Produktivitas Usaha Ternak Sapi Dan Pendapatan Peternak Di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur

Cattle Business Productivity and Farmer Income in Wulanggitang Subdistrict, East Flores Regency

Authors

  • Martinya Tinya De Ornay Universitas Nusa Cendana
  • Maria Krova Universitas Nusa Cendana
  • Ulrikus Romsen Lole Universitas Nusa Cendana
  • Thomas Mata Hine Universitas Nusa Cendana

Keywords:

Cows, Income, Productivity, people's Business

Abstract

The beef cattle business in Wulanggitang subdistrict, East Flores Regency is not superior in East Nusa Tenggara
(NTT), but with traditional management it is quite sustainable in guaranteeing cash income for the breeders.
This study aims to determine the productivity of beef cattle business, farmer's income level and the feasibility of
beef cattle business. The sample villages were determined purposively by considering the highest population of
cattle, namely Pululera and Nileknoheng Villages. Collecting data using the method of observation, interviews
and documentation. Respondents were randomly determined proportionally as many as 150 people. Data were
analyzed using descriptive, IOFC and B/C ratio. The results obtained were that the productivity of Bali cattle in
Wulanggitang subdistrict was classified as good with a service per conception value = 1.13, calving interval =
14.01 ± 3.47 months, calving rate = 97.76%, ADG (Active Daily Gain) = 0.90 kg/head/ days so that the body
weight of male calves aged 7 months = 190kg, females aged 5 months = 135kg, adults 400kg, mortality rate =
2.22%. The farmer's income level through IOFC analysis is good with an average income per farmer of IDR
4,948,537/head/year so this business is feasible to continue because it has a positive impact on farmers with a
B/C ratio value of 1.63.

Usaha ternak sapi potong di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flores Timur tidak diunggulkan di Nusa
Tenggara Timur (NTT), namun dengan manajemen yang tradisional cukup bertahan dalam menjamin
pendapatan tunai bagi peternaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas usaha ternak sapi,
tingkat pendapatan peternak dan kelayakan usaha ternak sapi potong. Desa contoh ditentukan secara purposive
dengan pertimbangan populasi sapi terbanyak yaitu Desa Pululera dan Nileknoheng. Pengumpulan data
menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Responden peternak ditentukan secara acak
proposional sebanyak 150 orang. Data dianalisis menggunakan deskriptif, IOFC (.............) dan B/C (.....) ratio.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah produktivitas sapi bali di Kecamatan Wulanggitang tergolong baik
dengan nilai service per conceptionnya =1,13, calving interval= 14,01±3,47 bulan, calving rate=97,76%, PBBH
0,90kg/ekor/hari sehinggga bobot badan sapi pedet jantan umur 7 bulan =190kg, betina umur 5 bulan =135kg,
dewasa 400kg, tingkat mortalitas=2,22%. Tingkat pendapatan peternak melalui analisis IOFC baik dengan ratarata
pendapatan per peternak adalah Rp 4.948.537/ekor/thn sehingga usaha ini layak untuk dilanjutkan karena
memberikan dampak yang positif bagi peternak dengan nilai B/C rationya 1,63

 

Author Biographies

Martinya Tinya De Ornay, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Maria Krova, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Ulrikus Romsen Lole, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Thomas Mata Hine, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

Aritonang.2010. Beternak Babi’ Perencanaan dan Pengelolahan Usahaâ€. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Asana F., L.O Ba’a, dan R. Aka.2016. Pertambahan alamiah dan distribusi angka kelahiran sapi bali di Kota Baubau. Alumni Fakultas PeternakanUniversitas Halu Oleo. Dosen Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo.

Bartos.2001. Manajemen Sumberdaya Manusia. Cetakan ke-4. Jakarta: Bumi Aksara.

Disnak NTT Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur. 2016. Laporan Tahunan. Kupang. Pemrov NTT.

Dania, I.B., Hidjaz, T., Andriani, R., Asih, M.S. 2013 Kapasitas Suplai Kerbau Bibit dan Potong di Pulau Sumbawa. Laporan penelitian. Fakultas Peternakan Universitas Mataram. Mataram.

Feradis. 2010. Bioteknologi Reproduksi pada Ternak. Alfabeta, Bandung.

Hafez . B., and E. S. E. Hafez. 2000. Reproduction in Farm Animals. 7th Edition. Reproductive Health Center. IVF Andrology Laboratory. Kiawah Island, South Carolina, USA.

Iswoyo dan P. Widyaningrum. 2008. Performans Reproduksi Sapi Peranakan Simmental.

Kleden. M.M., M.Krova. Dan P. Kune. 2021. Pelaksanaan inseminasi buatan dan pengolahan pakan sapi di Desa Serinuho Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur. JPM (Jurnal Pemberdaya Masyarakat). 2(2):271-280.

Kleden M.M, Ratu M.R.D, Randu M.D.S. 2015. Carrying capacity of forage in coffee farmand native pasture area at District of FloresTimur-East Nusa Tenggara. J Zootrek35(2): 340-350.

Kurniadi R, Purnomo H, Wijayanto N, Fuah AM. 2017. Livestock management modelsaround Mt. Mutis Forest and its impact onforest sustainability. J Foresm Sci 11: 156-172.

Kanahau, D., Pohan, A., & Nullik, J. (2015). Zoonosis di sease in East NusaTenggara. In National Workshop on Zoonosis Diseases (pp. 328–333).

Kleden, M.M., Ratu, M.R., & Randu, M.D. (2015). Kapasitas tampung hijauan pakan dalam areal perkebunan kopi dan padang rumput alam di Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur. ZOOTEC, 35(2):340. https://doi.org/10.35792/zot.35.2.2015.9274.

Krova. M., G.A.Y. Lestari. dan Y.U.L. Sobang. 2017. Usaha pengembangbiakan sapi sapi bali Kelompok Tani (KT) Marintasi dan Bero Sembada di Desa Kapitan Meo, Kabupaten Malaka. JPM (Jurnal Pemerdaya Masyarakat). 2(1).

Katipana. N.G.F,, E. Hartati. 2011. Budidaya Sapi Bali di Tropis Iklim Semi Kering,Kupang :Hak ciptaFakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana.

Krova, Sogen, dan Y. Luruk. 2018. Alternatif kebijakan pengendalian pemotongan sapi bali betina produktif di Timor Barat. Jurnal ilmu dan teknologi peternakan tropis. September 2018, 5(3): 50‒59.

Lole UR, Hartoyo S, Kuntjoro, Rusastra IW. 2013. Analysis of regional distribution capacity and priorities for improving beef cattle population in East Nusa Tenggara Province. Med Pet 36(1): 70-78..

Mahbudi A. 2015. Development program of Madura as an Island of Cattle: Sustainablesupply chain management perspective. JAgriekonomika 3(2): 94-105.

Matondang, R.H., dan S. Rusdiana, 2013. Langkah-langkah strategis dalam mencapai swasembada daging sapi atau kerbau 2014. J. Litbang Pertanian32:131‒139.

Mayulu, H., B. Suryanto, Sunarso, M.Christiyanto, F. I. Ballo and Refa’i.2009. Feasibility of Complete feedBased on Ammonitiated FermentedRice Straw Utilization on the BeefCattle Farming. J. I. Tropic. Anim. Agri.34: 74-78.

Mastuti S, Hidayat NN.2009. Role of women workers at dairy farms in Banyumas District. AnimalProduction, 11(1):40-47.

Makatita, J. 2013. Hubungan Antara Karakteristik Peternak Dengan Skala Usaha Pada Usaha Peternakan Kambing Di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Agrinimal. 3(2):78-83.

Mullik, M.L, I.G.N. Jelantik. 2009. Strategi peningkatan produktivitas sapi bali pada sistem pemeliharaan ekstensif di daerah lahan kering: Makalah Seminar Nasional Pengembangan Sapi Bali Berkelanjutan dalam Sistem Peternakan Rakyat. Mataram

Nenobais., M. dan M.M. Kleden. 2016. Ketahanan pakan dalam mendukung pengembangan ternak sapi di Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Laporan Pengabdian pada Masyarakat Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang.

Nuryadi & Wahjuningsih, S. (2011).Penampilan reproduksi sapi peranakan ongole dan peranakan limousin di Kabupaten Malang.TERNAK TROPIKA Journal ofTropical Animal Production, 12(1),76–81.

Soul’uf., M.M., M. Krova, dan A.A. Nalle. 2021. Pemahaman manajemen peternak dalam meningkatkan produktivitas usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur: Jurnal Sains Peternakan Indonesia. 16(2):2021.

Downloads

Published

2024-09-20

Issue

Section

Articles