Pengaruh Pakan Komplit Berbasis Lamtoro dan Silase Jerami Jagung dengan Imbuhan Zn Biokompleks terhadap Nutrisi Tercerna Kambing Lokal
The Impact of Full Animal Feed Based on Leucaena leuchepalaand Corn-Straw Silage with Biocomplex Zn on Digestible Nutrition of Local Goat
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v6i2.1621Keywords:
Digestible nutrient, biocomplex Zn, complete feed, corn-straw silage, local goatAbstract
Aim of this study was to determine the effect of providing full animal feed based on Leucaena leuchepala and
corn-straw silage with biocomplex Zn on digestible protein, digestible energy and total digestible nutrient
(TDN) of local goat. The livestock used in this study were 4 male local goats 1-1,5 years old with body
weight range of 19,1–21,77kg an average 20,69kg. The research used an experimental method using Latin
Square Design (LSD) consisting of 4 treatments and 4 periods as replicate, while the treatments were P0:
Leucaena leuchepala 100% (control), P1: Leucaena leuchepala 70% + corn-straw silage 20% + concentrate
10%, P2: Leucaena leuchepala 60% + corn-straw silage 30% + concentrate 10%, P3: Leucaena leuchepala
50% + corn-straw silage 40% + concentrate 10%; while biocomplex Zinc added 100mgs per treatments. The
result of this research were obtain the mean of digestible protein (g/h/d)P0: 96.13±9.55, P1: 115.99±8.07, P2:
116.48±7.57, P3: 114.87±9.90. Digestible energy (kcal/h/d) P0: 1,647.20±290.87, P1: 2,147±180.68, P2:
2,162.97±174.13, P3: 2,114.35±366.46. TDN (%) P0: 63.75±2.71, P1: 68.78±0.39, P2: 69.61±2.77, P3:
69.32±3.07. The analysis results show that the treatments had no significant effect (P>0.05) on digestible
nutrition of local male goat. In conclusion was complete feed based on Leucaena leuchepala and corn-straw
silage up to 40% and 10% of concentrate with biocomplex Zn give the same effect with Leucaena leuchepala
feeding treatment on nutrition digestible of local goat.
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk melihat efek dari pemberian pakan komplit berbasis lamtoro dan
silase Jerami jagung dengan tambahan Zn biokompleks terhadap protein kasar tercerna, energi tercerna dan
TDN ternak kambing local jantan. Pengujian dilakukan terhadap kambing lokal jantan dengan kisaran umur
1-1,5 tahun sebanyak 4 ekor dengan kisaran bobot badan 19,1–21,77kg dengan rataan 20,69kg. Pendekatan
secara eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), yang
terdiri dari 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah P0: lamtoro 100%
(kontrol), P1: lamtoro 70% + silase jerami jagung 20% + konsentrat 10%, P2: lamtoro 60% + silase jerami
jagung 30% + konsentrat 10%, P3: lamtoro 50% + silase jerami jagung 40% + konsentrat 10%; pemberian
pakan imbuhan Zn biokompleks sebanyak 100mg per perlakuan. Data hasil penelitian ditabulasi dan
dianalisis dengan analisis ragam (Anova). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak
nyata (P>0,05) terhadap nutrisi tercerna ternak kambing kacang jantan.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian pakan komplit berbahan dasar lamtoro dan silase jerami
jagung sampai 40% dan konsentrat 10% dengan tambahan Zn-biokompleks memberikan efek yang sama
dengan perlakuan pakan tunggal lamtoro terhadap nutrisi tercerna ternak kambing lokal jantan
Â
References
Ako I. A. 2019. Ilmu Ternak Perah Daerah Tropis. PT Penerbit IPB Press.
Ariwibawa G. P., Mudita I. M., Wibawa A. dan Wirawan I. W. 2015. Penampilan Sapi Bali Yang Diberi Ransum Berbasis Limbah Pertanian Terfermentasi Inokulan Cairan Rumen Dan Rayap. Jurnal Peternakan Tropika, 3(1), 44–59.
Ayuningsih B., Hernaman I., Ramdani D. dan Siswoyo S. 2018. Pengaruh imbangan protein dan energi terhadap efisiensi penggunaan ransum pada domba Garut betina. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 6(1), 97–100.
Cardoso R. D. D., Hartati E. dan Kleden M. M. 2021. Pengaruh Penggantian Tepung Ikan Dengan Tepung Daun Kelor Dalam Konsentrat Terhadap Pemanfaatan Energi Ternak Kambing Yang Diberi Pakan Silase Campuran Rumput Kume-Daun Gamal: The Effect of Fish Meal Substitution by Moringa Leaves Meal In Concentrate on E. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 3(3), 1594–1601.
Fattah S. 2016. Manajemen Ternak Sapi Potong. Undana Press.
Fitriani R. dan Lutfi U. M. 2018. Pemanfaatan Jerami Jagung yang Diinokulasi Fungi Trichoderma sp. sebagai Pakan Kambing Kacang denganTambahan Daun Gamal. Journal of Livestock and Animal Health, 1(1), 20–24.
Garnsworthy P. C., Haresign W. and Cole D. J. A. 2013. Recent advances in animal nutrition. Herawati E. dan Royani M. 2017. Kualitas silase daun gamal dengan penambahan molases sebagai zat aditif. Indonesian Journal of Applied Sciences, 7(2).
Langu M. U., Sobang Y. U. L. dan Kihe J. N. 2019. Kinerja Pertumbuhan Sapi Bali Penggemukan Pola Peternak Melalui Suplementasi Konsentrat Mengandung Tepung Bonggol Pisang Fermentasi dengan Imbuhan Zn- Biokompleks. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 1(4), 619–628.
Little D. A., Kompiang S. and Petheram R. J. 1989. Mineral Composition of Indonesian Ruminant Forages. Tropical Agriculture, 66(1), 33–37.
Marhayani M. dan Harmoko H. 2019. Penggunaan Tepung Daun Pepaya terhadap Organ Dalam Ayam Kampung. Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian, 1(2).
McDowell L. R. 1992. Minerals in animal and human nutrition. London (UK): Academic Press Inc.
National Academies of Sciences and Medicine E. 2016. Nutrient requirements of beef cattle.
Otu M. F., Nenobais M. dan Lestari G. A. Y. 2020. Pengaruh level Sacharomieces cerevisiae sebagai inokulum dalam fermentasi tepung sabut kelapa muda terhadap kandungan energi, selulosa, hemiselulosa dan total digestible nutrient (TDN). Jurnal Peternakan Lahan Kering, Volume 2 N.
Purnamaningsih H., Indarjulianto S. dan Nururrozi A. 2017. Potensi jerami sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science), 27(1), 40–62.
Putri S. H. T. dan Purnama B. I. 2019. Identifikasi Gangguan Reproduksi Sapi Potong dalam Mendukung UPSUS SIWAB di Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam Tahun 2017.
Rokhmah L. N., Setiawan R. B., Purba D. H., Anggraeni N., Suhendriani S., Faridi A., Hapsari M. W., Kristianto Y., Hasanah L. N. dan Argaheni N. B. 2022. Pangan dan Gizi. Yayasan Kita Menulis.
Siregar S. B. 1994. Ransum Ternak Ruminansia. Penebar Swadaya. Jakarta, 16.
Steel R. G. D. dan Torrie J. H. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika: Suatu Pendekatan Biometrika. Diterjemahkan oleh Bambang Sumatri. PT. Gramedia. Jakarta.
Sulistidjo E. D. dan Rosnah U. S. 2013. Penyedian Pakan Sapi Bali Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Kupang. Laporan Penelitian Fapet. Undana.
Sutardi T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi Jilid 1. Departemen Ilmu Makanan Ternak. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.
Trisnadewi S. A. A. A., W. I. dan S. N. 2014. Neraca Energi Kambing Peranakan Etawah (PE) yang Diberi Ransum Mengandung Hijauan dengan Level Konsentrat Berbeda. Peternakan Tropika, 2(3):389-4.
Yulistiani D., Naufaliah N. and Kardaya D. 2015. Nutrient digestibility and growth of five breeds of sheep under different levels of undegradable protein. Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner, 20(1), 23–30.










