Pengaruh Tepung Limbah Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) Terfermentasi Terhadap Konsumsi Protein dan Energi Ternak Babi Landrace Fase Starter

Effect of Use of Fermented Red Seaweed Waste Flour (Eucheuma cottonii) on Protein and Energy Stability in Landrace Pig Livestock at Starter Phase

Authors

  • Gemima Akulas Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Sabarta Sembiring Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Tagu Dodu Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Ni Nengah Suryani Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i2.1084

Keywords:

ration consumption, Digestibility, energy, pigs, Protein, Seaweed

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji dampak pemakaian tepung limbah rumput laut merah (Eucheuma cottonii) terfermentasi terhadap  konsumsi dan  kecernaan protein pada ternak babi  Landrace  fase starter.  Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi Landrace   berumur 1-2 bulan dengan berat badan awal 6,5 kg - 26 kg, rata-rata 20,11 kg dan koefisien variasi 41,56%.  Penelitaian ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan dengan 3 ulangan.  Perlakuan yang diuji adalah R0 : 100% pakan dasar tanpa tepung limbah rumput laut terfermentasi, R1 : pakan dasar + 5% tepung limbah rumput laut terfermentasi (TRLLF), R2 : pakan dasar + 10% tepung limbah rumput laut terfermentasi (TRLLF), R3 : ransum basal + 15%  tepung limbah rumput laut (TRLLF). Variabel yang diteliti adalah konsumsi dan kecernaan protein dan energi.   Hasil penelitian    menunjukkan bahwa penggunaan rumput laut merah dalam  ransum basal  berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi protein, energi dan kecernaan energi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut merah (eucheuma cottonii) dari taraf 5-15% berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi protein dan kecernaan energi namun mempunyai pengaruh yang cukup besar pada taraf 10% dalam meningkatkan kecernaan protein pada ternak babi landrace fase starter.

Kata kunci: Babi, limbah rumput laut, protein, energi, konsumsi, kecernaan  

The aim of the study was to examine the impact of using fermented red seaweed (Eucheuma cottonii) waste flour on consumption and protein digestibility in starter phase landrace pigs. The material used was 12 pigs aged 1-2 months with an initial body weight of 6.5 kg-26 kg, an average of 20.11 kg and a coefficient of variation of 41.56%. This study used a randomized block design (RAK) which consisted of four treatments with 3 replications. The treatments tested were R0: 100% basic feed without fermented seaweed meal, R1: basic feed + 5% remaining fermented seaweed meal (TRLLF), R2: basic feed + 10% fermented seaweed waste meal (TRLLF), R3: basal ration + 15% fermented seaweed waste flour (TRLLF). The variables studied were protein and energy intake and digestibility. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that the use of red seaweed flour in the basal ration had a significant (P<0.05) effect on protein digestibility at 10% use. The conclusion of this study that the use of red seaweed waste flour (eucheuma cottonii) from a level of 5-15% had no significant effect on protein consumption and energy digestibility but had a significant effect at a level of 10% it would increase protein digestibility in landrace pigs in the starter phase phase. .

 

Author Biographies

Gemima Akulas, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Sabarta Sembiring, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Tagu Dodu, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Ni Nengah Suryani, Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Adhistiana, R., Rahayu, M. P., Ambarwati, R., Herdiana, E., & Vivaldy, A. (2008). Pemanfaatan Rumput Laut dalam Pembuatan Dodol Rumput Laut (Dorulat).

Anggorodi, R. (1995). Nutrisi aneka ternak unggas. Gramedia pustaka utama. Jakarta.

Church, D. C. (1979). Livestock Feed and Feeding. Durhan and Cowney. Inc. Portland. Oregon.

Juniarti, N., Ngitung, R., & Hiola, S. F. (2019). Pengaruh Pemberian Tepung Rumput Laut pada Ransum Ayam Broiler terhadap Kadar Lemak dan Kolesterol. BIONATURE" Jurnal Kajian, Penelitian, dan Pengajaran Biologi", 20(1), 64–78.

Malheiros, R. D., Moraes, V. M. B., Collin, A., Janssens, G. P. J., Decuypere, E., & Buyse, J. (2003). Dietary macronutrients, endocrine functioning and intermediary metabolism in broiler chickens: Pair wise substitutions between protein, fat and carbohydrate. Nutrition research, 23(4), 567–578.

Matanjun, P., Mohamed, S., Mustapha, N. M., & Muhammad, K. (2009). Nutrient content of tropical edible seaweeds, Eucheuma cottonii, Caulerpa lentillifera and Sargassum polycystum. Journal of Applied Phycology, 21(1), 75–80. https://doi.org/10.1007/s10811-008-9326-4

Nawaly, H., Susanto, A. B., & Uktolseja, J. L. A. (2013). Senyawa bioaktif dari rumput laut sebagai antioksidan. Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning, 10(1).

Parakkasi, A. (1990). Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik [nutritional science and monogastric animal feed]. Angkasa Bandung.

Piliang, W. G., & Djojosoebagio, S. (2000). Fisiologi Nutrisi. Volume I. Ed ke-2. IPB Press. Bogor.

Pujianti, A., Jaelani, A., & Widaningsih, N. (2013). 7. Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestica) Dalam ransum Terhadap Daya Cerna Protein dan Bahan Kering Pada Ayam Pedaging. Ziraa’ah Majalah Ilmiah Pertanian, 36(1), 49–59.

Sihombing, D. T. H. (2006). Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press.

Sinaga, S., & Martini, S. (2010). Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid pada Ransum Babi Periode Starter terhadap Efisiensi Ransum (The Effect Adding Various Dosages Curcuminoid in Ration on Feed Efficiency of Starter Pigs). Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 10(2).

Siregar, A. P. M. (1982). Sabrani dan Soeprawiro. 1982. Teknik Beternak Ayam Pedaging di Indonesia. Cetakan kedua. Margie Group. Jakarta.

Statistik, B. P. (2016). Perkembangan Ekspor Rumput Laut di Indonesia tahun 2012-2015. Jakarta (id): bps.

Wahju, J. (1997). Ilmu Nutrisi Unggas. Cet. Ke-III. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Whittemore, C. (1993). The Science of pig production. Firest ed. Longman Scientific and Technical: Singaporez.

Downloads

Published

2022-06-15

Issue

Section

Articles