Penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL) Dalam Silase Isi Rumen Sapi terhadap Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik dan Total Digestible Nutrient (TDN) secara In Vitro
The Use of Local Microorganisms (MOL) in Cow Rumen Contents Silage to In Vitro Dry Matter, Organic Matter Digestibility and Total Digestible Nutrient (TDN)
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v4i4.1473Keywords:
Local microorganisms, silage, the content of the rumen of cows, digestibility, in vitro.Abstract
This study aims to determine the effect of the use of local microorganisms (moles) in the silage of cow rumen contents on the digestibility of dry matter, organic matter and total digestible nutrients (TDN) in vitro. The method used in this study was an experimental method using a complete randomized design (CRD) consisting of four treatments of four replicates. The treatment is P0 = 60% rumen contents + 35% rice bran + 5% sugar; P1 = P0 + 40 ml Mole; P2 = P0 + 80 ml Mole; P3 = P0 + 120 ml Mole. The variables measured were dry matter, organic matter digestibility and total digestible nutrient (TDN). The data were analyzed using Analysis of Variance (Anova) and if there were differences among the treatments with Duncan's range test. Statistical analysis show that there were significant difference (P<0.01) on dry matter and organic matter digestibility and total digestible nutrients (TDN). The conclusion showed that the use 40 ml of local microorganisms was the best level to increase dry and organic matter digestibility and total digestible nutrients.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mikroorganisme lokal (mol) dalam silase isi rumen sapi terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan total digestible nutrient (TDN) secara in vitro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuannya yaitu P0 = 60% isi rumen + 35% dedak + 5% gula; P1 = P0 + 40 ml Mol; P2 = P0 + 80 ml Mol; P3= P0 + 120 ml Mol. Variabel yang diukur adalah kecernaan bahan kering, bahan organik dan total digestible nutrient (TDN). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik dan total digestible nutrient (TDN). Hasil uji jarak bergandan Duncan menunjukkan perlakuan yang menggunakan mikroorganisme lokal (mol) berbeda sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Disimpulkan bahwa penggunaan level mikroorganisme lokal pada silase isi rumen dapat meningkatkan KcBK, KcBO dan TDN. Perlakuan terbaik adalah penggunaan mikroorganisme lokal 40 ml.
References
Adeniji, A.A., S. Rumak, and R.A. Oluwafemi. 2015. Effects of replacing groundnut cake with rumen content supplemented with or without enzyme in the diet of weaner rabbits. Journal Lipids Health 14: 164.
Aling, C. R, A, V, Tuturoong. Y, L, R, Tulung dan M, R, Waani. 2020. Kecernaan serat kasar dan BETN (bahan ekstrak tanpa nitrogen) ransum komplit berbasis tebon jagung pada sapi peranakan ongole. Zootec 40(2): 428-438.
Andayani, J. 2010. Evaluasi kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik, protein kasar penggunaan kulit buah jagung amoniasi dalam ransum ternak sapi. Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Peternakan. 13(5): 252-259.
Anggraeny, Y.N. dan U. Umiyasihu. 2009. Pengaruh Fermentasi cerevisiae Terhadap Kandungan Nutrisi dan Kecernaan Ampas Pati Aren (Arenga pinnata MERR). Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Hal 256-262.
Boangmanalu, R., T.H. Wahyuni, dan Umar. 2016. Kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar ransum yang mengandung tepung limbah ikan gabus pasir (Butis amboinensis) sebagai substitusi tepung ikan pada broiler. Jurnal Peternakan Integratif. 4(3): 329-340.
Crapton, E. E. And L. E. Harris. 1969. Applied Animal Nutrition 2nd Edition. L. H. Freeman and Co, San Fransisco.
Dewi, N. K., S. Mukodiningsih dan C. I. Sutrisno. 2012. Pengaruh Fermentasi Kombinasi Jerami Padi Dan Jerami Jagung Dengan Aras Isi Rumen Kerbau Terhadap Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Secara in Vitro. Animal Agriculture Journal, 1(2): 134 – 140.
Djami, T. 2018. Pengaruh Penambahan Cairan Rumen Kambing dengan Level Berbeda Terhadap Komposisi Kimia Silase Jerami Jagung Muda.
Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana : Kupang.
Fathul, F. dan S. Wajizah. 2010. Penambahan Mikromineral Mn dan Cu dalam Ransum terhadap Aktivitas Biofermentasi Rumen Domba secara In Vitro. JITV. 15(1): 9-15.
Fu C.J, E.D Felton, Lehmkuhler and M.S. Kerley. 2001. Ruminal peptide concentration required to optimize microbial growth and efficiency. J. Anim. Sci. 79: 1305-1312.
Hambadoku, M dan Y. T. Ina. 2019. Evaluasi kecernaan in vitro bahan pakan hasil samping agro industri. Jurnal Agripet. 19 (1): 7-12.
Haryanto, B. 2003. Jerami padi fermentasi sebagai ransum dasar ternak ruminansia. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 25(3): 1 – 19.
Hilakore, M. A; M. Nenobais, T O. Dami Dato, 2021. Penggunaan Khamir Saccharomyces cerevisiae untuk Memperbaiki Kualitas Nutrien Dedak Padi. Jurnal Nukleus Peternakan 8(1): 40-45.
Hungate, R. E. 1968. The Rumen and it’s Microbes. New Jersey. Academic Press. New York, San Fransisko, London. p. 197.
Lahay, N. 2021. Kajian Kandungan Nutrisi Fermentasi Isi Rumen Kering Dengan Effective Microorganisms-4. Bulletin Makanan Ternak. 15(1): 40-57.
Mastopan, M. Tafsin dan N.D. Hanafi. 2014. Kecernaan lemak kasar dan tdn (total digestible nutrient) ransum yang mengandung pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan fisik, kimia, biologis dan kombinasinya pada domba. Jurnal Peternakan Integratif. 3(1): 37-45.
Maryam S. 2008. Pengaruh Penambahan Starter Pada Fermentasi Jerami Sorgum Terhadap Tingkat Kecernaan Ruminansia Secara Invitro. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulla, Jakarta.
Mugiawati, R.E 2013. Kadar Air dan pH Silase Rumput Gajah pada Hari ke-21 dengan Penambahan Jenis Additive dan Bakteri Asam Laktat. Jurnal Ilmiah. 1(1): 201-207.
Oladefahan, O. A. 2014 Evaluation of bovine rumen contents as feed for lambs. Trop. Anim.Health Prod. 46 (6): 939-945.
Pratiwi I, F. Fathul, dan Muhtarudin. 2015. Pengaruh Penambahan Berbagai Starter pada Pembuatan Silase Ransum Terhadap Serat Kasar, Lemak Kasar, Kadar Air dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Silase. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadui. 3(3): 116-120.
Schneider, B. H. and W. P. Flatt. 1975. Evaluation of Feed through Digestibility. The University og Georgia, Athens, G. A.
Suardin, N. Sandiah, R. Aka. 2014. Kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) secara in vitro hijauan D. cinereum pada berbagai dosis pupuk organik cair dan jarak tanam. Animal Agriculture Journal. 1(2): 51 - 63.
Sultan, J. I., A. Javad and M. Aslam. 2010. Nutrient digestibility and feedlit performance of lambs fed diets varying protein and energy contects. Tropical Animal Healt and Production. 42(5): 941-946.
Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Jilid I. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Taek, Y. 2019. Pengaruh Penggunaan Cairan Rumen Kambing sebagai Starter Terhadap Kecernaan dan Fermentabilitas In-Vitro Klobot Jagung Muda Fermentasi. Skripsi Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang.
Teti, N., R. Latvia, I. Hernaman, B. Ayuningsih, D. Ramdani dan Siswono. 2018. Pengaruh imbangan protein dan energi terhadap kecernaan nutrient ransum domba garut Betina. J. Ilmu dan Teknologi Peternakan. 6 (2): 97 – 101.
Tilley, J. M. A. dan Terry, R. A. 1963. A two stage technique for the in vitro digestion of forage crops. Journal of the British Grassland Society 18:104-111.
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawiro Kusuma, dan S. Lebdosoekooekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Utomo, R., L. M. Yusiatii, U. Umiyasih, Aryogi, dan Isnandat. 2007. Pemanfaatan isis rumah potong hewan sebagai pakan alternatif pengganti hijauan. Laporan Penelitian. Universitas Gajah Mada, Bekerjasama dengan Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, DEPTAN.
Van Soest, P. J. 1994. Nutritional ecology of the ruminant 2nd Ed. Cornell University Press, Ithaca. New York Hal. 247-248.










