Kualitas Silase Rumput Kume (Sorghum plumosum var.Timorense ) dan Rumput Suket Putihan (Bothriochloa pertusa) Hasil PertanamanMonokultur maupun Campuran
Quality of kume grass silage (sorghum plumosum var. timorense) and (bothriochloa pertusa) result planting monocultures or mixtures
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i4.1318Keywords:
Botriochloa pertusa, Rumput kume, Silase, Sistem pertanamanAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas silase rumput kume (Sorgum plumosum var.Timorense) dan suket putihan (Bothriochloa pertusa) yang ditanam monokultur maupun campuran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yakni SPM=Sorgum plumosum monokultur, BPM= Botriochloa pertusa monokultur dan SPBP= campuran Sorgum plumosum dan Botriochloa pertusa. Parameter yang diukur yakni kualitas fisik (aroma, tekstur, warna dan jamur) dan kualitas kimia (perubahan bahan kering silase, bahan kering, bahan organik, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, neutral detergen fiber, bahan ekstrat tanpa nitrogen dan pH). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Sidik Ragam (Anova) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas fisik silase ditumbuhi sedikit jamur serta warna silase yang di hasilkan yaitu warna hijau kecoklatan. Selanjutnya pada kualitas kimia perbedaan perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap ( P> 0,05) perubahan bahan kering, bahan organik dan bahan ekstrat tanpa nitrogen. Disimpulkan bahwa nilai perubahan bahan kering silase, bahan organik, bahan ekstrak tanpa nitrogen, aroma dan tekstur tidak tergantung pada sistem pertanaman namun kandungan bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, neutral detergen fiber, pH serta warna dan jamur sangat tergantung pada sistem pertanaman rumput kume dan rumput suket putihan monokultur maupun campuran.
References
Anggorodi, R. 1995. “Ilmu Makanan Ternak Umum. Cetakan Kelima.†Penerbit PT. Gramedia. Jakarta.
Arsyad, Imelda. 2018. “Pengaruh Level Pemberian Tepung Umbi Talas Pada Pembuatan Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) Terhadap Kandungan ADF Dan NDF.†Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin.
Bamualim, A. 1994. “Usaha Peternakan Sapi Perah Di Nusa Tenggara Timur.†In Prosiding Seminar Pengolahan Dan Komunikasi Hasil–Hasil Penelitian Peternakan Dan Aplikasi Paket Teknologi Pertanian. Sub Balai Penelitian Ternak Lili/Balai.
Chemists), AOAC (Association of Official Analytical. 1990. “Official Methods of Analysis.†Aoac Washington, DC.
Crampton, E W, and L E Haris. 1969. “Applied Animal Nutrition E, d. 1 St The Engsminger Publishing Company.†California, USA.
Dami Dato, T O. 1998. “Pengolahan Rumput Sorghum Plumosum Var. Timorense Kering Dengan Filtrat Abu Sekam Padi (FASP) Terhadap Perubahan Komponen Serat Dan Kecernaannya Secara in Vitro.†Tesis. Program Pascasarjana, Universitas Padjadjaran, Bandung.
Despal, Idat Galih Permana, Toto Toharmat, and Dwierra Evviernie Amirroennas. 2017. “Pemberian Pakan Sapi Perah†104 (3): 119.
Hariani, Harni. 2016. “Kandungan Ndf Dan Adf Silase Campuran Rumput Raja Dan Tepung Daun Gamal Dengan Level Berbeda Distimulir Dengan Saus Burger Pakan.†Universitas Mataram.
Holik, Yayang Lilik Abdul, Luki Abdullah, and Panca Dewi Manu Hara Karti. 2019. “Evaluasi Nutrisi Silase Kultivar Baru Tanaman Sorgum (Sorghum Bicolor) Dengan Penambahan Legum Indigofera Sp. Pada Taraf Berbeda.†Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan 17 (2): 38–46.
I N., Kaca, I G. Sutapa, L. Suariani, Y. Tonga, N.M. Yudiastari, and N.K.E. Suwitari. 2019. “Produksi Dan Kualitas Rumput Gajah Kate (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Yang Ditanam Dalam Pertanaman Campuran Rumput Dan Legum Pada Pemotongan pertama.â€Pastura 6 (2): 78. https://doi.org/10.24843/pastura.2017.v06.i02.p08.
Jelantik, I G N. 2001. “Supplementasi Protein Sebagai Alternatif Peningkatan Produktivitas Sapi Bali Di Nusa Tenggara Timur. Pros.†In Seminar Nasional Peternakan Pasca IAEUP.
Jelantik, I Gusti N, Tara Tiba Nikolaus, dan Cardial Leo Penu. 2019 Memanfaatkan Padang Penggembalaan Alam Untuk Meningkatkan Populasi Dan Produktivitas Ternak Sapi Di Daerah Lahan Kering. Myria Publisher.
Malik, Muhammad Asrianto. 2013. “Kualitas Fisik Dan Kimiawi Silase Tanaman Sorgum Manis (Sorghum Bicolor L. Moench) Umur 70 Hari Dengan Penambahan Aditif.â€
Mannetje, L’t, and R M Jones. 1992. “Plant Resources of South-East Asia. No. 4: Forages.â€
MartÃnez-Hincapié, Ricardo, Paula Sebastián-Pascual, VÃctor Climent, and Juan M Feliu. 2015. “Exploring the Interfacial Neutral PH Region of Pt (111) Electrodes.†Electrochemistry Communications 58: 62–64.
Mullik, M L, AIGN Jelantik, and R S Copland. 2010. “Post Weaning Effects of Supplementing Bali
Cattle(Bos Sondaicus) Calves Prior to Weaning in Villages of West Timor, Indonesia.†In Proc. Aust. Soc. Anim. Prod. Vol. 28.
Nahak, Oktovianus Rafael, Paulus Klau Tahuk, Gerson Frans Bira, Amandus Bere, and Herminus Riberu. 2019. “Pengaruh Penggunaan Jenis Aditif Yang Berbeda Terhadap Kualitas Fisik Dan Kimia Silase Komplit Berbahan Dasar Sorgum (Shorgum Bicolor (L.) Moench).†JAS 4 (1): 3–5.
Ndun, N. Alberth., M.A. Hilakore., L.S. Enawati. 2015. “Kualitas Silase Campuran Rumput Kume (Sorghum Plumosum Var. Timorense) Dan Daun Gamal (Gliricidiasepium) Dengan Rasio Berbeda.†Jurnal Nukleus Peternakan 2 (1): 83–87.
Nompo, Syamsuddin. 2013. “Pengaruh Pupuk Organik Dan Umur Defoliasi Terhadap Beberapa Zat Gizi Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum).†Buletin Nutrisi Dan Makanan Ternak 9 (1).
Nulik, J, Fernandez PTh, and Z Babys. 1990. “Produktivitas Padang Penggembalaan Alam.â€
Ohmomo, Sadahiro, Osamu TANAKA, Hiroko K Kitamoto, and Yimin CAI. 2002. “Silage and Microbial Performance, Old Story but New Problems.†Japan Agricultural Research Quarterly: JARQ 36 (2): 59–71.
Ora UH, Jelantik IGN dan Jalanudin2016. “Kualitas Silase Clitoria Ternatea Ditanam Monokultur Dan Terintegrasi Dengan Jagung.†Jurnal Nukleus Peternakan 3(1):24:33.
Pasi, Oliva Sako, Erna Hartati, and Markus Miten Kleden. 2021. “Pengaruh Penggunaan Dedak Sorgum Pada Silase Campuran Rumput Kume-Daun Gamal Terhadap Kecernaan Nutrien Dan Konsentrasi Gas Metana In Vitro.†Jurnal Peternakan Lahan Kering 3 (2): 1463–69.
Riwu Kaho, L M. 1993. “Studi Tentang Pergiliran Merumput Pada Biom Savana. Suatu Telaah Pada Savana Binel Timor Barat.†Thesis, IPB, Bogor.
Senjaya, O T, T Dhalika, A Budiman, and I Hernaman. 2010. “Masnyur. 2010. "Pengaruh Lama Penyimpanan Dan Aditif Dalam Pembuatan Silase Terhadap Kandungan NDF Dan ADF Silase Rumput Gajah".†Jurnal Ilmu Ternak 10 (2): 85–89.
Surono, Surono. 2006. “Kehilangan Bahan Kering Dan Bahan Organik Silase Rumput Gajah Pada Umur Potong Dan Level Aditif Yang Berbeda.†Jurnal Pengembangan Peternakan Tropis 1 (31): 62–67.
Tillman, Allen D, Hari Hartadi, Soedomo Reksohadiprodjo, Soeharto Prawirokusumo, and Soekanto Lebdosoekojo. 1998. “Ilmu Makanan Ternak Dasar.†Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Titterton, M, and F B Bareeba. 2000. “Grass and Legume Silages in the Tropics.†FAO Plant Production and Protection Papers, 43–50.
Utomo, Ristanto, Subur Priyono Sasmito Budhi, and Irma Fitri Astuti. 2013. “Pengaruh Level Onggok Sebagai Aditif Terhadap Kualitas Silase Isi Rumen Sapi.†Buletin Peternakan 37 (3): 173–80.
Wallace, B Y Terry C, Aaron Velasco, Thorne Lay, Jiajun Zhang, Jeroen Tromp, Carl Tape, Qinya Liu, Et Al. 2016. “Βioextraction Of Oxidized Nikel Ores and Xpheh Etepotpoon Mixpoopyavionovno Title.†Bulletin Of The Seismological Society Of America 106 (1): 6465–89.
Yusuf, Ardianah. 2001. “Kandungan Protein Kasar Dan Serat Kasar Pada Silase Campuran Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum Schumacher & Thonn) Dengan Legum.†Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Makassar: Makassar.










