Komposisi botani dan produksi hijauan pakan serta kapasitas tampung padang penggembalaan alam musimkemarau di desa Kambata Wundut Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i1.116Keywords:
Botanical Composition, Production, Forage, Carry Capacity, PastureAbstract
This study was carried out during 2 month on Natural Grassland area Kambata Wundut, Lewa sub-district, East Sumba Regency. The study almed at evaluating botany composition, forage production and cacry capacity of dry season pasture. Survey and and on the field measurement methods were used in the study. Forage production was measured using Actual Weight Estimate method using 1m x 1m frame tool. Data were collected and tabulated to calculate botany precentage and composition, forage production and carry capacity of the pasture, Statistical analysis showed that Summed Dominance Ratio (SDR) 60,96%,(grass), 26,48% (weeds) and 12,56% ( legum); forage production 2,725 kg / Ha fresh or 2,082,9 kg / ha DM weight. in the pasture has a carry capacity1.02 AU / Ha / Year which for adult cattle weighing 300 Kg.
References
Halls., Hugnes., Rummel and Southwel. 1964. Forage and Cattle Management in Longleaf Slaash Fine Forest. Farme’s Buletin. 2199. Wasington. USA.
Junaidi M, Sawen D. 2010. Keragaman Botanis Dan Kapasitas Tampung Padang Penggembalaan Alami Di KabupatenYapen. Jurnal Ilmu Peternakan. 1 (5): 92–97
Kencana S. 2000. Habitat rusa timor (Cervus timorensis) dan kapasitas tampung padang alam Taman Buru Rumberpon. Manokwari [Internet]. [diunduh 2014 Mei 5]. Tersedia pada: http://papuaweb.org/unipa/dlib-s123/kencana
Mageding K. 2017. Komposisi Botani dan Produksi Hijauan Makanan Ternak akhir Musim Kemarau Pada Padang Penggembalaan di Desa mburukulu Kecamatan Pahunga lodu Kabupaten Sumba Timur .Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Nusa Cendana
Mansyur, Abdullah L, Djuned H., Tarmidi A. R. Dhalika T. 2006. Pengaruh Interval Pemoto ngan Rumput Brachiariahum idicola (Rendle) Schweick terhadap Konsentrasi Amonia dan Asam LemakTerbang (In Vitro). Jurnal Peternakan Indonesia,11 (1):50- 56.
Manu AE. 2013. Produktivitas Padang Penggembalaan Sabana Timor Barat. Jurnal Pasture: Vol. (3) No. 1: 25 – 29 Reksohadiprodjo,1994. Produksi Tanaman Hijauan Makanan Ternak Tropik. Edisi Ketiga. Cetakan Pertama. BPFE. Yogyakarta
Robinson. H. 1995. Komposisi Jenis Hijauan pada Padang Savana Penggembalaan di Desa Oemasi, Timor, NTT. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner (Cisarua Bogor,7-8 Nopember 1995). Bogor; Puslit Peternakan. Bogor. hlm. 545 –552.
Rusdin, Moh. Ismail., Mustaring., S. Purwaningsih A. Atik., dan U. D Sri. 2009. Studi Potensi Kawasan Lore Tengah Untuk Pengembangan Sapi Potong. Media Litbang Sulteng 2 (2): 94-103
Sanchez PA. 1993. Sifat Dan Pengelolaan Tanah Tropika. Jilid 2 (Terjemahan). Institut Teknologi Bandung. Bandung Susetyo, S. 1980. Padang Penggembalaan. Departemen Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Soltief, S. M. 2009. Kajian Kawasan Sapi Potong di Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat. Tesis. Pascasarjana. IPB. Bogor
Tilman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprojo, S. Prawirokusumo, S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu makanan ternak Dasar. Gadjah Mada. Universitas Gadjah Mada Press, Yogyakarta.
Whiteman PC. 1980. Tropical Pasture Sience. Oxford University Press.
Yoku 0., A. Supriyantono T. Widayati dan I. Sumpe 2014. Produksi padang pengembalaan alam dan potensi pengembalaan sapi Bali dalam mendukung program kecukupan daging di Papua Barat. J. Pastura. 3(2):102-105










