PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus L. Merr) DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN ENERGI TERNAK BABI FASE STARTER - GROWER

Authors

  • Leonardus Rizaldus Nggadas Peternakan Undana
  • Ni Nengah Suryani Universitas Nusa Cendana
  • Wilmientje Marlene Nalley Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i3.1268

Keywords:

Babi, daun kelor, daun katuk, energi, protein kasar

Abstract

ABSTRAK

 Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh campuran tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan tepung daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) terhadap konsumsi kecernaan protein kasar serta energi ternak babi fase starter – grower. 12 ekor ternak babi digunakan dalam penelitian ini, umur 1-2 bulan, bobot ternak berkisar 5-15,6 kg serta rataan 8,76 kg (KV = 11,57 %). Eksperimen ini menggunakan teknik ekperimen rancangan acak lengkap (RAL) yakni 4 perlakuan serta 3 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu R0 = 100% ransum basal (RB); R1 = 95% ransum basal (RB) + 4% tepung daun kelor (TDKe) + 1% tepung daun katuk (TDKa); R2 = 90% RB + 8% TDKe + 2%TDKa; R3 = 85% RB + 12% TDKe + 3% TDKa. Parameter yang diuji yaitu konsumsi dan kecernaan protein kasar dan energi. Hasil statistik terlihat campuran tepung daun kelor dan daun katuk tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap konsumsi kecernaan protein kasar serta energi ternak babi fase starter - grower. Dapat disimpulkan bahwa campuran tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan tepung daun katuk (Sauropus androgynus L. Merr) hingga level 15% (12% TDKe + 3% TDKa) dalam ransum memberikan hasil yang sama terhadap konsumsi kecernaan protein kasar serta energi ternak babi fase starter – grower.

Author Biographies

Ni Nengah Suryani, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

Wilmientje Marlene Nalley, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan

References

Aminah, S., Ramdhan, T., & Yanis, M. (2015). Kandungan nutrisi dan sifat fungsional tanaman kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan, 5(30), 35–44.

Ariana, I. N. T., Puger, A. W., Oka, A. A., & Sriyani, N. L. P. (2014). Analisis ekonomi usaha ternak babi dengan pemberian sekam padi dalam ransum yang mengandung limbah hotel. Jurnal Veteriner, 17(2), 71–74.

Bidura, G. D. E. (2017). Limbah pakan ternak. Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar.

Bolarinwa, O., & Adeola, O. (2016). Regression and Direct Methods do not give different estimates of digestible and metabolizable energi values of barley, sorghum, and wheat for pigs. J Anim Sci, 94(2016), 610–616.

Bukar, A., Uba, A., & Oyeyi, T. I. (2010). Antimicrobial profile or Moringga oleivera Lam extracts against some food-borne microorganisms. Boyero Journal Of Pure and Apllied Science, 3(1), 43–48.

Gaspersz, V. (1991). Metode Perancangan Percobaan. Armino Bandung.

Gultom, S. M., Supratman, R. H., & Abun. (2012). Pengaruh Imbangan Energi dan Protein Ransum Terhadap Bobot karkas dan bobot lemak abdominal ayam broiler umur 3-5 minggu. Students E-Journal, 1(1), 1–5.

Heryfianto, F., Aryanta, I. M. S., & Dodu, T. (2015). Pengaruh penambahan tepung kunyit dalam ransum basal terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konsumsi protein kasar dan konversi ransum ternak babi. Jurnal Nukleus Peternakan, 2(2), 200–207.

Ichawan, W. M. (2003). Membuat pakan ayam ras pedaging. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Jaya, K., Mahardika, I. G., & Suasta, I. M. (2015). Pengaruh penggantian ransum komersial dengan ampas tahu terhadap penampilan babi ras. J Peternakan Tropika, 3(3), 482–491.

Kaligis, F. S., Umboh, J. F., Pontoh, C. J., & Rahasia, C. A. (2017). Pengaruh substitusi dedak halus dengan tepung kulit buah kopi dalam ransum terhadap kecernaan energi dan protein pada ternak babi fase grower. Jurnal Zootek, 37(2), 199–206.

Kleden, M. M., Soetanto, H., Kusmartono, & Kuswanto. (2017). Concentration of progesterone and prolactin hormones and milk production of new zealand white rabbits doe fed moringa leaves meal. Mediteranean Journal Of Social Science, 6(3), 79–85.

Ly, J., Sjofjan, O., Djunaidi, I. H., & Suyadi, S. (2017). Effect of Supplementing Saccharomyces cerevisiae into Low Quality Local-Based Feeds on Performance and Nutrient Digestibility of Late Starter Local Pigs. Journal of Agricultural Science and Technology, 7(2017), 345–349. https://doi.org/10.17265/2161-6256/2017.05.006

Malheiros, R. D., Moraes, M. B., Collin, A., Janssens, P. J., Decuypere, E., & Buyse, J. (2003). Dietary macronutrients, endocrine functioning and intermediary metabolism in broiler chickens. Nutr Res, 23(4), 567–578.

Mide, M. Z., & Harfiah. (2013). Pengaruh penambahan tepung daun katuk (Saoropus androgynus) dalam ransum berbasis pakan lokal terrhadap performans broiler. Buletin Nutrisi Dan Makanan Ternak, 9(1), 18–26.

Moi, M. A. (2019). Pengaruh Penggunaan Konsentrat Sierad Dalam Pakan Lokal Terhadap Konsumsi Dan Kecernaan Protein Dan Energi Pada Ternak Babi Peranakan Landrace. Universitas Nusan Cendana Kupang.

Mukumbo, F. E., Maphosa, V., Hugo, A., Nkukwana, T. T., Mabusela, T. P., & Muchenje, V. (2014). Effect of Moringa oleifera leaf meal on finisher pig growth performance , meat quality , shelf life and fatty acid composition of pork. Journal of Animal Science, 44(4), 388–400.

Nasution, R. A. P., Atmomarsono, U., & Sarengat, W. (2014). Pengaruh penggunaan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) dalam ransum terhadap performa ayam broiler. Animal Agriculture Journal, 3(2), 334–340.

Nation Research Countil. (1998). Nutrien Requirement of Swine. 10th ed: National academy Press. Washington, D.C.

Nugroho, E., & Whendrato, G. (2014). Beternak Babi. Ekka Offset: Semarang.

Oduro, I., Ellis, W. O., & Owusu, D. (2008). Nutritional potential of two leafy vegetables : Moringa oleifera and Ipomoea batatas leaves. Scientific Research and Essay, 3(2), 57–60.

Osfar Sjofjan. (2008). Efek penggunaan tepung daun kelor (Moringa oleifera) dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam pedaging. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner. Malang (ID): Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya., 649–656.

Poluan, W. R., Montong, P. R. R. ., Paath, J. F., & Rawung, V. R. . (2017). Pertambahan berat badan, jumlah konsumsi dan efisiensi penggunaan pakan babi fase grower sampai finisher yang diberi gula aren (Arenga pinnata merr) dalam air minum. Jurnal Zootek, 37(1), 50–61.

Rasyaf, M. (2012). Panduan Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rohyani, I. S., Eryanti, E., & Suripto. (2015). Kandungan fitokimia beberapa jenis tumbuhan lokal yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku obat di pulau lombok. Prosiding Semonar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(2), 388–391.

Santoso, U., Ohtani, S., Tanaka, K., & Sakaida, M. (1999). Dried bacillus subtilis culture reduced ammonia gas release in Poultry House. J Anim Sci, 12(5), 806–809.

Saragih, D. T. R. (2016). Peranan daun katuk dalam ransum terhadap produksi, dan kualitas telur ayam petelur. JITP, 5(11–16).

Sari, K. A., Sukamto, B., & Dwiloka, B. (2014). Efisiensi Penggunaan Protein pada Ayam Broiler dengan Pemberian Pakan Mengandung Tepung Daun Kayambang ( Salvinia molesta ). Agripet, 14(2), 76–83.

Sihombing, D. T. H. (2006). Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press Yogyakarta.

Sinaga, S., Sihombing, D. T. H., Bintang, M., & Kartiarso. (2010). Pemberian Curcumin dalam Ransum Babi sebagai Pengganti Antibiotik Sintetis (S. Sinaga et al. ). Forum Pascasarjana, 33(2), 123–131.

Sinaga, S., Sihombing, D. T. H., Kartiarso, & Bintang, M. (2011). Kurkumin dalam ransum babi sebagai pengganti antibiotik sintetis untuk perangsang pertumbuhan. Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati Dan Fisik, 13(2), 125–132.

Subekti, S., Sumarti, S. S., & Murdiarti, T. B. (2008). Pengaruh daun katuk (Sauropus androgynous L. merr.) dalam ransum terhadap fungsi reproduksi pada puyuh. Jurnal Ilmu Ternak Veteriner, 13(3), 167–173.

Tala S. 2020. Budidaya ternak babi fase starter dengan penggunaan sumber pakan konsentrat yang berbeda di Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Galung Tropika. 9 (1): 41-47.

Tillman, A. D., Hartadi, H., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosukodjo, S. (2005). Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Tulung, C., Umboh, J. F., Sompie, F. N., & Pontoh, C. J. (2015). Pengaruh penggunaan virgin coconut oil (VCO) dalam ransum terhadap kecernaan energi dan protein ternak babi peranakan. Jurnal Zootek, 35(2), 319–327.

Utama, I. A. P. ., Sumadi, I. K., & Astawa, I. P. A. (2016). Pengaruh level energi dan protein ransum terhadap kecernaan ransum pada babi bali jantan lepas sapih. Journal of Tropical Animal Science, 4(3), 529–544.

Warouw ZM, Panelewen VVJ, Mirah ADP. 2014. Analisis usaha peternakan babi pada perusahan “kasewean†kakaskasen II kota tomohon. Jurnal Zootek 34(1):92-102.

Downloads

Published

2023-09-19

How to Cite

Nggadas, L. R., Suryani, N. N., & Nalley, W. M. (2023). PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus L. Merr) DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN ENERGI TERNAK BABI FASE STARTER - GROWER. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 5(3), 359–367. https://doi.org/10.57089/jplk.v5i3.1268

Issue

Section

Articles