Pengaruh Penggunaan Ampas Tahu sebagai Pengganti Konsentrat Komersial terhadap Performa dan Income Over Feed Cost pada Ternak Babi
The Effect of the Use of Tofu Waste as a Substitute of Commercial Concentrate on Performance and Income Over Feed Cost in Pigs
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i3.1267Keywords:
ampas tahu, babi, IOFC, performan.Abstract
Penggunaan ampas tahu sebagai pengganti konsentrat komersial bertujuan untuk mengetahui efek penggunaannya terhadap performa dan income over feed cost (IOFC) pada ternak babi. Ternak babi yang digunakan pada penelitian ini adalah dua belas ekor ternak babi betina keturunan landrace yang berumur 8–12 minggu dan berat badan awal 10-45 kilogram dengan rataan 29,54 kilogram (KV 34,35%). Metode yang diterapkan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat jenis perlakuan dan tiga ulangan pada setiap perlakuan, yang terdiri dari Raa: ransum tanpa ampas tahu, Rab: ampas tahu menggantikan 20% konsentrat komersial, Rac: ampas tahu menggantikan 30% konsentrat komersial dan Rad: ampas tahu menggantikan 40% konsentrat komersial. Penggunaan ampas tahu sebagai pengganti konsentrat komersial berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ampas tahu sebagai pengganti sebagian (40%) konsentrat komersial dapat memberikan efek yang sama terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan, konversi ransum dan IOFC pada ternak babi penelitian. Ampas tahu dapat menggantikan 40% konsentrat komersial.
References
Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Jakarta: PT. Gramedia.
Budaarsa, K, G E Stradivari, I.P.G.A.S. Kencana Jaya, I.G. Mahardika, A.W. Puger, I M. Suasta, and I P. Ari Astawa. 2015.
“Pemanfaatan Ampas Tahu Untuk Mengganti Sebagian Ransum Komersial Ternak Babi.†Jurnal Ilmiah Peternakan Universitas Udayana Vol. 1 (1): 226–39.
Duldjaman, M. 2004. “Penggunaan Ampas Tahu Untuk Meningkatkan Gizi Pakan Domba Lokal.†Media Peternakan 27 (3): 88–90. https://media.neliti.com/media/publications/161713-ID-penggunaan-ampas-tahu-untuk-meningkatkan.pdf.
Gaspersz, V. 1991. Metode Perancangan Percobaan. Bandung: C.V. Armico.
Harjanto, Sri. 2011. Pengaruh Penggunaan Ampas Tahu Dalam Ransum Terhadap Performan Babi Landrace Jantan Kastrasi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Heryfianto, F, I M S Aryanta, and Tagu Dodu. 2015. “Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit Dalam Ransum Basal Terhadap Pertambahan Bobot Badan, Konsumsi Ransum, Konsumsi Protein Kasar Dan Konversi Ransum Ternak Babi.†Jurnal Nukleus Peternakan 2 (2): 200–207. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/nukleus/article/view/777/679.
Ly, J., U. M. Ginting, and R.D.H. Likadja. 2010. “Pig Production in Nusa Tenggara Timur, the Semiarid Regions.†Paper Presented in: ACIAR and Udayana University Pig Production in Eastern Indonesia Workshop, July 2010.
National Research Council. 1979. Nutrient Requirement of Swine. 2nd ed. Whasington, D. C.: National Academy of Sciences.
———. 1998. Nutrient Requirement of Swine. National Academy Press. 10th ed. Whasington, D. C: National Academy Press.
Nuraini. 2009. “Performa Broiler Dengan Ransum Mengandung Campuran Ampas Sagu Dan Ampas Tahu Yang Difermentasi Dengan Neurospora Crassa.†Media Peternakan 32 (3): 195–202.
Prawirokusumo, S. 1990. Ilmu Gizi Komparatif. I. Yogyakarta: BPFE.
Sapibagus. 2021. “Ampas Tahu Sebagai Pakan Ternak Sapi.†Sapibagus Inspirasi Dunia Sapi Indonesia. 2021. Ampas Tahu Sebagai Pakan Ternak Sapi.
Sihombing, D.T.H. 2006. Ilmu Ternak Babi. II. Bogor: Gadjah Mada University Press.
Silalahi, M, Sauland Sinaga, and Benedictus. 2011. “Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Babi Terhadap Pertumbuhan Dan Konversi Ransum.†Jurnal Penelitian Pertanian Terapan 12 (1): 20–27.
https://media.neliti.com/media/publications/140145-ID-pengaruh-pemberian-berbagai-dosis-curcum.pdf.
Sinaga, S, and M Silalahi. 2002. “Performans Produksi Babi Akibat Tingkat Pemberian Manure Ayam Petelur Sebagai Bahan Pakan Alternatif.†Jurnal Ilmu Ternak 7 (4): 207 – 213. https://scholar.google.co.id/citations?view_op=view_citation&hl=id&user=xchYb3sAAAAJ&citation_for_view=xchYb3sAAAAJ:Y0pCki6q_DkC.
Sinaga, Sauland., D.T.H. Sihombing, Maria. Bintang, and Kartiarso. 2010. “Pemberian Curcumin Dalam Ransum Babi Sebagai Pengganti Antibiotik Sintetis Untuk Perangsang Pertumbuhan.†Forum Pascasarjana 33 (2): 123–31. https://journal.ipb.ac.id/index.php/forumpasca/article/view/4972/3394.
Sinaga, Sauland, and Sri Martini. 2010. “Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Ransum Babi Periode Starter Terhadap Efisiensi Ransum.†Jurnal Ilmu Ternak 10 (2): 95–101. http://jurnal.unpad.ac.id/jurnalilmuternak/article/view/431/529.
Surya, Kencana Jaya I.P.G.A., I. G. Mahardika, and I.M. Suasta. 2015. “Pengaruh Penggantian Ransum Komersial Dengan Ampastahu Terhadap Penampilan Babi Ras.†Journal of Tropical Animal Science 3 (3): 482–91. https://ojs.unud.ac.id/index.php/tropika/article/view/18610/12076.
Tanghamap, S. T., T. Dodu, and N.N. Suryani. 2016. “Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit Dalam Ransum Basal Terhadap Pertambahan Ukuran Linear Tubuh Dan Income Over Feed Cost Pada Babi.†Jurnal Nukleus Peternakan 3 (1): 61–68. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/nukleus/article/view/787/689.
Tanwiriah, W., D. Garnida, and Y.A. Indrawati. 2006. “Pengaruh Tingkat Protein Dalam Ransum Terhadap Performans Entok Lokal (Muscovy Duck) Pada Periode Pertumbuhan.†Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner, 1–9. https://docplayer.info/67225251-Pengaruh-tingkat-pemberian-ampas-tahu-dalam-ransum-terhadap-performans-entok-muscovy-duck-pada-periode-pertumbuhan.html.










