PengaruhTepung Kelordan Katuk dalam Ransum terhadap Kecernaan Serat Kasar, Lemak KasarTernak Babi

The Effect of Moringa Flour and Katuk in the Ration on Digestibility of Crude Fiber, Crude Fat of Pigs

Authors

  • Yohanes Paulus Juan Bagus Pampo Universitas Nusa Cendana
  • Sabarta Sembiring Universitas Nusa Cendana
  • Ni Nengah Suryani Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v6i1.1262

Keywords:

consumption, digestibility, moringa and katuk flour, pigs

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of a mixture of Moringa leaf flour and
sauropus leaf meal in the basal diet on the consumption and digestibility of crude fiber and crude
fat of grower landrace crossbreed pigs. The material used was 12 castration male pigs aged 2-3
months with an average initial body weight of 29.83 kg with a coefficient of variance 18.16%. The
design used was a Randomized Block Design with 4 treatments and 3 replications. The treatments
tested were R0: 100% basal died (control), R1: 95% basal died + 5% mixture of moringa and
sauropus leaf meal, R2: 90% basal died + 10% mixture of moringa and sauropus leaf meal, R3:
85% basal died + 15% mixture of moringa and katuk leaf meal. The ratio of the mixture of
Moringa leaf flour and katuk leaf flour is 4:1. Variables evaluated in the study were: intake and
digestibility of crude fiber and crude fat. The results of the analysis of variance ANOVA the
treatment had no significant effect (P>0.05) on the consumption and digestibility of crude fiber
and crude fat. It can be concluded that the use of a mixture of Moringa leaf flour and katuk leaf
flour up to 15% in the ration has the same effect on consumption and digestibility of crude fiber
and crude fat in grower phase pigs.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh campuran tepung daun kelor (Moringa
oleifera) dan tepung daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) dalam ransum basal terhadap
konsumsi dan kecernaan serat kasar dan lemak kasar ternak babi peranakan landrace fase grower.
Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi berumur 2-3 bulan dengan rata-
rata bobot badan awal 29,83Kg dengan Koefisien varians 18,16%. Rancangan yang digunakan
adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan
adalah R0: 100% ransum basal (control), R1: 95% ransum basal + 5% campuran tepung daun
kelor dan katuk, R2: 90% ransum basal + 10% campuran tepung daun kelor dan tepung daun
katuk, R3: 85% ransum basal + 15% campuran tepung daun kelor dan tepung daun katuk.
Perbandingan campuran tepung daun kelor dan tepung daun katuk adalah 4:1.Variabel yang diteliti
adalah konsumsi dan kecernaan serat kasar serta lemak kasar. Hasil analisis sidik ragam ANOVA
berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumi dan kecernaan serat kasar serta lemak kasar.
Dapat disimpulkan bahwa penggunaan campuran tepung daun kelor dan tepung daun katuk hingga
level 15% dalam ransum memberikan pengaruh yang sama terhadap konsumsi dan kecernaan serat
kasar serta lemak kasar pada ternak babi fase grower.

Author Biographies

Yohanes Paulus Juan Bagus Pampo, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Sabarta Sembiring, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Ni Nengah Suryani, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Aknesia, E. Y, Ch. J. Pontoh, J. F. Umboh, Dan, and C. A. Rahasia. 2018. “Pengaruh Substitusi Dedak Halus Dengan Tepung Kulit Buah Kopi Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Serat Kasar Pada Ternak Babi Fase Grower.†Jurnal Zootek 38 (1): 84–92.

Analisa, L. 2007. “Efek Penggunaan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Pakan Terhadap Berat Organ Dalam, Glukosa Darah Dan Kolesterol Darah Ayam Pedaging.†Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang.

Anggorodi, R. 1994. Makanan Ternak Umum. Jakarta: PT Gramedia.

Bidura, I.G.N.G., D.P.M.A. Candrawati dan N.L.G. Sumardani. 2007. Pengaruh penggunaan katuk (Sauropusandrogynus) dan daun bawang putih. Majalah Ilmiah Peternakan. 10:17-21

Blakely, J, and D. H Bade. 1992. Pengantar Ilmu Peternakan. Penerjemah: B. Hardjosubroto, W. 1994 Aplikasi Pemuliaan Ternak Di Lapangan. Jakarta: Gramedia.

Church, D. C. 1991. Livestcok Feed and Feeding. 3 ed. New Jersey, printice-hall, inc.

Gaspersz, V. 1991. Metode Perancangan Percobaan. Bandung: CV Armico.

Herlina, B, R Novita, Dan, and T Karyono. 2015. “Pengaruh Jenis Dan Waktu Pemberian Ransum Terhadap Performans Pertumbuhan Dan Produksi Ayam Broiler.†Jurnal Sain Peternakan Indonesia 10 (2): 155–62.

Kartasudjana, R, and E Suprijatna. 2006. Manajemen Ternak Unggas. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kurniasih. 2013. Khasiat Dan Manfaat Daun Kelor. Pustaka Baru Press.Yogyakarta.

Lande, B. 2009. “Pengaruh Penambahan Oleoresin Kunyit (Turmeric Oleoresin) Dalam Ransum Basal Terhadap Kecernaan Protein Kasar Dan Serat Kasar Pada Babi Peranakan Landrace.†Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Muhaiyaratun, 2018. Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan Ayam

Broiler Dari Umur 1 Sampai 7 Minggu. Skripsi Fakultas Peternakan, Universitas Mataram

National Research Council. 1998. Nutrient Requirement of Swine. 10thed: National Academy Press. Washington, D.C.

Prawitasari, R. H, V. D. Y. B. Ismadi, Dan, and I. Estiningdriati. 2012. “Kecernaan Protein Kasar Dan Serat Kasar Serta Laju Digesti Pada Ayam Arab Yang Diberi Ransum Dengan Berbagai Level Azolla Microphylla.†Animal Agriculture Journal 1 (1):

–83.

Santoso, S. 2009. Kesehatan Dan Gizi. Jakarta: Rineka Cipta.

Saragih, T, and R Desni. 2016. “Peranan Daun Katuk Dalam Ransum Terhadap Produksi, Dan Kualitas Telur Ayam

Petelur.†JITP 5 (1): 11–16.

Sari, M. L. 2004. “Konsumsi Dan Konversi Ayam Pedaging Bibit Periode Pertumbuhan Dengan Perlakuan Pembatasan Ransum Pada Lantai Kawat Dan Litter.†Jurnal Indon. Trop Anim Agric 29 (2): 87–94.

Sembiring S., Trisunuwati P., Sjofjan O., dan Djunaidi I. 2021. Effect Of Fermented Kepok Banana Corm Inclusion In The

Diet On The Nutrien Digestibility And Mineral Ca And P Retention Of Growing Pigs. American Journal of Agriculture and Forestry. 9 (1); 7-12

Sihombing, D. T. H. 2006. Ilmu Ternak BabiYogyakarta: Gadjah Mada University.Press.

Sinaga, S, D. T. H. Sihombing, Kartiarso, Dan, and M Bintang. 2011. “Kurkumin Dalam Ransum Babi Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetis Untuk Perangsang Pertumbuhan.†Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati Dan Fisik 13 (2): 185–92.

Soest, P. J Van. 1994. Nutritional Ecology of the Ruminant (2nd Ed.). Ithaca, New York: Cornell Univ. Press.

Tillman, A. D, S Reksohadiprodjo, SPrawirokusumo, Dan, and S Lebdosoekojo. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Warouw, Z. M, VV.J Panelewen, And, and A. D. P Mirah. 2014. “Analisis Usaha Peternakan Babi Pada Perusahaan ‘Kasewean’ Kakaskasen Ii Kota Tomohon.†Jurnal Zootek 34 (1): 92–102

Downloads

Published

2024-03-20

Issue

Section

Articles