Efek penggunaan larutan daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam “liquid feeding” terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor babi peranakan landrace

Authors

  • Angelia Noldia Dasalaku Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang
  • Johanis Ly Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang
  • Ni Nengah Suryani Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang
  • I Made Suaba Aryanta Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v2i4.165

Keywords:

pig, solution, Moringa, Ca, P, intake, digestibility

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan larutan daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam liquid feeding terhadap konsumsi dan kecernaan Kalsium (Ca) dan Fosfor (P) ternak babi.  Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi peranakan landrace jantan kastrasi, umur 3 - 4 bulan dengan bobot badan awal 18 – 45 kg, rata-rata 29,17 kg dan koefisien variasi  34,20%.  Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kelompok.  Perlakuan yang dicobakan adalah: R0: ransum basal liqiud 100% tanpa larutan daun kelor (Kontrol); R1 ransum basal  + 5% larutan daun kelor; R2 ransum basal  + 10% larutan daun kelor; dan R3 ransum basal  + 15% larutan daun kelor. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan Ca dan P. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa penggunaan larutan daun kelor dalam ransum basal basah nyata (P<0.05) meningkatkan konsumsi dan kecernaan Ca dan P pada ternak babi. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa penggunaan larutan daun kelor dalam ransum basal basah 10% dan 15% meningkatkan konsumsi dan kecernaan Ca dan P pada ternak babi dan tertinggi pada 15%.

 

Kata kunci: babi, larutan, kelor, Ca, P, konsumsi, kecernaan

 

The study aimed at evaluating the effect of using Moringa oleifera lam leaves solution in liquid feed on intake and digestibility of Calcium (Ca) and Fosforous (P) in growing landrace pig.  There were 12 growing (3-4 months old) landrace crossbred barrows with 18-45 kg (average 29.17kg with CV 34.20%) initial body weight used in the study.  Block design 4 treatments with 3 replicates procedure was applied in the trial. The 4 treatment feed formulas offered in the trial were: R0: basal feed 100% without Moringa leaves solution; R1: liquid basal + 5% Moringa leaves solution; R2: liquid  basal + 10% Moringa leaves solution; and R3 liquid basal + 15% Moringa leaves solution. Varibles studied were: intake and digestibility of Ca and P. Statisrical analysis shoiws that using Moringa leaves solution in liquid basal feed is significant (P<0.05) on increasing both intake and digestibility of both Ca and P. The conclusion drawn is that using 5 - 15% Moringa leaves solution in liquid basal feed increases both intake and digestibility of both Ca and P in growing pig and the highest at 15%.

 

Keywords: pig, solution, Moringa, Ca, P, intake, digestibility

References

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gramedia Pustaka utama.Jakarta.

Aritonang. 2010. Pengertian Pakan Ternak Dan Persentase Biaya Yang Dikeluarkan. Penebar Swadaya. Jakarta. Analisis Kelayakan Usaha Ternak Babi Pada Perusahan “Kasewan†Kakaskasen Li Kota Tomohon . Jurnal Zootek 34 (1) : 92-102

Brooks, P. H. 2003. Liquid Feeding as a Means to Promote Pigs Health.Departement ofArgiculture and Food Studies of University of Playmouth, United Kigdom.

Bukar, A., T. I. Uba and Oyeyi. 2010. Antimicrobical Profile of Moringa oleifera Lam. Ekstracts Against Some Food-Borne Microorganism. Bayero Journal of Pure and Applied Sciences, 3(1): 43-48.

Bere, S. M,. 2015. Kualitas terbaik di Dunia, daun kelor asal Timor diburu pembeli Mancanegara. Glori K. Wadrianto (editor). Apl kompas com. Diakses pada tanggal 23 juni 2015.

Fuglie, L. (2001). Combating Malnutrition With Moringa. Development potential for Moringa products, 1(1), 1–4.

Hafes, E.S.E and Dyer, S.A (1969) Animal Growth And Nutrition. Lea and Febiger. Philadelphia.

Hestera, T. S., 2008. Efek Penggunaan Tepung Daun Kelor dalam Pakan Terhadap Persentase Karkas Persentase Deposisi Daging Dada Persentase Lemak Abdominal dan Kolesterol Daging Ayam Pedaging. Program Studi Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas brawijaya, Malang.

Kurniawan, I K. A., I G.N. G. Bidura, D. P. M, A. Candrawati. 2017. Pengaruh pemberian ekstrak air daun katuk (Sauropus androgynus) dan daun kelor (Moringa oleifera) pada air minum terhadap berat potong dan berat karkas ayam pedaging. 5(1): 78-90.

Misra, S., & Misra, M. K. 2014.Nutritional evaluation of some leafy vegetable used by the tribal and rural people of south Odisha, India. Journal of Natural Product and Plant Resources, 4, 23-28.

NRC (Nation Research council), 1998. Nutrien Requirements of swine. Tenth Revised Edition.National Academy Press, Washington, D.C.

Ossebi, W., 2010. Etudes digestive, métabolique et Sarwatt, S.V., S.S. Kapange and A.M.V. Kakengi, 2002. nutritionnelle des farines de feuilles de légumineuses incorporées dans des rations alimentaires chez les poulets locaux du Sénégal:cas des feuilles de Moringa oleifera (Lam.), de Leucaena leucocephala (Lam.) et de Cassia tora (Linn.). Thèse Méd. Vét., EISMV: Dakar, pp: 26.

Oliver, P., F. S. de los Santos, F. Fernández, I. Ramos, and B. Abukarma. 2015.Effect of a liquid extract of Moringaoleifera on body weight gain and overall body weight of weaning pigs. International Journal of Livestock Production. 6(5):69-73. Doi:10.5897/IJLP2014.0246.

Oluduro, A. O. 2012. Evaluation of antimicrobial properties and nutritional potentials of Moringa oleifera Lam. leaf in South-Western Nigeria. Malaysian Journal of Microbiology, 8, 59-67.

Parakkasi, A. 1990. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Penerbit Angkasa. Bandung.

Piliang W.G. 2000.Fisiologi Nutrisi. Volume 1. Institut Pertanian Bogor.

Poluan, R. W. Montong. I. R. R. P. Paath. F. J. Rawung. W. R. V. 2017. Pertambahan Berat Badan, Jumlah Konsumsi Dan Efisiensi Penggunaan Pakan Babi Fase Grower Sampai Finisher yang Diberi Gula Aren (Arengan pinnata merr) Dalam Air minum. Fakultas Peternakan Universitas sam Latulangi Manado. Manado

Ramachandran, C., Peter, K.V., Gopalakrishnan, P.K., 1980. Drumstick (Moringa oleifera):a multipurpose Indian vegetable. J. Econ. Bot. 34, 276-283.

Rohman, F., Handarini, R., Dan Nur, H.2018.Performan Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Periode Pertumbuhan Yang Diberi Larutan Daun Kelor.Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor. Bogor.Jurnal Peternakan Nusantara. 4(2): .

Sihombing, D.T.H. 2006. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Simbolan JM, M Simbolan, N Katharina. 2007. Cegah Malnutrisi dengan Kelor. Yogyakarta: Kanisius.

Sinaga S dan Martini S. 2010. Pengaruh pemberian berbagai dosis curcuminoid pada ransum babi periode starter terhadap efesiensi ransum. Jurnal Ilmu Ternak. 10(2): 95-101.

Soebiyanto, dan Darmawan, P. 2017. Meninjau ulang penggunaan besaran konsentrasi normalitas pada kimia larutan. Jurnal BIOMEDIKA. 10(1): 68-71 Tijani, L.A.,Akanji, A. M., Agbalay, K. And Onigemo, M.2016.Effect Of Moringa Oleifera Leaf Meal On Performance, Nutrient Digestibility And Carcass Quality Of Broiller Chickens. Agriculture And Agricultural Tecnologi,The Federal Universityof Technology,Akure, Nigeria. 21(1): 46-53

Tillman, A. D. S. Reksohadiprodjo. S. Prawirokusumo. S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Yameogo, W. C., Bengaly, D. M., Savadogo, A., Nikièma, P. A., Traoré, S. A. 2011. Determination of Chemical Composition and Nutritional valuesof Moringa oleifera Leaves. Pakistan Journal of Nutrition 10 (3): 264-268

Downloads

Published

2020-12-14

How to Cite

Dasalaku, A. N. ., Ly, J. ., Suryani, N. N., & Aryanta, I. M. S. . (2020). Efek penggunaan larutan daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam “liquid feeding” terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor babi peranakan landrace. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(4), 1061–1069. https://doi.org/10.57089/jplk.v2i4.165

Issue

Section

Articles