Pengaruh Pakan Komplit Berbasis Silase Batang Pisang terhadap Status Fisiologis Sapi Bali
The Effect of Feeding Complete Feeding Based on Banana Stem Silage with Different Levels on The Physiological Status of Bali Fatting Cats
Keywords:
Complete Feed, Banana stem silage, concentrate, Bali cattle, FatteningAbstract
The aim of this study was to evaluate the effect of providing complete feed based on banana stem
silage on respiratory frequency, heart rate and rectal temperature in fattening Bali cattle. The
research used 12 feeder bulls with ages ranging from 1-1.5 years, body weight 80.5-97 kg (average
89.4 kg). The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4
treatments and 3 treatments. test. The treatment is complete feed given in the following order: R0 =
80% banana stem silage + 20% concentrate R1 = 70% banana stem silage + 30% concentrate, R2 =
60% banana stem silage + 40% concentrate, R3 = stem silage banana 50% + concentrate 50%. The
variables studied were Rectal Temperature (OC), Respiratory Frequency, and Heart Rate. The
averages obtained from the research results are Rectal Temperature (OC), R039.10 ± 0.59, R1 39.65
± 0.59, R238.77 ± 0.60, R339.36 ± 0.89, Respiratory Frequency (times /minute) treatment R0 26.66
± 4.04, R1 28.33 ± 6.42, R2 27.33 ± 5.68, R3 27.67 ± 5.03, Heart Rate (times/minute) for treatment
R0 69 .33±5.51, R167.00±6.08, R2 66.00±5.29, R3 64.67±2.51). The results of the Anova statistical
test showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on rectal temperature, respiratory
frequency, and heart rate of Bali fattening cattle. It was concluded that giving complete feed based
on banana stem silage up to a level of 80% had a relatively similar or normal effect on respiratory
frequency, heart rate and rectal temperature of Bali fattening cattle.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan komplit berbasis
silase batang pisang terhadap frekuensi pernapasan, denyut jantung, dan suhu rectal pada sapi Bali
penggemukan. Penelitian menggunakan ternak sapi jantan bakalan sebanyak 12 ekor dengan umur
berkisar antara 1-1,5 tahun, bobot badan 80,5-97 kg (rataan 89,4 kg) Rancangan percobaan yang
digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan
adalah pakan komplit yang diberikan dengan susunan sebagai berikut: R0 = silase batang pisang
80% + konsentrat 20% R1 = silase batang pisang 70% + konsentrat 30%, R2 = silase batang pisang
60% + konsentrat 40%, R3 = silase batang pisang 50% + konsentrat 50%. Variabel yang diteliti
adalah Suhu Rektal (C), Frekuensi Pernapasan, Denyut Jantung. Hasil uji statistik mendapatkan
Rataan Suhu Rektal yaitu (OC), R039,10±0,59, R1 39,65±0,59, R238,77±0,60, R339,36±0,89,
Frekuensi Pernapasan (kali/menit) perlakuanR0 26,66±4,04, R1 28,33±6,42, R2 27,33±5,68, R3
27,67±5,03, Denyut Jantung (kali/menit) untuk perlakuan R0 69,33±5,51, R167,00±6,08, R2
66,00±5,29, R364,67±2,51). Hasil uji statistic Anova menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh
nyata (P>0,05) terhadap suhu rektal, frekuensi pernapasan, denyut jantung sapi Bali penggemukan.
Disimpulkan bahwa Pemberian pakan komplit berbasis silase batang pisang sampai level 80
% memberikan pengaruh relatif sama atau berada dalam kondisi normal pada frekuensi pernapasan,
denyut jantung serta suhu rektal sapi Bali penggemukan.
References
Abdullah, Sirajuddin, Padang Padang, dan Suhartini Babay. 2022. “Pemanfaatan Daun Kelapa Sawit Dengan Level Berbeda
Terhadap Produktivitas Dan Kondisi Fisiologis Ternak Kambing.†Agroland: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian 29 (2): 208–18.
Amir, Azhar, Bagus P Purwanto, dan Idat G Permana. 2017. “Respon Termoregulasi Sapi Perah Pada Energi Ransum Yang
Berbeda (Thermoregulation Response of Dairy Cows on Different Energy Content).†Jurnal Ilmu Dan Teknologi
Peternakan 5 (2): 72–79.
Andaruisworo, Sapta. 2014. “Agribisnis Ternak Perah.†Jenggala Pustaka Utama.
Anton, Ambius, Lalu Muh Kasip, Lalu Wirapribadi, Sulaiman N Depamede, dan A Asih. 2016. “Perubahan Status Fisiologis Dan Bobot Badan Sapi Bali Bibit Yang Diantarpulaukan Dari Pulau Lombok Ke Kalimantan Barat.†Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia 2 (1): 86–95.
Aries. 2014. “Pengaruh Pemberian Kosentrat Tepung Daun Gamal Dan Penambahan Vitamin B-Complex Dan Obat Cacing
Terhadap Suhu Rektal, Frekuensi Pernapasn Dan Denyut Jantung Pada Sapi Bali Penggemukan.†Skripsi Fapet Undana.
Damarana, Serdi Umbu Kaledi, Sukawaty Tophianong, Wilmientje Marlene-Mesang Nalley, dan Imanuel Benu. 2021. “Status Fisiologis Sapi Sumba Ongole (Bos Indicus) Di Kawasan Pembibitan Sapi Pulau Sumba.†Jurnal Kajian Veteriner 9
(2): 84–90.
Elwansah, Rachmat Kautsar. 2019. “Pengaruh Pemberian Ransum Limbah Singkong Terfermentasi Dan Mineral Mikro Organik Terhadap Respons Fisiologis Ternak Kambing Pe.â€
Gaina, Cynthia Dewi, Maxs U E Sanam, Nancy D F K Foeh, Tarsisius Considu Tophianong, Wilmientje Marlene-Mesang
Nalley, dan Imanuel Benu. 2021. “Status Fisiologis Sapi Sumba Ongole (Bos Indicus) Di Kawasan Pembibitan Sapi
Pulau Sumba.†Jurnal Kajian Veteriner 9 (2): 84–90.
Gaspersz, Vincent. 1991. “Metode Perancangan Percobaan.†Armico. Bandung 427.
Hamaratu, Hengky Umbu L, Yohanis Umbu L Sobang, dan Marthen Yunus. 2018. “Pengaruh Pemberian Pakan Konsentrat
Yang Mengandung Tepung Tongkol Jagung terhadap kinerja Fisiologis Sapi Bali Penggemukan.†Jurnal Nukleus
Peternakan 5 (2): 126–33.
Jungjungan, Jungjungan, Aisyah Nurmi, dan Mukhlis Hasibuan. 2018. “Penambahan Putih Telur Pada Mineral Blok Dengan
Level Yang Berbeda Terhadap Respons Fisiologis Domba Lokal Jantan Lepas Sapih.†Jurnal Peternakan (Jurnal of
Animal Science) 1 (2): 36–42.
Kaka, Ruben Ndara, Johny Nada Kihe, dan M S Abdullah. 2022. “Pemberian Pakan Komplite Berbasis Silase Batang Pisang
Dengan Level Yang Berbeda Terhadap Kinerja Produksi Sapi Bali Penggemukan:.†Jurnal Peternakan Lahan Kering 4 (2): 2115–21.
Langu, Marinus Umbu, Yohanis Umbu Laiya Sobang, dan Johny Nada Kihe. 2019. “Kinerja Pertumbuhan Sapi Bali
Fattah, dan Johny Nada Kihe. 2021. “Pengaruh Suplementasi Pakan Konsentrat Mengandung Tepung Bonggol Pisang
Fermentasi Pada Level Yang Berbeda Dengan Imbuhan Zn Biokompleks Jurnal Peternakan Lahan Kering 1 (4):
–28.
Lesso, Yuskal A, Upik Syamsiar Rosnah, dan Grace Maranatha. 2019. “Kinerja Produksi Sapi Bali Penggemukan Yang
Mengkonsumsi Konsentrat Mengandung Tepung Bonggol Pisang Terfermentasi Dengan Pakan Basal Pola Peternakâ€
Jurnal Peternakan Lahan Kering 1 (4): 589–601.
Lubis, Eva Riyanty. 2021. Untung Berlimpah Budi Daya Pisang. Bhuana Ilmu Populer.
Rahayu, Devina Putri. 2021. “Analisis Kadar Air Dan Abu, Serta Komponen Kimia Pada Sampel Batang Pisang Dengan Variasi Waktu Hidrolisis.â€
Rinca, Korbinianus Feribertus, Rizqan Mubdi, Dwi Kristanto, I Putu Cahyadi Putra, Maria Tarsisia Luju, Yohana Maria
Febrizki Bollyn, dan Roselin Gultom. 2022. “Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Respon Termoregulasi Ternak Ruminansia.†Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) 24 (3): 304–14.
Sogara, Jeckson Umbu, Gusti Ayu Yudiwati Lestari, dan Marthen Yunus. 2021. “Pengaruh Pemberian Pakan Konsentrat
Mengandung Tepung Bonggol Pisang Hasil Fermentasi Khamir Saccharomyeces Cerevisiae Terhadap Konsumsi Dan
Kecernaan Protein Kasar Dan Lemak Kasar Kambing Lokal Betina:.†Jurnal Peternakan Lahan Kering 3 (2): 1382–89.
Suherman, D, B P Purwanto, W Manalu, dan I G Permana. 2013. “Model Penentuan Suhu Kritis Pada Sapi Perah Berdasarkan Kemampuan Produksi Dan Manajemen Pakan.†Jurnal Sain Peternakan Indonesia 8 (2): 121–38.
Suryani, Suryani. 2022. “Pengaruh Pemberian Batang Pisang Fermentasi Dengan Menggunakan Suplemen Organik Cair
(Soc) Terhadap Performan Kambing Peranakan Etawa (PE).†Lentera: Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial,
Dan Budaya 6 (2): 63–67.
Yuliyanti, Nia. 2015. “Proporsi Pemberian Ransum Yang Berbeda Pada Pagi, Siang, Dan Malam Terhadap Respon Fisiologis
Dan Produksi Sapi Peranakan Simental.†Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 3 (2).
Zulkarnain, Noevetri, dan Ratna Kumala Dewi. 2019. “Pengaruh Pemberian Pakan Silase Batang Pisang (Musa Paradisiaca)
Terhadap Pertambahan Bobot Badan Domba Ekor Gemuk.†Jurnal Ternak 9 (2): 17–22.










