Pengaruh Lama Fermentasi Dengan Cairan Rumen Kambing Terhadap Perubahan Kualitas putak

Authors

  • Christanto Umbu Jama Tagumara Fakultas Peternakan,Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Maritje Aleonor Hilakore Fakultas Peternakan,Universitas Nusa Cendana Kupang
  • Daud Amalo Fakultas Peternakan,Universitas Nusa Cendana Kupang

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v2i3.268

Keywords:

Putak, goat rumen fluid, incubation time

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi dengan cairan rumen kambing terhadap perubahan kualitas putak. Starter fermentasi putak berasal dari cairan rumen kambing kacang yang kembangbiakan dengan air kelapa muda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah R0 = Putak 100 gram+ starter 2 % + urea 0,5% tanpa inkubasi (0 hari), R1 = RO + inkubasi 7 hari R2 = RO + inkubasi 14 hari dan R3 = RO + inkubasi 21 hari. Variable yang diukur dalam penelitian ini adalah Bahan Kering, Protein kasar, Lemak Kasar dan Serat Kasar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata P>0,01 terhadap peningkatan lemak kasar dan protein kasar putak, serta menurunkan kandungan serat kasar dan bahan kering. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fermentasi putak menggunakan cairan rumen kambing dengan lama waktu inkubasi yang berbeda dapat meningkatkan kualitas nutrisi putak

 Kata kunci: Putak, cairan rumen kambing, lama inkubasi

 

This study aims to determine the effect of fermentation time with goat's rumen fluid on changes in putak quality. Starter fermentation of putak were produced of the rumen liquid of goat nuts which was grown with young coconut water. The research method used was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments with 3 replicates. The treatments in this study were R0 = Putak 100 grams + starter 2% + urea 0.5% without incubation (0 days), R1 = RO + incubation 7 days R2 = RO + 14 days incubation and R3 = RO + 21 days incubation. The variables measured in this study were dry matter, crude protein, crude fat and rough fiber. The data obtained were analyzed using Analysis of variance (ANOVA). The results showed that the treatment significantly affected P> 0.01 on the increase in crude fat and crude protein of putak, as well as reducing the content of crude fiber and dry matter. The conclusion of this study is that putak fermentation using goat's rumen fluid with different incubation time can improve the nutritional quality of putak

 Keywords: Putak, goat rumen fluid, incubation time

References

Abdullahi S, Nyako HD, Malgwi IH, Yahya MM, Mohammed ID, Tijani I, Aminu IM, & Shedu IT.2016. Performeance of yankasa rams feed urea treated shorghum chaff as a basal diet supplemented whith Maize offals in semi- arid environment of Nigeria, International journal of life science research. 4 (1): 15-21

Akhadiarto S. 2009. Pengaruh Pemberian Ransum dari Limbah Jerami Padi dan Onggok Melalui Perlakuan Cairan Rumen Terhadap Performan Domba. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta.

Anggraeny YN dan Umiyasih U.2009. Pengaruh penggunaan Saccharomyces Cerevisae Terhadap Kandungan Nutrisi dan Kecernaan Ampas Pati Aren

(Arenga Pinata MERR) Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan

Veteriner.

Bata M.2008. pengaruh molases pada penggunaan amoniasi jerami padi mengguakan urea terhadap kecernaan bahan kering dan organic invitro. Agripet.8 (2): 1520

Bamualim, A; J. Kale Taek; J. Nullik dan Wirdahayati R. B. 1993. Pengaruh Suplemen Daun Kedondong Hutan (Lannea grandis), Turi

(Sesbaniagrandiflora) dan Putak (Corypha Gebanga) dan Putak Campur Urea terhadap Pertumbuhan Ternak Sapi Bali di Musim Kemarau. Publikasi Wilayah Kering Vol 1 No. 1. BPPP Deptan

Biyatmoko, D. 2002. Penggunaan Ampas Sagu Fermentasi dalam Ransum Itik Alabio Jantan. Disertasi. Program Pascasarjana IPB Bogor

Dewi, A.K., C.S. Utama dan S. Mukodiningsih. 2014. Kandungan Total Fungi Serta Jenis Kapang dan Khamir pada Limbah Pabrik Pakan yang Difermentasi dengan Berbagai Aras Starter Starfung. Agripet 1 (1): 21-30. Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang.

Esposito, G., L. Frunzo, A. Panico dan F. Pirozzi. 2011. Modelling the Effect of the OLR and OFMSW Particle Size on the Performances of an Anaerobic Codigestion Reactor. J Process Biochem 10 (46):557-565.

Eko, D., Junus, M., dan M. Nasich. 2012. Pengaruh Penambahan Urea Terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Padatan Lumpur Organik Unit Gas Bio. Disertasi. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. Malang.

Fajarudin, M.W., M. Junus dan E. Setyowati. (2014). Pengaruh lama fermentasi EM4 terhadap kandungan protein kasar padatan kering lumpur organik unit gas bio. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 23(2): 14-18

Fardiaz, S. 1988. Fisiologi Fermentasi. Pusat Antar Universitas IPB Bogor Kompiang, I.P., A. Sinurat dan Supriyati. 1995. Pengaruh Protein EnrichedSagu/Limbah Sagu terhadap Kinerja Ayam Pedaging. Laporan Hasil-hasil Penelitian APBN 1994 (1995): 491–497.

Fitriliyani, I. 2010. Peningkatan Kualitas Nutrisi Tepung Daun Lamtoro Dengan Penambahan Ekstrak Enzim Cairan Rumen Domba Untuk Pakan Ikan Nila (Oreochromis sp). Disertasi. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Franstika R. (2012) Pengaruh Waktu Fermentasi Campuran Tichoderma reesei dan Aspergillus Niger Terhadap Kandungan Protein Dan Serat Kasar Ampas Sagu, JKK. 1 (1): 35-39

Gandjar, I. 1983. Perkembangan mikrobiologi dan bioteknologi di Indonesia. Mikrobiologi di Indonesia. PRHIMI, hlm. 422-424.

Ganjar, I. 2000. Pemanfaatan Ampas Tape Ketan. Departemen Kesehatan. Jakarta.

Ginting, S.P. & Krisnan, R. 2006. Pengaruh fermentasi menggunakan beberapa strain Trichoderma dan masa inkubasi berbeda terhadap komposisi kimiawi bungkil inti sawit. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, hlm. 939944.

Hadadi, A., Herry, Setyorini, A., Surahman, & Ridwan, E.n 2007. Pemanfaatan limbah sawit untuk bahan pakan ikan. J. Budidaya Air Tawar, 4 (1): 11-18.

Hangewa. 1992. Pemakaian Tepung Sagu dan Ampasnya dalam Ransum Ternak sebagai Sumber Energi. Informasi Pertanian No. 4 Tahun 1992.

Hastuti, D., S. Nur dan B. Iskandar. 2011. Pengaruh Perlakuan Teknologi Amofer (A moniasi Fermentasi) Pada Limbah Tongkol Jagung Sebagai Alternatif Pakan Berkualitas Ternak Ruminansia. Mediagro. 7 (1) 2011: 55 – 65.

Henrikson, H., M.J. Waern, G. Nyman. 1995. Anaesthetics for general anaesthesia in growing pigs. Acta Vet Scand 36 (4): 40-69.

Hernawati, Tatik, Lamid M., Hermadi HA., Warsito SH. 2010. Bakteri selulotik untuk meningkatkan kualitas pakan komplit berbasis limbah pertanian. Veterinaria Medika,.3 (3) November 2010. Surabaya. Halaman 205-208

Hilakore M. A. 2008. Peningkatan Kualitas Nutritif Putak Melalui Fermentasi Campuran Trichoderma reesei dan Aspergillus niger Sebagai Pakan Ruminansia. Disertasi. Sekolah Pascasarjana IPB, Bogor.

Hilakore M. A, Suryahadi, Wiryawan G. K, dan Mangunwidjaja D. 2013 Peningkatan Kadar Protein Putak Melalui Fermentasi Oleh Kapang Trichoderma Reeesei. Jurnal VET, 14 (2): 250-254

Martaguri I., Mirnawati M. & Muis H.2011. Peningkatan Kualitas Ampas Sagu Melalui Fermenasi Sebagai Bahan Pakan Tenak. Jurnal Peternakan, 8 (1):38-43

Migwi PK, Godwin I, Nolan JV & kahn LP.2011. the effect of energy supplementation on intake and utilization efficienty of Urea-treated lowquality Roughagr in sheep. Rumen Digestion and feed intake. Asian-Aust. J Anim.Sci.24 (5) 623-635.

Mirwandhono E., Bachari i., dan Sitomrang D.2006. Uji nilai nutrisi ubi kayu yang di fermentasi dengan aspergillus Niger. Jurnal Agribisnis Peternakan, 2 (1) 9196

Nalar., Phoan H., Herliani., Irawan B., Rahmatullah SN., Askalani, dan Kurniawan NMA. 2014. Pemanfaatan Cairan Rumen dalam Proses Fermentasi Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Nutrisi Dedak Padi Untuk Pakan Ternak. Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasiâ€. Banjar baru, 6 –7 Agustus 2014

Nullik, J., P. Th. Fernandez dan A. Bamualim. 1988. Pemanfaatan dan ProduksiPutak Sebagai Sumber Energi Makanan Ternak Sapi dan Kambing. Laporan Penelitian Komponen Teknologi Peternakan, Main Base Kupang 1987–1988. Proyek NTASP. BPPP Deptan.

Pasaribu, T., T. Purwadaria, A. P. Sinurat, J. Rosida, D.O.D. Saputra. 2001. Evaluasi Nilai Gizi Lumpur Sawit Hasil Fermentasi dengan Aspergillus niger Pada Berbagai Perlakuan Penyimpanan. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 6 (4): 224-229.

Pujaningsih. 2005. Teknologi Fermentasi dan Peningkatan Kualitas Pakan. Laporan dalam bentuk pdf. Laboratorium Teknologi Makanan Ternak Fakultas Peternakan Undip.

Ralahalu, Tabita Naomi. 1998. Pengaruh Tingkat Penggunaan Ampas Sagu yang Difermentasi dengan Aspergillus niger dalam Ransum pada Pertumbuhan Babi Selama Periode Pertumbuhan. Tesis. Program Pasacsarjana IPB Bogor.

Rothschild, N., A. Levkowitz, Y. Hadar and C.G. Dosoretz. 1999. Manganese deficiency can replace high oxygen levels needed for lignin peroxidase formation by Phanerochaete chrysosporium. Appl Environ Microbiol 65:483488.

Rosningsih, S. 2000. Pengaruh Lama Fermentasi dengan EM-4 terhadap Kandungan Ekskreta Layer. Buletin Pertanian dan Peternakan.1(2): 62-69. Universitas Wangsa Manggala.Yogyakarta.

Sandi, S., Laconi, E.B., Sudarman, A., Wiryawan, K.G., & Mangundjaja, D. 2010. Kualitas Nutrisi Silase Berbahan Baku Singkong yang Diberi Enzim Cairan

Rumen Sapi dan Leuconostoc mesenteroides. Media Peternakan, 33(1): 2530.

Sangadji I. 2009 Perubahan Nilai Nutrisi Ampas Sagu Selama Pada Fase Pertumbuhan Jamur Tiram Putih (Pleurotusostreatus) Yang Berbeda, JIT, 8 (1): 31-34

Schlege ER, Montgomery SP, Waggoner JH, Vahl CI, Titgemeyer EC, Hollenbeck WR &Blasi DA.2016. evaluation of ammoniated wheat straw during a receving and growing periode for beef cattle. The professional animal scientist 32 (3): 295-301

Setiyatwan, H. 2007. Peningkatan Kualitas Nutrisi Duckweed Melalui Fermentasi Menggunakan Trichoderma harzianum. Jurnal Ilmu Ternak. 7 (2): 113-116.

Simanihuruk, K., A. Chaniago, J. Sirait. 2011. Silase Ampas Sagu Sebagai Pakan Dasar Pada Kambing Kacang Sedang Tumbuh. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2011.

Simanihuruk, K., Junjungan dan S.P. Ginting. 2008. Pemanfaatan silase pelepah kelapa sawit sebagai pakan basal kambing kacang fase pertumbuhan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. hal 446-455.

Sinurat, A.P., T. Purwadaria, J. Rosida, H. Surachman, H. Hamid dan I.P. Kompiang. 1998. Pengaruh suhu ruang fermentasi dan kadar air substrat terhadap nilai gizi produk fermentasi lumpur sawit. J. Ilmu Ternak Vet. 3(4):225-229.

Soares D, Djunaidi IH, dan Natsir MH.2018. Pengaruh Jenis Inokulum Aspergillus Niger, Saccharomyces Cereviseae Dan Lama Fermentasi Terhadap Komposisi

Nutrisi Ampas Putak (Corypha Gebanga). Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 28 (1): 90 – 95

Supriyati, T., Pasaribu, H. Hamid dan A. Sinurat. 1998. Fermentasi Bungkil Inti Sawit Secara Substrat Padat dengan MenggunakanAspergillus niger. JITV 3(3): 165 –170.

Wallace RJ, Bequette BJ, Macrae JC, Lobley GE. 2001.Increaing the flow the protein from ruminal fermentation. Review. Asian-Aus j Anim Sci 10 (14):885-893

Yuliana A., Chuzaemi S.2019. Pengaruh Lama Fermentasi Ampas Putak terhadap kualitas fisik dan Kimia menggunakan Apergillus Oryzae. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 2 (1) 19-32

Yulistiani D, Puastuti W, Wina E, & supriati. 2012. Pengaruh Berbagai Pengolahan Terhadap Nilai Nutrisi Tongkol Jagung: Komposisi Kimia Dan Kecernaan Invitro. JITV 17(1) 59-66.

Downloads

Published

2020-09-24

How to Cite

Tagumara, C. U. J., Hilakore, M. A., & Amalo, D. . (2020). Pengaruh Lama Fermentasi Dengan Cairan Rumen Kambing Terhadap Perubahan Kualitas putak. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(3), 1022–1028. https://doi.org/10.57089/jplk.v2i3.268

Issue

Section

Articles