Pengaruh Substitusi Tepung Jagung dengan Batang Pisang Terfermentasi terhadap Konsumsi, Kecernaan Protein dan Energi pada Ternak Babi Duroc Fase Grower
Effect of Corn Flour Substitution with Banana Stem Fermentation on Consumption, Protein Digestability and Energy in Duroc Grower Pig
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v6i1.1077Keywords:
pig, banana stem fermentation, intake, digestibility, Protein, energyAbstract
The purpose of research is to test the influence of corn flour substitution with fermented banana rods
against consumption and digestion of protein, consumption and digestion of energy in pig cattle duroc
phase grower. The material used is 12 pigtails duroc phase grower that has a starting weight of 45-55
kg with an average of 51.25 kg (KV=7,02%). This research uses a complete random design (RAL)
with 4 treatments and 3 repeats. The treatment used is P0: the bed without the mixture of fermented
banana stem, P1: the ration contains 5% fermented banana rod, P2: the ration contains 10% of
fermented banana stems and P3: the ration contains 15% of fermented banana stems. The measured
variable is the consumption and digestion of protein and energy. Analysis results show the influence of
corn flour substitution with fermented banana stems of 5, 10 and 15 intangible effects (P>0,05) against
protein ingestion, energy consumption and energy ingestion, and real effect (P<0,05) against protein
consumption. It is concluded that the substitution of corn flour with fermented banana stems up to 15%
level increases protein consumption but up to 15% level increases protein consumption and lowers
rational consumption, protein ingestion, energy consumption and energy in pigs doruc phase grower.
Tujuan penelitian adalah untuk menguji pengaruh substitusi tepung jagung dengan batang pisang
terfermentasi terhadap konsumsi dan kecernaan protein, konsumsi dan kecernaan energi pada ternak
babi duroc fase grower. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi duroc fase grower yang
memiliki berat badan awal 45-55 kg dengan rataan 51,25 kg (KV=7,02%). Penelitian ini menggunakan
rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah
P0: ransum tanpa campuran batang pisang terfermentasi, P1: ransum mengandung 5% batang pisang
terfermentasi, P2: ransum mengandung 10% batang pisang terfermentasi dan P3: ransum mengandung
15% batang pisang terfermentasi. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan protein dan
energi. Hasil analisis menunjukkan pengaruh substitusi tepung jagung dengan batang pisang
terfermentasi sebanyak 5, 10 dan 15 berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein,
konsumsi energy dan kecernaan energi, dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein.
Disimpulkan bahwa substitusi tepung jagung dengan batang pisang terfermentasi hingga level 15%
meningkatkan konsumsi protein namun hingga level 15% meningkatkan konsumsi protein dan
menurunkan konsumsi ransum, kecernaan protein, konsumsi energy dan kecernaan energy pada ternak
babi doruc fase grower.
Â
References
Church, D. C. 1984. "Factors affecting feed consumption". In: D. C. "Church livestock feed and feeding". Durhan and Downey. Inc. Londo.Pp: 136-139 .
Derouchey, J., Goodband, B., Tokach, M., Drits, S., & Nelssen, J. (2009). "Digestive. system of the pig: anatomy and function". North Am. Vet. Commum. Conf. Pp 375-376
Dethan, D., Suryani, N. N., & Theedens, J. F. (2019). "Efek penggunaan tepung kulit pisang terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi kecernaan serat kasar dan protein pada babi peranakan landrace". "Jurnal Peternakan Lahan Kering", 1(2), 143–148.
Gaspersz, V. (1991). "Metode Perancangan Percobaan". Armino Bandung.Pp: 1-427.
Gultom, S. M., Supratman, R. H., & Abun. (2012). "Pengaruh imbangan energi dan protein ransum terhadap bobot karkas dan bobot lemak abdominal ayam broiler umur 3-5 minggu". "Students E-Journal", 1(1), 1–5.
Ichwan. (2003). "Membuat Pakan Ras Pedaging". Argo Media Pustaka. Tangerang. Hal.10-15
Koroh, V., Ly, J., & Sembiring, S. (2019). "Pengaruh penggunaan berbagi jenis konsentrat dalam pakan berbasis pollard
terhadap konsumsi dan kecernaan protein dan energi ternak babi fase starter-grower". "Jurnal Peternakan Lahan Kering", 1(4), 518–529.
Kusnadi, H., Sidadolog, J. H. P., (Zuprizal), Z., & Wardono, H. P. (2014). "Pengaruh tingkat protein dengan imbangan energi yang sama terhadap pertumbuhan ayam leher gundul dan normal sampai umur 10 minggu". "Buletin Peternakan", 38(3), 163. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v3 8i3.5252
Ly J , Sjofjan O, Djunaidi IH , & Suyadi S. (2017). "Effect of supplementing saccharomyces cerevisiae into low quality
local-based feeds on performance and nutrient digestibility of late starter local pigs". "Journal of Agricultural Science and
Technology" A, 7(5), 345–349. https://doi.org/10.17265/2161- 6256/2017.05.006
Mehangtana, S. U., Sutedjo, H., & Suryani, N. N. (2018). "Pengaruh penggantian dedak padi dengan tepung bonggol pisang terfermentasi terhadap konsumsi dan kecernaan protein dan energi ternak babi". "Jurnal Nukleus Peternakan", 5(2), 134–140.
Moi, M. G. (2019). "Pengaruh penggunaan berbagai jenis konsentrat dalam pakan berbasis pollard terhadap konsumsi dan kecernaan protein kasar dan energi ternak babi". Fakultas Peternakan. Universitas Nusa Cendana Kupang.
Muhammad, E. V., & Pello, W. Y. (2016). "Tingkat adopsi teknologi fermentasi batang pisang sebagai pakan ternak babi di
kelompok tani syalom di kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja Kota Kupang". "Jurnal MIPA FST Undana", 20(1), 109–115.
Nation Research Countil. (1998). "Nutrien requirement of swine". 10th ed: "National academy Press".Washingtong, D.C. Pp 1- 212.
Parakkasi, A. (1990). "Ilmu gizi dan makanan ternak monogastrik". Penerbit Angkasa. Bandung. Pp: 510-515
Patience, J. F., Rossoni-Serão, M. C., & Gutiérrez, N. A. (2015). "A review of feed efficiency in swine: Biology and application". "Journal of Animal Science and Biotechnology", 6(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s40104-015-0031-2
Poluan, W. R., Montong, P. R. R. ., Paath, J. F., & Rawung, V. R. . (2017). " Pertambahan berat badan, jumlah konsumsi dan efisiensi penggunaan pakan babi fase grower sampe finiser yang diberi gula aren (Arenga pinnata Merr) dalam air minum".Zootec, 37(1), 50. https://doi.org/10.35792/zot.37.1.2017.14213
Pramana, P. T. (2012). "Pengaruh imbangan energi dan protein ransum terhadap energi metabolis dan retensi nitrogen ayam broiler". "Students E-Journa"l, 1(1), 1–5.
R. Prawitasari, V. Ismadi, Estiningdriati. I., at al. (2012). " Kecernaa protein kasar dan serat kasar serta laju digesta pada ayam arab yang diberi ransum denagan berbagi level Azolla microphylla". "Animal Agriculture Journa"l, 1(1), 471–483.
Salea, H. F. ., Najoan, M., Umboh, J. F., & Pontoh, C. J. (2018). " Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan
tepung daun dan batang ubi jalar (Ipomoea batatas) terhadap kecernaan protein dan energi pada ternak babi Hendro". "Jurnal zootek", 38(1), 253–261.
Saleh, E., Dwi, N. S. Y. P., & Jeffrienda. (2005). "Pengaruh pemberian tepung daun katuk terhadap performans ayam broiler". "Jurnal Agribisnis Peternakan", 1 (1), 14–16.
Sari, M. L., Sandi, S., & Mega, O. (2004). "Konsumsi dan konversi ayam pedaging bibit periode pertumbuhan dengan
perlakuan pembatasan pakan pada lantai kawat dan liter". J. Indon. Trop Anim Agric, 29(2), 86–90.
Sihombing, D. T. H. (2006). "Ilmu Ternak Babi". Gadjah Mada University Press Yogyakarta. Pp: 1-601
Sinaga, S., & Martini, S. (2010). "Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada ransum babi periode starter terhadap efisiensi ransum". "Jurnal ilmu ternak", 10(2), 95–101.
Sinaga, S., Sihombing, D. T. H., Bintang, M., & Kartiarso. (2010). "Pemberian curcumin dalam pakan babi sebagai pengganti antibiotik sintetis untuk perangsang pertumbuhan". Forum Pascasarjana, 33(2), 123–131.
Sinaga, S., & Silalahi, M. (2002). "Performans produksi babi akibat tingkat pemberian manure ayam petelur sebagai bahan pakan alternatif". Jitv, 7(4), 207–213.
Sumadi, I. K. (2017). "Prinsip-prinsip ilmu gizi ternak babi". Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Bali. Pp: 1-147.
Thiasari, N., & Setiyawan, I. (2014). "Complete feed batang pisang terfermentasi dengan level protein berbeda terhadap kecernaan bahan kering , kecernaan bahan organik dan TDN secara in vitro". 26(2), 67–72.
Tillman, A. D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosukodjo, S. (1998). "Ilmu makanan ternak dasar". Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Pp:1-422
Tulung, C., Umboh, J. F., Sompie, F. N., & Pontoh, C. J. (2015). "Pengaruh penggunaan virgin coconut oil (Vco) dalam ransum terhadap kecernaan energi dan protein ternak babi fase grower". "Zootec", 35(2), 319. https://doi.org/10.35792/zot.35.2.2015.8653
Utama, I. A. P. P., Sumadi, I. K., & Astawa, I. P. A. (2016). "Pengaruh level energi dan protein ransum terhadap kecernaan ransum pada babi bali jantan lepas sapih". "Journal of Tropical Animal Science", 4(3), 529–544










