Pengaruh Tepung Apu-apu (Pistia stratiotes) Menggantikan Sebagian Ransum Basal Terhadap Kecernaan Kalsium dan Fosfor Ternak Babi Landrace Fase Grower
The Effect of Water Lettuce Flour (Pistia stratiotes) to Replace a Portion of the Basal Ration to Digestibility of Calsium and Phosphorus Grower Phase Landrace Pigs
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i3.1342Keywords:
Calsium, consumption, digestibility phosphorus, pigs, water lettuce flourAbstract
The purpose of research to determine the effect of used water lettuce flour (Pistia stratioes) to replaced a
partion of the basal ration on the consumption and digestibility of calcium and phosphorus livestock landrace
pig phase grower. Livestock were used in the study is as much as 12 head of pigs crossbreed landrace aged of 4
- 5 months and intial weight of 36 - 58 kg and an average of 48.17 kg coevisien varience= 15.27%. The
design used in research this is the design of randomized groups, divided into 4 treatments and 3 replications
each: T0: ration basal (RB) without water lettuce flour, T1: 95% RB + 5% water lettuce flour, T2: 90% RB +
10% WLF, T3: 85% RB + 15% WLF. The variable that is measured is the consumption and digestibility of
calcium and phosphorus. The results of statistic test showed that the treatment had a significant effect (P<0,05)
on phosphorus consumption and calcium digestibility but had no significant effect on (P>0.05) with calcium
consumption and phosporus digestibility. The conclusion of this study was that, the use of apu-apu flour 5%,
10%, and 15% replacing some of the feed ingredients differs not real to calcium and phosphorus consumption
but is significantly different from the real difference to the digestibility of calcium and phosphorus (P>0.05) of
the research pig livestock.
Riset ini bertujuan untuk memahamimengetahui efek tepung. apu-apu (Pistia stratioes) menggantikan
sebagian ransum basal terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium, fosfor ternak babi peranakan landrace fase
grower. Digunakan ternak babi sebanyak 12 ekor dengan umur 4 - 5 bulan dan berat awal 36-58 kg dan rata-
rata. 48,17 kg (koevisien variasi 15,27%). Metode yang diperlukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK),
dengan 4 perlakuan dan diulang 3 kali meliputi P0: 100% ransum basal (RB) tanpa tepung apu-apu, P1: 95 %
RB + 5 % apu-apu (TA), P2: 90% RB + 10% TA, P3: 85% RB + 15% TA. Variabel percobaan meliputi
konsumsi serta kecernaan kalsium dan fosfor. Hasil uji statistik diperoleh, perlakuan berpengaruh nyata
(P<0,05) terhadap konsumsi fosfor dan kecernaan kalsium akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P˃0,05)
terhadap konsumsi kalsium dan kecernaan fosfor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, penggunaan tepung
apu-apu 5% TA, 10% TAdan 15% TA menggantikan sebagian bahan pakan berbeda tidak nyata terhadap
konsumsi kalsium dan fosfor namun berbeda nyata terhadap kecernaan kalsium dan fosfor (P>0,05) ternak babi
penelitian.
References
Ahmad MI, Tanwiriah W dan Asmara YI. 2016. Pengaruh penambahan tepung mengkudu dalam ransum basal terhadap bobot akhir bobot karkas dan income over feed cost ayam sentul. Student E-Journal. 6 (1): 243-252
Anggorodi. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit Pt Gramedia Jakarta. Pp: 111-115.
Astuti A, Agus A dan Budhi. 2009. Pengaruh penggunaan high quality feed supplement terhadap konsumsi dan kecernaan nutrient sapi perah awal laktasi. Bulletin Of Animal Science. 33 (2): 81-87
Bawole DAC, Rahasia CA, dan Pontoh CJ. 2020. Pengaruh penggantian sebagian ransum dengan tepung daun dan batang ubi jalar terhadap kecernaan kalsium dan fosfor pada ternak babi. ZOOTEC. 41(1): 114-121.
Dasalaku AN, Ly J, Suryani NN, dan Aryanta IMS. 2020. Efek penggunaan larutan daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam “liquid feeding†terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor babi peranakan landrace. Jurnal Peternakan Lahan Kering. 2(4): 1061-1069.
Dewi SHC dan Setiohadi J. 2010. Pemanfaatan tepung pupa ulat sutera (Bombyx mori) untuk pakan puyuh (Countix japonica) jantan. Jurnal Agri Sains. 1 (1): 1-6
Gonzales-Vega, Walk CL, Liu Y dan Stein HH. 2013. Determination of endogenus intesinal losses of calsium and true total tract digestibility of calsium in canola meal fed to growing pigs. Jurnal of Anim Sci. 91 (10): 4087-4816.
Greiset BG, Erickson GE, Klopfeinstein CN, Macken, Luebe MK dan McDonal. 2010. Phosporus reguirement and excrection of finishing beef cattle feed different concentrations of phosphorus. J. Anim. Sci. 88 (1): 2393-2402
National Research Council. 1998. Nutrient Requirement of Swine. 10tded: National Academy Press. Washington D.C. Pp: 1-210
Parakkasi A. 2006. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Penerbit Angkasa Bandung. Pp: 60-208
Pramono S. 2006. Penanganan pasca panen dan pengaruhnya terhadap efek terapi obat alami. Prosisding seminar nasional tumbuhan obat Indonesia XXVIII, Bogor. 15-18 September 2005. Pp: 1-6.
Rambet V, Umboh FJ, Tulung RLY dan Kowel SHY. 2016. Kecernaan protein dan energi ransum ayam broiler yang menggunakan tepung manggot (Hermelita illucens) sebagai pengganti tepung ikan. Zootect Jurnal. 36 (1): 13-22.
Rao SR, Raju MVLN, Reddy MR dan Pavani P. 2006. Interaction between dietary calcium and non-phytate phosphorus levels on growth, bone mineralization and mineral excretion in commercial broilers. Animal Feed Science and Technology. 131 (1-2): 135-150.
Raras DP, Yususf B dan Alimuddin. 2015. Analisis kandungan ion logam berat Fe, Cd, Cu dan Pb pada tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L) dengan menggunakan variasi waktu. Prosiding Seminar Tugas Akhir. Program studi Kimia. FMIPA. Universitas Mulawarman. Samarinda. Periode Juni 2015. Pp: 76-79.
Sihombing DTH. 2010. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press Yokyakarta. Pp: 1-69
Sijabat NW. 2007. Pengaruh suplementasi mineral Na, Ca, P, dan Cl dalam Ransum terhadap produksi telur puyuh (Coturnix japonica). Skripsi. Depertemen Peternakan, Fakultas Pertanian Univesitas Sumatra Utara Medan.
Silalahi M, Benedictus dan Sinaga S. 2010. Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada babi terhadap pertumbuhan dan konversi ransum. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 12 (1): 20-27
Sitompul R, Erwan E dan Saleh E. 2020. Pemanfaatan tepung daun apu-apu (Pistia stratiotes) dalam ransum basal terhadap organ pencernaan ayam ras pedaging. Fakultas Pertanian dan Peternakan, UIN Sultan Syarif Kasim. Jurnal Peternakan. 17 (1): 17-24
Sutama IS. 2005. Pengaruh suplementasi kapu-kapu (Pistia stratiotes L) dalam ransum terhadap kolesterol pada serum dan daging ayam kampung. Jurnal Peternakan Lahan Kering. 8 (2): 1-9
Tillman AD. Reksohadiprodjo S. Prawirokusumo S dan Lebdosoekojo S. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. Pp: 1 - 442.
Yanuartono YH, Purnamaningsih S, Indarjulianto dan Nururrozi A. 2017. Potensi jerami sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternaka. 27 (1): 40-62.










