Pengaruh Subtitusi Jagung Giling Dengan Tepung kulit Pisang Terfermentasi dalam Pakan Konsentrat terhadap Kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik Serta Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v5i3.1780Keywords:
Dry Matter, Organic Matter, in Vitro Digestibility , concentrate Feed , fermented Banana Peel FlourAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang terjadi pada kandungan serta kecernaan in itro bahan kering dan bahan organik ketika jagung giling diganti dengan tepung kulit pisang yang difermentasi dalam pakan konsentrat. Penelitian ini menggunakan metodologi eksperimen, menggunakan CRD dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. P0 = tidak ada penambahan TKPF ke konsentrat (kelompok kontrol), P1 = jagung giling dengan penambahan TKPF 10%, P2 = jagung giling dengan penambahan TKPF 20%, dan P3 = jagung giling dengan penambahan TKPF 30%. Rata-rata kandungan bahan kering (%) ditemukan P0 = 83,17, P1 = 84,18, P2 = 82,17, dan P3 = 81,77; rata-rata kandungan bahan organik (%) ditemukan P0 = 79,64, P1 = 80,16, P2 = 78,86, dan P3 = 77,47; rata-rata kecernaan bahan kering (%) ditemukan P0 = 63,01, P1 = 68. Analisis varians menunjukkan bahwa perlakuan secara nyata mempengaruhi kandungan bahan kering dan bahan organik dan kecernaan bahan kering dan bahan organik (P<0,05). Kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi ditemukan pada tepung kulit pisang yang difermentasi oleh Saccaharomyces cerevisiae, mengarahkan para peneliti untuk menyimpulkan bahwa tepung kulit pisang dapat menggantikan jagung giling hingga 100% dari proporsi jagung giling 30% sebagai bahan pakan. sumber energi dalam campuran ransum konsentrat
References
Association of Official Analytical Chemists. 1990. Official Methods of Analysis. 12th. Ed. Washington, DC Washington, DC (USA): Association of Official Analytical Chemistry.
Badan Pusat Statistik, NTT. 2016. NTT Dalam Angka. Badan Pusat Statistik (BPS) NTT.Kupang.
Guntoro S. 2008. Memmbuat Pakan Ternak dari Limbah Perkebunan.Cetakan Pertama.PT. Agromedia Pustaka. Jakarta
Hikmatun T. 2014. Eksperimen penggunaan filler tepung kulit pisang dalam pembuatan nugget tempe. Food Science and Culinary Education Journal, 3 (1); 1-6.
Kamal M, 1998.Bahan Pakan dan Ransum Ternak. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Leoranzen H., Hamzah FH, dan Rahmayuni. 2019. Variasi lama waktu perendaman kulit pisang tanduk dalam larutan natrium metabisulfit terhadap karakteristik edible film pati kulit pisang tanduk. Jurnal Jom Faperta, 6 (1); 1-13.
McDonald P, Edwards RA, Greenhalgh JFA, Morgan CA. 2002. Animal Nutrition. Sixth Edition. Ashford Colour Press. Gosport.
Mulyaningsih T. 2006. Penampilan domba ekor tipis (ovis aries) jantan yang digemukkan dengan beberapa imbangan konsentrat dan rumput gajah (pennisetum purpureum). Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian, Bogor.hlm. 15.
Murni R., Suparjo, Akmal dan BL. Ginting. 2008. Teknologi Pemanfaatan Limbah Untuk Pakan. Laboratorium Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jambi.Jambi.
Orskov ER. 1992. Protein Nutrition in Ruminant. 2ndEd. Academic Press, London.
Parakkasi A. 1999.Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminansia. Universitas Indonesia Press. Jakarta
Paramita W, Susanto WE, Yulianto AB. 2008.Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Haylase Pakan Lengkap Ternak Sapi Peranakan Ongole. Media Kedokteran Hewan 24 (1): 59-62.
Purwadaria T., Haryati T, dan Darma J. 1994. Isolasi dan seleksi kapang mesofilik penghasil mananase (Isolation and selection of mesophylic molds producing mannanases). Jurnal Ilmu & Peternakan 7(2): 26-29.
Putra K. 2001. Pemanfaatan Bekatul Untuk Produksi Bioetanol Ditinjau Dari Berbagai Konsentrasi HCl. Skripsi.Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga.
Sartini. 2003. Kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro dan level aditif yang berbeda. J. Pengembangan Peternakan Tropis.
Suriawiria U. 1990. Pengantar Biologi Umum. Penerbit Angkasa. Bandung.
Surono. Hadiyanto AY dan Christiyanti M. 2006. Penambahan bioaktivator pada complete feed dengan pakan ternak terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro
Sutardi T., Sigit N A, Toharmat T. 2001. Standarisasi Mutu Protein Bahan Makanan Ruminansia Berdasarkan Parameter Metabolismenya oleh Mikroba Rumen. Fapet IPB Bekerjasama dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Steel RGD dan Torrie JH, 1989.Prinsip dan Prosedur Statistika. Jakarta: PT. Gramedia
Tilman AD, Hartadi H, Reksohadiprojo S, Lebdosukoyo S. 1998. Ilmu Makan Ternak Dasar. Yogyakarta: Fakultas Peternakan. Gadjah Mada University Press
Wilkinson JM. 1998. The Feed Value of By Product and Wastes In Feed Science. Edited Ab 2 9 SB. Scotland.
Yusmadi. 2008. Kajian mutu dan palatabilitas silase dan hay ransum komplit berbasis sampah organik primer pada kambing. peranakan etawah. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.










