Kualitas Daging Se’i Babi yang di Tambahkan dengan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Billimbi Linn) dengan Level Berbeda

Quality of Pork Se'i Meat Added with Carambola Fruit (Averrhoa Billimbi Linn) with Different Levels

Authors

  • Yana Alensia Novantri Amtiran Universitas Nusa Cendana
  • Gemini Ermiana Mercurina Malelak Universitas Nusa Cendana
  • Geertruida Margareth Sipahelut Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v5i3.1724

Keywords:

star fruit, se'i pork, organoleptics, chemical properties

Abstract

This research intends to see the addition of belimbiung wulu (Averrhoa bellimbi linn) fruit with
different levels on the quality of pork se'i meat. The design used was Completely Randomized
Design (CRD) with 4 groups and 4 repetitions. The treatments tested were P0 = control, P1 = 2%
addition of starfruit fruit, P2 = addition of 4% starfruit fruit, P3 = addition of 6% starfruit fruit.
The variables observed were chemical quality tests (protein content, fat content, and moisture
content) and organoleptic (color, aroma, taste and tenderness). Statistical analysis found that
experiments had a significant effect (P<.0.05) on protein content, while fat and water content had
no significant effect (P>0.05) while organoleptic trials had a significant effect (P<.0.01) on color,
aroma, taste and tenderness of se'i meat. It was concluded that the processing of pork se'i meat
with the addition of 2%, 4%, 6% levels of starfruit (Averrhoa Billimbi L) resulted in relatively no
effect on water content and fat content, while the protein content of pork se'i meat had a significant
effect. while the higher the level of addition of star fruit (Averrhoa Billimbi L) (6%) the color,
aroma, taste, and tenderness are very significant.

Riset ini bermaksud untuk melihat penambahan buah belimbiung wulu (Averrhoa bellimbi linn)
dengan level berbeda pada kualitas daging se’i babi. Rancangan yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok serta ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan
yang dicobakan yaitu P0= kontrol, P1= Penambahan buah belimbing wuluh 2%, P2= Penambahan
buah belimbing wuluh 4%, P3= Penambahan buah belimbing wuluh 6%. Variabel yang diamati
yaitu uji kualitas kimia (kadar protein, kadar lemak, dan kadar air) dan organoleptik (warna,
aroma, rasa dan keempukan). Analisis statistik mendapatkan percobaan berpengaruh signifikan
(P<,0,05) pada kadar protein, sedangkan kadar lemak, dan kadar air tidak berpengaruh signifikan
(P>0,05) sedangkan organoleptic mendapatkan percobaan berpengaruh signifikan (P<,0,01) pada
warna, aroma, rasa serta keempukan daging se’i. Disimpulkan bahwa pengolahan daging se’i babi
dengan penambahan level buah belimbing wuluh (Averrhoa Billimbi L) 2%, 4%, 6% meghasilkan
kadar air, dan kadar lemak yang relatif tidak berpengaruh sedangkan terhadap kadar protein daging
se’i babi berpengaruh nyata, sedangkan level penambahan buah belimbing wuluh (Averrhoa
Billimbi L) yang semakin tinggi (6%) mendapatkan warna, aroma, rasa, dan keempukan yang
sangat berpengaruh nyata.

Author Biographies

Yana Alensia Novantri Amtiran, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan, Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Gemini Ermiana Mercurina Malelak, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan, Perikanan, Universitas Nusa Cendana

Geertruida Margareth Sipahelut, Universitas Nusa Cendana

Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan, Perikanan, Universitas Nusa Cendana

References

AOAC, Assoction Of Afficial Analytical Chemist.2005. Official Methods Of Analiysis. Association Of Official Chemist, Washington DC.

Armini. N. M. A., Sriyani N L. P, dan Putri T. I. 2019. Kualitas Kimia Daging Babi Landrace Persilangan Yang Dilayukan Secara Tradisional dalam Waktu yang Berbeda. Jurnal Peternakan Tropika 7(2):587-598

Costa,W. Y. 2013. Mengenal Daging Asap Khas Nusa Tenggara Timur. Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Epok, M.A. 2021. Kualitas Se’i Sapi Yang Ditambahkan Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Billimbi L) Dengan Level Berbeda. Jurnal Nukleus Peternakan 8(2):136-142.

Hutasoit, K., I.G.K. Suarjana, I.K. Suada. 2013. Kualitas Daging Se’i Sapi di Kota Kupang Ditinjau dari Jumlah Bakteri Coliform dan Kadar Air. Indonesia Medicus Veterinus. 2(3): 248-260.

Jati A. R. S., Malelak. G. E. M dan Sabtu. B. 2019. Pengaruh Penambahan Ekstrak Jeruk Purut (Citrus Hystrix) dan Cara Pemeraman Terhadap Keempukan, Aroma, Warna, Rasa dan Residu Nitrit Daging Se’i Babi. Jurnal Lahan Kering. 1(4):683-647.

Kjallstrand, J., and G Peterson 2001. Phenolic antioksidan in alder smoke during industrial meat curing. Food Chem., 74:85-89.

Kumari. 2009. Waspada Flu Babi. Penenrbi Jala Sutra : Yogyakarta.

Malelak GEM. 2010. Daging Asap Khas Timor. Cetakan I. Yogyakarta: Penerbit Lamalera.

Meyi, E. P., Kale, P. R., & Sipahelut, G. (2019) Pengaruh Pemberian Ekstrat Buah Jeruk Purut (Citrus Hystrix) dan lama pemeraman terhadap sifat Organoleptik, Kandungan protein dan lemak Daging se'i babi. Jurnal Peternakan, 1(1), 67-74.

Ninomna. T. 2022. Pengaruh Lama Pengasapan Menggunakan Kayu Cemara Gunung (Casuarinaceae Junghuniana) Terhadap Kualitas Organoleptik dan Sifat Fisiko Kimia Se’i Daging Babi.

Sebranek, J. G. 2009. Basic Curing ingredients. In: Tarte R, editor. Ingredients in meat products. New York (US): Springer Science + Business Media LLC.

Widarti, S. S, Purnomo. H dan Rosyadi, D. 2012. Studi Tentang Preferensi Konsumen, Sifat Fisiko-Kimia dan Nilai Organoleptik Daging Se’i Babi Asal Kupang. Sains Peternakan. (1):10.23-29.

Winarno, F.G. 2004.Kimia Pangan dan GiziJakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2023-09-19

Issue

Section

Articles