Nilai Ekonomis Substitusi Tepung Feses Sapi Terfermentasi dalam Pakan Ayam Kampung Unggul Balitnak
Economic Value of Fermented Beef Stool Flour Substitution in Chicken Feed Balitnak Superior
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i2.1110Keywords:
KUB chicken, fermentation, cow feces, economic valueAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai ekonimis dari substitusi tepung feses sapi terfermentasi dalam pakan ayam KUB. Menggunakan 80 ekor ternak ayam KUB yang berusia sehari sebagai ternak perlakuan. Metode yang dipakai yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah R0: pakan tanpa campuran tepung feses sapi terfermentasi (ransum kontrol), R1: pakan basal 90% + tepung feses sapi terfermentasi 10%, R2: pakan basal 80% + tepung feses sapi terfermentasi 20%, dan R3: pakan basal 70% + tepung feses sapi terfermentasi 30%. Parameter yang diukur adalah Income Over Feed Cost,, biaya produksi, penerimaan, keuntungan, serta break even point. Â Hasil analisis ragam memperlihatkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai IOFC, penerimaan, keuntungan, BEP, serta berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap biaya produksi. Pada pergantian level 10% adalah yang terbaik karena mampu meningkatkan nilai IOFC sebesar 3,43% yaitu dari RP53.752 menjadi Rp55.594, mampu menurunkan biaya total produksi sebesar 0,05%, mampu meningkatkan peneriaman 2,65%, mampu meningkatkan keuntungan menjadi Rp13.055,46 atau keuntungan meningkat sebesar 16,44%, serta BEP unit yaitu677,05ekor dan BEP rupiah sebesar Rp47.393.723dengan harga Rp70.000 per ekor maka peternak tidak mengalami keuntungan dan juga kerugian (impas).
Â
The purpose of this study was to determine the economic value of substitution of fermented cow feces flour in KUB chicken feed. The material used is 80 KUB chickens of 1 day. The method used is completely randomized design consisting of 4 treatments and 4 replications. The treatments were R0: feed without a mixture of fermented cow feces flour (control ration), R1: 90% basal feed + 10% fermented cow feces flour, R2: 80% basal feed + 20% fermented cow feces flour, and R3: 70% basal feed + 30% fermented cow feces flour. The parameters measured are Income Over Feed Cost,, production costs, revenues, profits, and break even point.. The results of the analysis of variance showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on the value of IOFC, revenue, profit, BEP, and had a very significant effect (P<0.01) on production costs.At the 10% level turn is the best because it can increase the IOFC value by 3.43%, able to reduce the total cost of productionby 0,05%, able to increase revenueby 2,65%, able to profits increased by 16.44%, BEP units is 677.05 heads and rupiah BEP at Rp.47.393.723 at a price of Rp70.000 per head, so the breeder does not experience a profit or loss (break even).
Â
References
Aedah Siti, Djoefrie M.H. Bintoro, dan Gendut Suprayitno. 2016. “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Daya Saing Industri Unggas Ayam Kampung (Studi Kasus PT Dwi dan Rachmat Farm , Bogor)†11 (2). https://doi.org/http://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalmpi/.
Ardiansyah Fazar, Syahrio Tantalo, dan Khaira Nova. 2012. “Perbandingan performa dua strain ayam jantan tipe medium yang diberi ransum komersial broiler.â€
Boediono, (2002), Ekonomi Makro: Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No.1 Edisi 2. Yogyakarta: BPEE.Datoalin I. Paulo.
Luruk M. Yasinta, dan Ly Johanis. 2018. “Analisis Ekonomi Penggunaan Tepung Kulit Pisang Kepok Terfermentasi Dalam Ransum Babi Peranakan Landrace†5 (2): 108–17.
Rosyidi Djalal. 2018. “Beberapa kendala bahan pangan asal ternak untuk mencapai aman, sehat, utuh dan halal (Asuh).†Prosiding Seminar Teknologi dan Agribisnis Peternakan VI, 51–57.
Guntoro, Suprio, Made Rai Yasa, A A N B Sarmuda Dinata, Wayan Sudarma, Balai Pengkajian, dan Teknologi Pertanian. 2013. “Pemanfaatan feses sapi untuk pakan itik bali jantan†16 (2): 77–84.
Gaspersz V. 1991. Metode Perancangan Percobaan. CV.Armico. Bandung.
Juliana A.M Hartonob, Suharyatib,,dan Sri. 2015. “Repeat Breeder Pada Sapi Bali Di Kabupaten Pringsewu.†Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 3 (2): 42–47.
Klotilde Kolo; Maria Yasinta Luruk; Johanis Ly. 2019. “Nilai Ekonomi Penggunaan Berbagai Jenis Konsentrat dalam Bahan Pakan Berbasis Pollard.†Jurnal Peternakan Lahan Kering 1 (3): 381–93.
Murti, Ariani Trisna, Karunia Setyowati Suroto, dan Hidayati Karamina. 2020. “Analisis keuntungan usaha peternakan ayam broiler pola mandiri di kabupaten malang (Studi Kasus Di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang).†sosial ekonomi pertanian 14 (1): 40–54. https://doi.org/https://ojs.unud.ac.id/index.php/soca ANALISA
.
Mayora W. Insan, Tantalo Syahrio, Nova Khaira, dan Sutrisna Rudy. 2018. “Performa ayam kub (kampung unggul balitnak) periode starter pada pemberian ransum dengan protein kasar yang berbeda†2 (1): 26–31.
Nifu, S. A. Johanes G. Sogen, Ni Nengah Suryani. 2018. “Basal dengan Penggunaan Tepung Daun Singkong ( Manihot Utilissima ) Terfermentasi Analysis of Landrace Powder Farming Business Opportunities.†Jurnal Nukleus Peternakan 5 (1): 31–41.
Oroh N. Frangky, Judy M. Tumewu dan V. L. H. Rembang. 2018. “Analisis pembiayaan eksternalitas usaha ternak babi di kecamatan tomohon barat.†Semnas Persepsi Iii Manado, 314–22.
Riyanto B. 1997. Dasar–Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi 4. BPFE, Yogyakarta.
Salam T. 2009. Analisis finansial usaha peternakan ayam broiler pola kemitraan. Jurnal Agrisistem. 2 (1) http://www.stppgowa.ac.id/index.php?o ptim on=com_content&view=article&id=11 4 &Itemid=141. Diakses tanggal 25 Agustus 2016.
Siswohardjono W. 1982. Untuk mengukur energi metabolis bahan pakan ternak pada itik dapat dilakukan melalui beberapa metode. Makalah seminar Pascasarjana Insitut Pertanian Bogor, Bogor
Siregar SB. 2003. Teknik Pemeliharaan Ternak Sapi dan Analisis Usaha. Jakarta: Penebar Swadaya
Suratiyah, K. 2015. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Thamrin S, M Muis, Rumengan AEN. 2006. Analisis finansial usaha dari peternakan ayam broiler pola kemitraan. Jurnal Agrisistem, Juni 2006, Vol 2 No. 1 ISSN 1858-4330 32
Telupere, Franky M S. 2020. “Penggunaan Feces Sapi Terfermentasi Dalam Ransum Terhadap Performa Produksi Dan Reproduksi Ayam Kampung Sabu Dan Semau.†Journal of Tropical Animal Production 21 (1): 13–22. https://doi.org/10.21776/ub.jtapro.2020.021.01.2.
Tanjung A.P, Rumiyani T, dan Nurhayati. 2020. “Analisis Ekonomi Penggunaan Tepung Kiambang ( Salvinia Molesta ) Terfermentasi dalam Ransum Ayam Jawa Super Economic Analysis Fermented Kiambang Flour ( Salvinia Molesta ) in Super Javanese Chicken Ration.†Jurnal Peternakan Terapan 2 (2): 42–46. https://doi.org/https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/PETERPAN/index.
Utomo B. Ngaji, dan Widjaja Ermin. 2012. “Pengembangan sapi potong berbasis industri perkebunan kelapa sawit.†J. Litbang Pert 31 (4): 153–61.










