Analisis Pendapatan Usaha Ternak Babi dari Dua Cara Penjualan yang Berbeda di Kota Kupang (Income Analysis of Pig Business from Two Different Ways of Sales In Kupang City)
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i4.202Keywords:
Pigs, piglet, fattening pigs, incomeAbstract
Suatu penelitian tentang usaha ternak dari dua cara penjualan yang berbeda telah dilaksanakan di Kota Kupang pada bulan Januari 2019 dengan tujuan: 1) mengetahui dan menganalisis besarnya pendapatan dari dua cara penjualan ternak babi; 2) mengetahui apakah ada perbedaan pendapatan dari dua cara penjualan ternak babi. Pengambilan contoh dilakukan secara bertahap yaitu penentuan tiga kecamatan contoh secara purposif, penentuan enam kelurahan contoh secara purposif dan penentuan 118 peternak contoh secara acak non proposional. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, kemudian dilanjutkan dengan uji beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usaha ternak babi dari kelompok peternak yang menjual anak babi Rp6.591.243,23/tahun atau Rp101.403,74/hari, sedangkan pendapatan dari kelompok peternak yang menjual babi penggemukan adalah Rp6.131.431,99 atau Rp36.715,16/hari. Hasil analisis uji-t menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata dari dua cara penjualan, dimana kelompok peternak yang menjual anak babi memiliki pendapatan yang lebih besar dari pada kelompok peternak yang menjual babi penggemukan (P <0,01). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha ternak babi yang menjual produknya berupa anak babi lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan usaha ternak babi yang menjual produknya berupa babi penggemukan.
Kata kunci : ternak babi, anak babi, babi penggemukan, pendapatan.
A study of PIG livestock business from two different ways of selling was carried out in Kupang City in January 2019 with the aim of: 1) knowing and analyzing the amount of income from two ways of selling pigs; 2) find out if there are differences in income from the two ways of selling pigs. Sampling was carried out in multi stages sampling, namely the determination of three sample districts in a purposive manner, the determination of six sample villages of the three selected districts in a purposive manner and the determination of 118 sample of pig breeders in a non-proportional random manner. Data analysis method used is income analysis, then proceed with the average difference test. The results showed that the average income earned from a group of farmers selling piglets was Rp.6,591,243.23/year or Rp101,403.74/day, while the income from a group of farmers selling fattening pigs was Rp6,131,431.99 or Rp.36,715.16/day. The results of the t-test analysis showed that there were a highly significant differences in the two sales methods, where the group of farmers selling pigs had a higher income than the group of farmers selling fattening pigs (P <0.01). Thus, it can be concluded that the business of pigs selling their products in the form of piglets is more profitable compared to the business of pigs selling products in the form of fattening pigs.
Keywords: Pigs, piglet, fattening pigs, income
References
Abraham DR, Manese MAV, Sondakh LW, Santa NM. 2013. Analisis keuntungan integrasi usaha ternak babi dengan ikan mujair di Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa. Jurnal Zootek (“Zootek†Journal) 31 (1): 1-10.
Febriana, D dan M. Liana.2008. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak ruminansia pada peternak rakyat di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu. Jurnal Peternakan 5 (1) : 2837
Indrayani I, Nurmalina R, Fariyanti A. 2012. Analisis efisiensi teknis usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Peternakan Indonesia 14 (1): 286-296.
Kueain Y.A, Suamba IK, Wijayanti PU. 2017. Analisis finansial usaha peternakan babi (Studi kasus peternakan babi UD Karang di Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung). E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 6(1):96-104.
Makkan RJ, Makalew A, Elly FH, Lumenta IDR. 2014. Analisis keuntungan penggemukan sapi potong kelompok tani ‘’Keong Mas’’ Desa Tambulango Kecamatan Sangkub Bolaang Mongondow Utara (Studi Kasus). Jurnal Zootek 34 (1):28-36.
Osak RAF, Paneleween VVJ, Pandey J, Lumenta IDR. 2014. Pengaruh pendapatan rumahtangga terhadap konsumsi daging (sapi, babi, ayam) di Desa Sea I Kecamatan Pineleng.Jurnal Zootek (“Zootrek†Journalâ€) 34 (2):10-17.
Riadi S, Nur S dan Muatip K. 2014. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan peternak sapi potong di Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmiah Peternakan 2 (1):313-318.
Sundari, Rejeki AS, Triatmaja H. Analisis pendapatan peternak sapi potong sistem pemeliharaan intensif dan konvensional di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Jurnal Peternakan 7 (2): 73-79
Sunarto E, Nono OH, Lole UR, Henuk YL. 2016. Kondisi ekonomi rumah tangga peternak penggemukan sapi potong pada peternakan rakyat di Kabupaten Kupang. Jurnal Peternakan Indonesia 18 (1):21-28.
Soekartawi 2003. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Tumober JCh, Makalew A, Salendu AHS, Endoh EKM. 2014. Analisis keuntungan pemeliharaan ternak sapi di Kecamatan Suluun Toreran Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Zootek 34 (2):18-26
Weol EF, Rorimpandey B, Lenzun GD, Endoh EKM. 2014. Analisis pengaruh pendapatan rumahtangga terhadap konsumsi daging dan telur di Kecamatan Suluun Tereran Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Zootek 34 (1): 37-47.
Warouw ZM, Panelewen VVJ, Mirah AD. 2014. Analisis usaha peternakan babi pada perusahaan “Kaswean†Kakaskasen II Kota Tomohon. Jurnal Zootek (“Zootrek†Journalâ€) 34 (1):92-102.
Widayati TW, Sumpe I, Irianti BW, Iyai DA, Randa SY. 2018. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha ternak babi Teluk Doreri Kabupaten Manokwari. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian “AGRIKA†12 (1): 73-82.










