Pengaruh Penggunaan Tepung Limbah Rumput Laut Merah (Eucheuma cottonii) Terfermentasi terhadap Konsumsi Ransum, Konsumsi dan Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Starter

The Effec the Use of Fermented Red Seaweed (Eucheuma cottonii) Waste Flour on Consumption, and Digestability of Crude Fiber and Crude Fat In Cross Breed Landrace Starter Pigs

Authors

  • Delvi Yoblina Tallas Universitas Nusa Cendana
  • Ni Nengah Suryani Universitas Nusa Cendana
  • Sabarta Sembiring Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v6i1.1144

Keywords:

Crude fat, crude fiber, pig, seaweed

Abstract

This study aims to determine the effect of using fermented red seaweed (Eucheuma cottonii) waste flour on
consumption and digestibility of crude fiber and crude fat in starter phase landrace crossbreed pigs. The
material used was 12 landrace crossbreed pigs in the starter phase, aged 1-2 months with an initial body weight
of 6.5-26 kg with an average of 20.11 Kg (KVariation) = 41.56%). This study used a randomized block design
with 4 treatments and 3 replications. The treatments were R0: basal ration without fermented red seaweed waste
flour (TLRLMF), R1: basal ration + 5% TLRLMF, R2: basal ration + 10% TLRLMF, R3: basal ration + 15%
TLRLMF. The variables studied were consumption, digestibility of crude fiber and crude fat. The results of
statistical analysis showed that the use of fermented red seaweed waste flour 5%, 10%, and 15% had no
significant effect (P>0.05) on ration consumption, crude fiber and crude fat consumption, digestibility of crude
fiber and fat. Rough. It was concluded that the use of fermented red seaweed waste flour up to 15% gave the
same effect on consumption, digestibility of crude fiber and crude fat in starter phase.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut merah (Eucheuma
cottonii) terfermentasi terhadap konsumsi, dan kecernaan serat kasar dan lemak kasar ternak babi peranakan
landrace fase starter. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi peranakan landrace fase starter,
berumur 1-dua bulan dengan berat badan awal 6,5 – 26 kg dengan rata-rata 20,11 Kg (KVariasi)= 41,56%).
Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang
dicobakan adalah R0 : ransum basal tanpa tepung limbah rumput laut merah terfermentasi (TLRLMF), R1:
ransum basal + 5% TLRLMF, R2 : ransum basal + 10% TLRLMF, R3 : ransum basal + 15% TLRLMF.
Variabel yg diteliti yang diteliti adalah konsumsi, kecernaan serat kasar dan lemak kasar. Hasil analisis statistika
menunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut merah terfermentasi 5%, 10%, dan 15%
memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, konsumsi serat kasar, dan lemak
kasar, kecernaan serat kasar dan lemak kasar. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut merah
terfermentasi hingga 15% memberikan pengaruh yang sama terhadap konsumsi, kecernaan serat kasar serta
lemak kasar babi fase starter.

 

Author Biographies

Delvi Yoblina Tallas, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Ni Nengah Suryani, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Sabarta Sembiring, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Ahda, A., Surono, A., Imam, B., Batubara, I., Ismanadji, I., Suitha, I. M., Yunaidar, R., Setiawan, N. K., Danakusumah, E., & Sulistijo, A. Z. (2005). Profil Rumput Laut Indonesia.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta. Badan Pusat Statistik. (2016). Perkembangan Ekspor Rumput Laut di Indonesia tahun 2012-2015. Jakarta (id): bps.

Frida, G. S., Sembiring, S., Suryani, N. N., & Ly, J. (2020). Pengaruh Penggunaan Tepung Krokot (Portulaca oleracea L.) dalam Ransum Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Serat Kasar dan Lemak Kasar Ternak Babi Peranakan Landrace Fase

Grower-Finisher. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(2), 799–805.

Hart, H. (2003). craine, LE and Hart. DJ Kimia Organik Edisi Kesebelas. Jakarta: Erlangga.

Juniarti, N., Ngitung, R., & Hiola, S. F. (2019). Pengaruh Pemberian Tepung Rumput Laut pada Ransum Ayam Broiler terhadap Kadar Lemak dan Kolesterol. Bionature, 20(1), 64–78. https://doi.org/10.35580/bionature.v20i1.9762

Mateos, G. G., Martin, F., Latorre, M. A., Vicente, B., & Lazaro, R. (2006). Inclusion of oat hulls in diets for young pigs based on cooked maize or cooked rice. Animal Science, 82(1), 57–63.

Ngenes, E., Dodu, T., Sembiring, S., & Suryani, N. N. (2021). Pengaruh Penggunaan Tepung Biji Asam Terfermentasi Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Serat Kasar Dan Lemak Kasar Pada Babi Fase Starter-Grower: Effect Inclusion of Fermented Tamarind Seed Meal in the diet on Digestibility of Crude Fiber and fat in Starter–G. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(4), 1857–1864.

Prawitasari, R. H., Ismadi, V. D. Y. B., & Estiningdriati, I. (2012). Kecernaan protein kasar dan serat kasar serta laju digesta pada ayam arab yang diberi ransum dengan berbagai level Azolla microphylla. Animal Agriculture Journal, 1(1),

–483.

Siagian, P. H. (1999). Manajemen Ternak Babi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Sihombing, D. T. H. (2006). Ilmu Ternak Babi. Yokyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tillman, A. D., Hartadi, H., Reksohadiprojo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosoekojo, S. (1989). Ilmu Makanan Ternak Umum. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Hal.

Wea, R. (2004). Potensi Pengembangan Ternak Babi Di Nusa Tenggara Timur. Partner Bulletin Pertanian Terapan. Edisi Khusus Agustus

Downloads

Published

2024-03-20

Issue

Section

Articles