Pengaruh Pemanfaatan Tepung Daun Kelor terhadap Kualitas Interior dan Kandungan Protein Telur Ayam Kampung Unggul Balitbangtan
The Effect of Moringa Leaf Flour Utilization on Interior Quality and Protein Content of Balitbangtan Superior Native Chicken Eggs
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i2.1230Keywords:
ayam kampung unggul Balitbangtan, kandungan protein, kualitas interior, tepung daun kelorAbstract
The study was conducted to evaluate the usage of moringa (Moringa oleifera) leaf flour in the ration against the interior quality and protein content of eggs in superior native chickens aged 32 weeks. Experimental design used is Complete Randomized Design with four treatments and six replications. Each experimental unit has four superior native chicken Eggs. Treatment feeds were distinguished by the percentage of use of moringa oleifera leaf flour: R0=0%, R1=5%, R2=10% and R3=15%. The results showed that the use of moringa leaf flour up to 15% in the ration can have an influence on increasing egg yolk color 63.86% and protein content 54.35%, but does not affect egg yolk index, egg white index, and haugh egg unit. Based on the results of the study, It can be concluded that increaseing in the level of moringa leaf flour from 0% to 15% in the ration can increase egg yolk color. The usage moringa leaf flour 5% to 10% in the ration can increase the protein content of eggs.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam ransum terhadap kualitas interior dan kandungan protein telur pada ayam ayam kampung unggul Balitbangtan umur 32 minggu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan empat jenis perlakuan dan enam ulangan. Setiap unit percobaan terdapat empat ekor ayam. Pakan perlakuan dibedakan berdasarkan persentase penggunaan tepung daun kelor: R0=0%, R1=5%, R2=10% dan R3=15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun kelor sampai dengan 15% dalam ransum dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatkan nilai warna kuning telur 63,86% dan kandungan protein sebesar 54,35%, tetapi tidak mempengaruhi nilai indeks kuning telur, indeks putih telur dan haugh unit. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan level tepung daun kelor dari 0% sampai 15% dalam ransum dapat meningkatkan intensitas warna kuning telur. Pemanfaatan 5% sampai 10% tepung daun kelor dalam ransum dapat meningkatkan kandungan protein telur.
References
Argo Lb, Tristiarti, I Mangisah. 2013. “Kualitas Fisik Telur Ayam Arab Petelur Fase I Dengan Berbagai Level Azolla Microphylla.†Animal Agriculture Journal 2 (1): 445–57. Http://Ejournal-S1.Undip.Ac.Id/Index.Php/Aaj%0akualitas.
Bakhtra, Dwi Dinni Aulia, Rusdi, Aisyah Mardiah. 2016. “Penetapan Kadar Protein Dalam Telur Unggas Melalui Analisis Nitrogen Menggunakan Metode Kjeldahl.†Jurnal Farmasi Higea, Vol. 8, No. 2, 2016 Penetapan 8 (2). Https://Doi.Org/10.1159/000301932.
Gakuya, D. W., Mbugua, P. N., Mwaniki, S., & M., Kiama, S. G., Muchemi, G. M., dan A. Njuguna. 2014. “Effect of Supplementation of Moringa Oleifera (LAM) Leaf Meal in Layer Chicken Feed.†International Journal of Poultry Science.
Harmayanda, P.O. Ayu, Djalal Rosyidi, dan Osfar Sjofjan. 2016. “Evaluasi Kualitas Telur Dari Hasil Pemberian Beberapa Jenis Pakan Komersial Ayam Petelur.†J-Pal 7 (1): 26.
Helmiati, Senny, Rustadi Rustadi, Alim Isnansetyo, dan Zulprizal Zulprizal. 2020. “Evaluasi Kandungan Nutrien dan Antinutrien Tepung Daun Kelor Terfermentasi sebagai Bahan Baku Pakan Ikan.†Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada 22 (2): 149. https://doi.org/10.22146/jfs.58526.
Krisnadi, A. D. 2015. “Kelor Super Nutrisi. Blora Pusat Infromasi dan PengembanganTanaman Kelor Indonesia.†Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia, Lembaga Swadaya Masyarakat Media Peduli Lingkungan.
Kurniasih. 2013. Khasiat dan Manfaat Daun Kelor untuk Penyembuhan Berbagai Penyakit. Diedit oleh Ari. 1 ed. Yogyakarta: Pustaka Baru Press : Yogyakarta., 2013.
Kurniawati, Indah, dan Munaaya Fitriyya. 2018. “Karakteristik Tepung Daun Kelor Dengan Metode Pengeringan Sinar Matahari.†Jurnal Gizi dan Pangan 1: 238–43.
Indriati, dan E. Yuniarsih. 2021. “Pengaruh Penambahan Tepung Daun Kelor pada Ransum terhadap Kandungan Nutrisi dan Fisik Telur Itik.†Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan 9 (1): 42–48. https://doi.org/10.29244/jipthp.9.1.42-48.
Mas’adah, Siti Murni, Kasiyati Kasiyati, Muhammad Anwar Djaelani, dan Sunarno Sunarno. 2020. “Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) untuk Mendukung Produksi Telur Itik Pengging (Anas platyrhyncos).†Buletin Anatomi dan Fisiologi 5 (1): 25–34. https://doi.org/10.14710/baf.5.1.2020.25-34.
Nuraeni, Susan, Muhammad Anwar Djaelani, Sunarno Sunarno, dan Kasiyati Kasiyati. 2019. “Nilai Haugh Unit (HU), Indeks Kuning Telur (IKT) dan Ph Telur Itik Pengging Setelah Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.).†Buletin Anatomi dan Fisiologi 4 (2): 107–15. https://doi.org/10.14710/baf.4.2.2019.107-115.
Purwati, Dwi, M. Anwar Djaelani, dan Enny Yusuf Wachidah Yuniwarti. 2015. “Indeks Kuning Telur (IKT), Haugh Unit (HU) dan Bobot Telur pada Berbagai Itik Lokal di Jawa Tengah.†Jurnal Biologi 4 (2): 1–9.
Rahmawati, Nurina, dan Andri Cahya Irawan. 2021. “Pengaruh Penambahan Herbafit Dalam Pakan Terhadap Kualitas Fisik Telur Ayam Ras Petelur.†Jurnal Nutrisi Ternak Tropis 4 (1): 1–14. https://doi.org/10.21776/ub.jnt.2021.004.01.1.
Satria, Edi Wahyu, Osfar Sjofjan, dan Irfan Hadji Djunaidi. 2016. “Respon Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Pakan Ayam Petelur terhadap Penampilan Produksi dan Kualitas Telur.†Buletin Peternakan 40 (3): 197. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v40i3.11203.
Sengev, Abraham I., Joseph O. Abu, dan Dick I. Gernah. 2013. “Effect of <i>Moringa oleifera</i> Leaf Powder Supplementation on Some Quality Characteristics of Wheat Bread.†Food and Nutrition Sciences 04 (03): 270–75. https://doi.org/10.4236/fns.2013.43036.
Suhada, Subika, Dwi Margi Suci, dan Heri Ahmad Sukria. 2016. “Pengaruh Penggunaan Daun Kelor (Moringa oeifera) dan Asam Fulvat Terhadap Kualitas Telur Puyuh.â€
Sulastri, Evi, Muhammad Sulaiman Zubair, Nurafni Israyanti Anas, Syakila Abidin, Ririen Hardani, Risfah Yulianti, dan Aliyah. 2018. “Total phenolic, total flavonoid, quercetin content and antioxidant activity of standardized extract of moringa oleifera leaf from regions with different elevation.†Pharmacognosy Journal 10 (6): S104–8. https://doi.org/10.5530/pj.2018.6s.20.
Taurion, Muhammad Mifta Ario. 2020. “Pengaruh Pemberian Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Penampilan Produksi dan Kualitas Telur Ayam KUB.†Universitas Brawijaya.
Tshabalala, Thulani, Bhekumthetho Ncube, Ntakadzeni Edwin Madala, Trevor Tapiwa Nyakudya, Hloniphani Peter Moyo, Mbulisi Sibanda, dan Ashwell Rungano Ndhlala. 2019. “Scribbling the cat: A case of the ‘miracle’ plant, Moringa oleifera.†Plants 8 (11): 1–23. https://doi.org/10.3390/plants8110510.
United States Department of Agriculture. 2000. “Egg-Grading Manual.†Agricultural Handbook, no. 75: 12.
Yuliansyah, M. F., Widodo, E., & DJunaidi, I. H. 2015. “Pengaruh penambahan sari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai acidifier dalam pakan terhadap kualitas internal telur ayam petelur.†Jurnal Nutrisi dan Makanan Ternak 1 (2).
Wulandari dan I. I. Arief. 2022. “Review : Tepung Telur Ayam : Nilai Gizi , Sifat Fungsional dan Manfaat.†Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan 10 (30): 62–68.










