik peternak di Kecamatan Sulamu. Penelitian ini menggunakan metode survey, penentuan sampelnya
diambil 29% dari jumlah desa di Kecamatan Sulamu, dan penentuan petani – peternak dilakukan secara
purposive. Variabel yang diukur adalah umur pertama beranak, calving interval, presentase kebuntingan,
presentase kelahiran, presentase kematian, dan menilai skor kondisi tubuh. Hasil analisis statistik
menunjukkan, terdapat perbedaan rata – rata (t hitung > t tabel), sedangkan presentase kebuntingan tidak
terdapat perbedaan rata – rata (t hitung< t tabel). Hasil penelitian menunjukkan tampilan reproduksi sapi Bali,
dengan hasil sebagai berikut: Umur pertama beranak Desa Pantai Beringin 3,13 ± 0,32 tahun, Desa Pitay 4 ±
0,26 tahun, calving interval Desa Pantai Beringin 12,45 ± 0,67 bulan, Desa Pitay 15,98 ± 2,74 bulan,
presentase kebuntingan Desa Pantai Beringin 94% ± 0,85, Desa Pitay 83% ± 0,14, presentase kelahiran Desa
Pantai Beringin 78% ± 0,17, Desa Pitay 67% ± 0,13, presentase kematian Desa Pantai Beringin 11% ± 0,15,
Desa Pitay 27% ± 0,21, dan penilaian skor kondisi tubuh (SKT/BCS) Desa Pantai Beringin 3,25 ± 0,55 dan
Desa Pitay 2,65 ± 0,49. Disimpulkan bahwa tampilan reproduksi sapi Bali pada system pemeliharaan
ekstensif tradisional di Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang masih dikatakan cukup baik.

 

Author Biographies

Daniel K Tulle, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Yohanis Umbu Laiya Sobang, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Johny Nada Kihe, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Upik Syamsiar Rosnah, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Badan Pusat Statistik (BPS). 2018. Populasi Ternak Besar Menurut Kabupaten/Kota.

Ball, P.J.H., dan A.R. Peters. 2004. Reproduction in Cattle, 3rd Edition To purchase this product, please visit https://www.wiley.com/en-us/9781405115452 Reproduction.

BPS. 2020. Kecamatan Sulamu Dalam Angka.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kupang 2020. Jln. Timor Raya Km.36, Oelamasi.Website: www.kupang.bps.go.id.

Branion., H.D. 1963. Reproduction in Farm Animals. Poultry Science 42 (2): 553–54. https://doi.org/10.3382/ps.0420553.

Budi, Setia. 2017. “Jurnal AGRIFO • Vol. 2 • No. 2 November 2017†2 (2): 56–61. https://ojs.unimal.ac.id/index.php/agrifo/article /view/369/304.

Dr. Vladimir, Vega Falcon. 1967. “Jurnal Sain Veteriner.†Gastronomía ecuatoriana y turismo local. 1 (69): 5–24.

Duguma, Belay, Yisehak Kechero, dan G. P.J. Janssens. 2012. “Productive and reproductive performance of Zebu X Holstein-Friesian crossbred dairy cows in Jimma town, Oromia, Ethiopia.†Global Veterinaria 8 (1): 67–72.

Galuh, RKP, IN Ardika, dan R Artiningsih. 2020. “Pengaruh perbedaan pejantan sebagai sumber semen terhadap performans reprduksi sapi Bali di Sentra Pembibitan Sapi Bali Sobangan.†Journal of Tropical Animal Science 2 (2): 262–73.

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/80a62e1b18443e312ea393947017b283.pdf.

Gunawan, A., R. Sari, Y. Parwoto, dan M. J. Uddin. 2011. “Non genetic factors effect on reproductive performance and preweaning mortality from artificially and naturally bred in Bali cattle.†Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture 36 (2): 83–90. https://doi.org/10.14710/jitaa.36.2.83-90.

Hoesni, F. 2017. “Pengaruh Keberhasilan Inseminasi Buatan (Ib) Antara Sapi Bali Dara Dengan Sapi Bali Yang Pernah Beranak Di Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari.†Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 15 (4): 20–27.

Inseminasi Buatan di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Iswoyo dan Priyantini Widiyaningrum, Hasil, Kata Kunci, dan Sapi

Psm. 2008. “Performans Reproduksi Sapi Peranakan Simmental (Psm) Performance Reproduction of Simmental Crossed Cow (Psm) Result of Artificial Insemination on District of Sukoharjo Central Java Province.†Performans Reproduksi Sapi Peranakan Simmental (Psm) Hasil Inseminasi Buatan di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah XI (3): 125–33.

Jamalludin, Jamalludin, Chezy WM. Vermila, Andi Alatas, dan Meli Sasmi. 2020. “Analisis Tingkat Efisiensi Pengunaan Faktor Produksi Agroindustri Kerupuk Ubi Kayu Di Desa Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi.†JAS (Jurnal Agri Sains) 4 (1): 13. https://doi.org/10.36355/jas.v4i1.357.

Jan, Rahma, I Putu Sudrana, Lalu Muhammad Kasip, Laboratorium Genetika, Fakultas Peternakan, dan Universitas Mataram. 2015. “Pengamatan Sifat-sifat yang Mempunyai Nilai Ekonomi Tinggi pada Sapi Bali di Kota Mataram (Observation on the Traits with High Economic Value on Bali Cattle in Mataram City )†1 (1): 3–9.

Jelantik, I Gusti Ngurah, Yoakim H. Manggol, Gemini E. M. Malelak, Imanuel Benu, Johanis Jeremias, dan Cardial L.O. Leo-Penu. 2019. “Penerapan Teknologi suplementasi untuk menekan angka kematian pedet dan meningkatkan produktivitas Sapi Bali di Desa Oefafi Kabupaten Kupang.†Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Fapet Undana 4 (1): 1–20.

https://doi.org/10.35726/jpmp.v4i1.257.

Jeremias, J, dan A Tabun. 2015. “Growth and Rumen Environment of Pre-weaning Bali Calves Offered Different Forage-Based Calf Supplements,†348–52.

Karel Yohanis Samberi, Nono Ngadiyono, Sumadi. 2010. “Estimasi dinamika populasi dan produktivitas sapi bali di kabupaten kepulauan yapen, propinsi papua†34 (3): 169–77.

Keenan, C. P., dan A Blackshaw. 1997. “Aciar Proceedings.†Mud Crab Aquaculture and Biology, 1–216.

Meta, Arkidius. 2018. “Analisis Tingkat Mortalitas Sapi Bali pada Pemeliharaan Tradisional di Kecamatan Nanaet Dubesi Kabupaten Belu.†Jas 3 (3): 43–46. https://doi.org/10.32938/ja.v3i3.538.

Mudita, I M. 2017. “Peternakan Tropika. Journal of Tropical Animal Science email: peternakantropika_ejournal@yahoo.com

email: jurnaltropika@unud.ac.id,†181–88.

Mullik, Marthen, dan I Gusti Jelantik. 2009. “Strategi Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Pada Sistem Pemeliharaan Ekstensif Di Daerah Lahan Kering: Pengalaman Nusa Tenggara Timur.†Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan Dalam

Sistem Peternakan Rakyat. Fapet Universitas Nusa Cendana, 1–15.

Pian, Alfonthodus I., Tarsisius C Tophianong, dan Cyntia D. Gaina. 2019. “Tersedia daring pada: http://ejurnal.undana.ac.id/.†Jurnal Veteriner Nusantara. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana, Kupang 3 (2):

–75.

Priyanto, Dwi. 2017. “Strategi Pengembalian Wilayah Nusa Tenggara Timur sebagai Sumber Ternak Sapi Potong.†Jurnal

Penelitian dan Pengembangan Pertanian 35 (4): 167. https://doi.org/10.21082/jp3.v35n4.2016.p167-178.

Rauf, A, R Priyanto, dan Panca Dewi Mhks. 2015. “Produktivitas Sapi Bali pada SistemPenggembalaan di Kabupaten

Bombana.†Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan 3 (2): 100–105.

Rustan, Edhy, dan Subhan Subhan. 2018. “Komunikasi Verbal Anak Pesisir Usia 7-8 Tahun Pada Transaksi Penjualan Produk Kebudayaan Dengan Turis Mancanegara.†JPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini 12 (1): 12–28. https://doi.org/10.21009//jpud.121.02.

SKT Kementrian Pertanian. 2010. “Penetapan rumpun sapi Bali,†6–9.

Sugiono, P.D. 2014. “Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif.pdf.†Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.

Sukartana, P, R Rushelia, dan I M Sulastiningsih. 2002. “ACIAR Proceedings.†Aciar Proceedings, 43.

http://aciar.gov.au/system/files/node/325/chapter2.pdf.

Sumadi, N. Ngadiyono dan E. Sulastri. 2007. “Estimasi Output Sapi Potong Di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah ( The Estimation of Beef Cattle Output in Sukoharjo Central Java),†324–32.

Surahman. 2018. “Produksi Biomassa Dan Identifikasi Jenis Hijauan Pada Padang Penggembalaan Alam Di Desa Tarumpakkae Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan.†Core.Ac.Uk. https://core.ac.uk/download/pdf/89563448.pdf.

Taek, Theofila S R, Ulrikus R Lole, Arnoldus Keban, Fakultas Peternakan, dan Universitas Nusa Cendana. 2021. “Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong ( Feasibility Analysis Of Beef Cattle Business Jenis dan Sumber Data Jenis data yang dibutuhkan adalah data primer dan sekunder . Data primer diperoleh melalui pengamatan dan wawancara langsung terhadap peternak.†Jurnal Nukleus Peternakan (Juni 2021) Volume 8, No. 1:14- 22 8 (1): 14–22.

Talib, Chalid. 2002. “Sapi Bali di Daerah Sumber Bibit dan Peluang Pengembangannya.†Wartazoa 12 (3): 100–107.

Tonbesi, Trimeldus Tulak, Nono Ngadiyono, dan Sumadi Sumadi. 2012. “The Potency Estimation and Performance of Bali Cattle in Timor Tengah Utara Regency, East Nusa Tenggara Province.†Buletin Peternakan 33 (1): 30

Downloads

Published

2024-03-20

Issue

Section

Articles