Penggunaan Rumput Laut (Eucheuma cottoni) terhadap Konsumsi dan Kecernaan Nutrisi Pedet Sapi yang Disapih Dini
The Effect of Using Seaweed (Eucheuma cottoni) on Consumption and Digestibility Nutrion of Early-Weaned Calves
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v6i1.1126Keywords:
Consumption, digestibility, nutritient, bali calf, seaweedAbstract
The purpose of this study was to evaluate the effect of using red seaweed (Eucheuma cottoni) on
consumption and nutrients digestibility in early weaned calves. In this study, 16 bali cattle calves were used with
body weight of 30-40 kg with an age range of 3-4 months. This study used a Randomized Block Design (RBD)
with 4 treatments and 4 periods as replications. The applies given is complete feed with Eucheuma cottoni
contents of 0% (CT0), 5% (CT5), 10% (CT10), and 15% (CT15) respectively. The result showed that the use of
Eucheuma cottoni in the ration did not reduce consumption and digestibility of nutrient of early weaned Bali
calf. Moreover, use of Eucheuma cottoni in the complete feed up to 15% had the same effect with the other
trearments which did not reduce consumption and digestibility of nutrients. It was concluded that use of
Eucheuma cottoni up to 5-15% in complete feed did not reduce consumption and digestibility of nutritents.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan rumput laut merah
(Eucheuma cottoni) terhadap konsumsi dan kecernaan nutrisi pada pedet yang disapih awal. Pada penelitian
digunakan 16 ekor pedet sapi bali dengan bobot badan 30-40 kg dengan kisaran umur 3 – 4 bulan digunakan
dalam penelitian ini. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan
dan 4 periode sebagai ulangan. Pemberian yang diterapkan adalah pakan lengkap dengan kandungan (Eucheuma
cottoni) berturut-turut 0% (CT0), 5% (CT5), 10% (CT10), dan 15% (CT15). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemberian rumput laut merah (Eucheuma cottoni) hingga 15% tidak menurunkan konsumsi dan
kecernaan nutrisi ransum; Disimpulkan bahwa suplementasi rumput laut merah dapat digunakan sebagai
konsentrat pada pakan pedet sapi bali mencapai 5-15%.
Â
References
Afriyanti, M. 2008. Fermentabilitas Dan Kecernaan in Vitro Ransum Yang Diberi Kursin Bungkil Biji Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) Pada Ternak Sapi Dan Kerbau.
Agustono. 2014. Serat Kasar Merupakan Bahan Organik, Bagian Dari Zat Gizi Karbohidrat Yang Tidak Mudah Larut Dalam Air (Agustono, 2014). Jurnal Kelautan Dan Perikanan. VOl.(No.1).
Anggorodi, R. 2005. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.
Arora, S. P. 1989. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. Diterjemahkan Oleh: Retno Murwani.
Arora, S. P. 1995. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. Cetakan kedua. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Becker, E. Wolfgang. 2007. Micro-Algae as a Source of Protein. Biotechnology Advances 25(2):207–10.
Belli, et al. 2007. Effect of Supplementation of Grazing Bali Cows during Pre and Postcalving Period on Intake, Didestibility, and Rumen Environment.
Braden, K. W., J. R. Blanton Jr, V. G. Allen, K. R. Pond, and M. F. Miller. 2004. Ascophyllum Nodosum Supplementation: A Preharvest Intervention for Reducing Escherichia Coli O157: H7 and Salmonella Spp. in Feedlot Steers. Journal of Food Protection 67(9):1824–28.
Da Cruz de Carvalho, M. 2010. Soeparno Dan Nono Ngadiyono., 2010. Pertumbuhan Dan Produksi Karkas Sapi Peranakan Ongole Dan Simental Peranakan Ongole Yang Dipelihara Secara Feedlot. Buletin Peternakan 34(1):38–48.
Hernaman, Iman, Atun Budiman, and Budi Ayuningsih. 2008. Pengaruh Penundaan Pemberian Ampas Tahu Pada Domba Yang Diberi Rumput Gajah Terhadap Konsumsi Dan Kecernaan. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran 8(1).
Hume, I. D. 1982. Digestion and Protein Microbalism in a Course Manual in Nutrition and Growth. Australian Universities. Australian Vice Choncellors Committee. Sidney.
Jelantik, I. G. N., G. Oematan Burhanuddin, Nikolaus TT, and Sogen JG. 1998. Nutritional Status and Post Partum Reprodukctive Performance of Bali Cows Grazing Native Pasture Supplemented with Urea-Treated Corn Stover and Concentrate. Resarch Report, Undana.
Jelantik, I. G. N., M. L. Mullik, and R. Copland. 2009. Cara Praktis Menurunkan Angka Kematian Dan Meningkatkan Pertumbuhan Pedet Sapi Timor Melalui Pemberian Pakan Suplemen.
Jelantik, I. G. N., M. L. Mullik, C. Leo-Penu, J. Jeremias, and R. Copland. 2008. Improving Calf Survival and Performance by Supplementation in Bali Cattle. Australian Journal of Experimental Agriculture 48(7):954–56.
Mullik, 2006. 2006. Strategi Suplementasi Untuk Meningkatkan Efisiensi Sintesis Protein Mikroba Rumen Pada Ternak Sapi Yang Mengkonsumsi. JITV 11(1).
Mullik, Marthen L., and Bambang Permana. 2009. Improving Growth Rate of Bali Cattle Grazing Native Pasture in the Wet Season by Supplementing High Quality Forages. Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner 14(3):192–99.
Rangkuti, Junaidi Hakim. 2011. Produksi Dan Kualitas Susu Kambing Peranakan Etawah (PE) Pada Kondisi Tatalaksana Yang Berbeda.
Sutardi, T., N. A. Sigit dan T. Toharmat. 1983. Standarisasi Mutu Protein Bahan Makanan Ternak Ruminansia Berdasarkan Parameter Metabolismenyaoleh Mikrobia Rumen.
Udén, Peter, T. R. Rounsaville, G. R. Wiggans, and P. J. Van Soest. 1982. “The Measurement of Liquid and Solid Digesta Retention in Ruminants, Equines and Rabbits given Timothy (Phleum Pratense) Hay.†British Journal of Nutrition 48(2):329–39.
Ulu, H. N., I. G. N. Jelantik, H. Sutedjo, and I. M. A. Sudarma. 2021. “Rumput Laut (Ulva Lactuca) Sebagai Pakan Substitusi Sapi Bali Sapihan Di Musim Kemarau Dengan Level Energi Yang Berbeda.†Jurnal Sain Peternakan Indonesia 16(1):17–25. doi: 10.31186/jspi.id.16.1.17-25.
Tillman, A. D., S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press.
Zain, M. 2007. OPTIMALISASI PENGGUNAAN SERAT SAWIT SEBAGAI PAKAN SERAT ALTERNATIF DENGAN SUPLEMENTASI
DAUN UBI KAYU DALAM RANSUM RUMINANSIA [The Supplementation of Cassava Leaves to Optimize the Use of Palm
Press Fiber as Ruminant Feed]. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture 32(2):100–105










