Pengaruh Perbedaan Konsentrat dan Limbah Jagung terhadap Konsentrasi VFA, NH3, Protein Kasar dan Serat Kasar In Vitro Silase Pakan Komplit
Effect of Different Concentrates and Corn Waste on Concentrations of VFA, NH3, Crude Protein and Crude Fiber In Vitro Complete Feed Silage
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i2.1108Keywords:
complete feed silage, fermentation, immature corn waste, in-vitro digestibilityAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrat dan limbah jagung terhadap konsentrasi VFA, NH3 protein kasar dan serat kasar in-Vitro silase pakan komplit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah P0 = limbah jagung muda 100% : 0 % konsentrat + 80 ml starter; P1 = P0 90% : 10% konsentrat + 80 ml starter; P2 = P0 80% :  20% konsentrat  + 80 ml starter; P3 : P0 70% : 30% konsentrat + 80 ml starter;  P4 = P0 60% : 40% konsentrat  + 80 ml starter. Variabel yang diukur adalah PK, SK, VFA, dan NH3. Data analisis menggunakan SPSS 25 for windows menggunakan level signifikansi P<0,05 dan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan kandungan PK, produksi VFA dan NH3 juga menurunkan SKsimpulkan bahwa peningkatan ratio konsentrat limbah jagung muda pada silase pakan komplit meningkatkan kadar PK, produksi VFA dan NH3 serta menurunkan kadar SK.
Â
This study aimed to determine the effect of different concentrates and corn waste on the concentration of VFA, NH3 crude protein and crude fiber in-vitro silage complete feed. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications. The treatments in question were P0 = 100% young corn waste: 0% concentrate + 80 ml starter; P1 = P0 90% : 10% concentrate + 80 ml starter; P2 = P0 80% : 20% concentrate + 80 ml starter; P3 : P0 70% : 30% concentrate + 80 ml starter; P4 = P0 60% : 40% concentrate + 80 ml starter. The variables measured were PK, SK, VFA, and NH3. Data were analyzed using SPSS 25 for windows using a significance level of P<0.05 and Duncan's multiple-distance test. The results of statistical analysis showed that treatment had a significant effect (P<0.05) on increasing PK content, VFA and NH3 production also decreased SK. It was concluded that increasing the concentrate ratio of immature corn waste in complete feed silage increased PK levels, VFA and NH3 production and decreased SK levels.
Â
References
Abani, N., I. G. N. Jelantik., G. Maranatha. 2018. Kecernaan In Vitro Pakan Komplit Yang Mengandung Level Alga Hijau (Ulva Lactuca) Yang Berbeda Sebagai Pengganti Rumput Lapangan. Jurnal Nukleus Peternakan. 5(2) :79 – 91.
AOAC, 1993. Association of Analytical Chemists. Peer Verified Methods Program: Manual on Policies and Procedures. AOAC International, arlington.
Arora, S. P. 1995. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. Gadjah Mada University. Yogyakarta.
Badan Pusat Statistik. 2020. Statistik Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur 2019. Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur, NTT.
Djami, T. H., M. A. Hilakore., Jalaludin. 2018. Pengaruh Penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) Cairan Rumen Kambing dengan Level Yang Berbeda Terhadap Komposisi Kimia Silase Jerami Jagung Muda. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Elihasridas dan R. Herawati, 2014. Kecernaan in-Vitro Ransum Berbasis Limbah Jagung Amoniasi Dengan Berbagai Rasio Konsentrat Untuk Ruminansia. Jurnal Peternakan Indonesia. 16 (3) : 145-151.
Firmanto, A. D., E. Hartati., G. A. Y. Lestari. 2020. Pengaruh Pemberian Pakan Komplit Fermentasi Serasah Gamal Dan Batang Pisang Terhadap Konsumsi Dan Kecernaan Serat Kasar, Konsentrasi Vollatile Fatty Acid Dan Glukosa Darah Pada Kambing Kacang. Jurnal Peternakan Lahan Kering. 7(2) : 161-171.
Firsoni, J. Sulistytjo., A.S. Tjakradidjaja dan Suharyono. 2008. Uji fermentasi in vitro Terhadap Pengaruh Suplementasi Pakan dalam Pakan Komplit. Proseding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Badan Penelitian Peternakan dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian, Bogor.
Hilakore, M. A., M. Nenobais., T. O. D. Dato. 2021. Penggunaan Khamir Saccharomyces cereviseae untuk Memperbaiki Kualitas Nutrien Dedak Padi. Jurnal Nukleus Peternakan. 8(1) : 40-45.
Hernaman, I., A. Budiman., S. Nurochma., dan K. Hidayat. 2015. Kajian in Vitro Substitusi Konsentrat Dengan Penggunaan Limbah perkebunan Singkong Yang Disuplementasi Kobalt (Co) Dan Zeng (Zn) Dalam Ransum Domba. Buletin Peternakan, 39 (2) : 71-77
Manehat, S. E., I. G. N. Jelantik., I. Benu. 2020. Pengaruh Pemberian Pakan Komplit Fermentasi Berbasis Serasah Gamal Dan Batang Pisang Dengan Imbangan Yang Berbeda Terhadap Tingkah Laku Makan Kambing Kacang. Jurnal Nukleus Peternakan. 7(1) : 75-85.
Muhakka, A., Wijaya and M. Ammar. 2015. Nutritional Dried Matter, Crude Protein and Crude Fiber on Lowland Tidal Grass Fermented by Probiotic Microorganisms for Use Bali Cattle Feed. Animal Production 17(1):24-29
Prabowo, A. 2016. Penggunaan teknologi fermentasi pakan dalam sistem integrasi sapi-tanaman jagung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan. Jurnal Triton, 7(2) : 99-106.
Rangkuti, J. H. 2011. Produksi dan Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah (PE) Pada Kondisi Tatalaksana Yang Berbeda. Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan. Institut Pertanian Bogor.
Riswandi, Muhakka, & Lehan, M. 2015. Evaluasi Nilai Kecernaan Secara In Vitro Ransum Ternak Sapi Bali yang Disuplementasi dengan Probiotik Bioplus. Jurnal Peternakan Sriwijaya 4 (1) pp. 35-46.
Sutardi, T., A. Sigit., T. Tohormat. 1983. Standarisasi Mutu Protein Bahan Makanan Ruminansia Berdasarkan Parameter Metabolisme oleh Mikroba Rumen. [Laporan Penelitian]. Bogor (ID) : Direktorat Pembinaan dan Pengabdian pada Masyarakat, Dirjen DIKTI.
Taniu, M. L., M. Yunus., T. O. D. Dato. 2020. Pengaruh Pakan Komplit Fermentasi Serasah Gamal Dan Batang Pisang Dengan Imbangan Yang Berbeda Terhadap Kecernaan In Vitro. Jurnal Peternakan Lahan Kering. 2(3) : 1029-1037.
Tilley, J. M. A dan R. A. Terry. 1963. A Two Stage Technique for the In vitro Digestion of Forage Crops. Journal of British Grassland 18 : 104 ± 111.
Trisnadewi, A. A. A. S., I G. L. O. Cakra., I. W. Suarna. 2017. Kandungan Nutrisi Silase Jerami Jagung Melalui Fermentasi Pollard Dan Molases. Majalah Ilmiah Peternakan. 20 (2).
Yanuarianto, O., M. Amin., S. D. Hasan., S. H. Dilaga., Suhubdy. 2020. Komposisi Nutrisi dan Kecernaan Silase Jerami Jagung yang Ditambah Lamtoro dan Molases yang Difermentasi pada Waktu Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia. 6 (1) :16 – 23.
Yunilas. 2016. Peran Mikroorganisme Indigenous YL (MOIYL) Sebagai Inokulum Pendegradasi Serat Berbasis Limbah Perkebunan Sawit. Prosiding Seminar nasional Peternakan Berkelajutan 8.










