Pengaruh substitusi dedak padidengan kulit buah kopi terfermentasi aspergillus niger dalam konsentrat terhadap performans kambing
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i2.279Keywords:
goats, diet, rice bran, fermented coffee fruitAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi kulit buah kopi terfermentasi Aspergillus nigerdengan dedak padi dalam konsentratterhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan kecernaan bahan kering, serta konversi ransum pada kambing lokal jantan. Materi yang digunakan adalah 25 ekor ternak kambing lokal jantan yang berumur 10 – 12 bulan dengan rataan berat badan 14,94 dan KV = 13,72%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 5 perlakuan dengan 5 kelompok. Perlakuan yang diberikan adalah : P0 (tanpa kulit buah kopi terfermentasi), P1 (penambahan kulit buah kopi terfermentasi 25%), P2 (penambahan kulit buah kopi terfermentasi 50%), P3 (penambahan kulit buah kopi terfermentasi 75%) dan P4 (penambahan kulit buah kopi terfermentasi 100%).Parameter yang diukur meliputipertambahan bobot badan, konsumsi dankecernaan bahan kering, serta konversi ransum, pada kambing lokal jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuaan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan, kecernaan bahan kering dan konversi ransum. Sedangkan konsumsi bahan kering memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01). Hal ini dapat disimpulkan bahwa substitusi kulit buah kopi terfermentasi Aspergillus nigerdengan dedak padi dalam konsentrat dapat meningkatkan konsumsi bahan kering namun tidak berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan, kecernaan bahan kering dan konversi ransum pada ternak kambing. Oleh karena itu disarankan bahwa kulit buah kopi terfermentasi Aspergillus niger dapat digunakan sebagai bahan pakan pengganti dedak padi pada saat kekurangan pakan.
Kata kunci : ternak kambing, dedak padi, kulit buah kopi terfermentasi
The study aimed at evaluating the potency of Aspergillus niger fermented coffee fruits peel as supplement feed substituting rice bran in the concentrate on local male goats perfomances.There 25 local male goats of 10-12 months of age with 12.5-22 kg (14.94kg average; CV 13.72%) initial body weight were used in the study. The gosts were randomly allotted in the 5 treatments with 5 replicates block design procedure to the 5 following treatment diets: P0 (diet without fermented coffee fruits); P1 (diet with 25% fermented coffee fruits peel ); P2 (diet with 50% fermented coffee fruits peel); P3 (diet with 75% fermented coffee fruits peel); and P4 (diet with 100% fermented coffee fruits peel). Variable studied were: body weight gain; dry matter intake and digestibility, and feeds conversion. Statistical analysis showeds that effect of treatment is highly significant (P<0.01) on drymatter intake, but not significant (P>0,05) on either body weight gain, dry matter digestibility or feeds conversion. The conclusion is that substituting rice bran with Aspergillus niger fermented coffee fruit peel increased feeds intake with the similar in weght gain, dry mater digestibility and feeds conversion of local male goats. Therefore, Aspergillus niger fermented coffee fruits peel could be used to substitute reice bran during feeds starvation.
Key words: goats, diet, rice bran, fermented coffee fruit
References
Adrani A, Latif S, Sulaksana I. 2014. Peningkatan produksi dan kualiatas susu kambing peranakan etawah sebagai respon perbaikan kualitas pakan. Junal Ilmu – Ilmu Peternakan 17 (1): 15 -21
Akmal, Filawati. 2008. Pemanfaatan kapang Aspergillus niger sebagai inokulan fermentasi kulit kopi dengan media cair dan pengaruhnya performans ayam broiler. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan 11 (3): 150-158
Farida WR. 1998. Pengimbuhan konsentrat dalam ransum penggemukan kambing muda di Wamena, Irian Jaya. Media Veteriner 5 (2): 21-26
Gasperz, V. 1991. Metode Perancangan Percobaan. CV Armico: Bandung
Guntoro S, Sriyanto N, Suyasa, Yasa MR. 2008. Hasil Pengkajian Pemanfaatan Limbah Perkebunan (Kakao dan kopi) Untuk Pakan Ternak.Kerjasama BPTP Bali Dengan Bappeda Propinsi Bali.
Hartati E, Saleh A, Sulistijo DE. 2014. Pemanfaatan standinghay rumput kume amoniase dengan penambahan ZnSO4dan Zn-Cu isoleusinat dalam ransum untuk mengoptimalkan konsumsi, kecernaan dan kadar glukosa darah sapi bali dara. Pastura 3 (2): 88 -93
Haryanto B, A. Djajanegara. 1992. Energy and Protein Requirements for Small Ruminants. New Technologies for Small Ruminant Production in Indonesia. LUDGATE P and S. SCHOLZ (Eds).Winrock Int. Institute for Agric. Dev, Moririlton, Arkansas. USA.
Juarini EI, Hasan I, Wibowo B, Tahar A. 1995. Penggunaan Konsentrat Komersial Dalam Ransum Domba Di Pedesaan Dengan Agroekosistem Campuran (SawahTegalan) Di Jawa Barat.Pros. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan. Balai Penelitian Ternak. Bogor. pp: 176-181.
Mathius WI, Baga BI, Sutama KI. 2002. Kebutuhan kambing PE jantan muda akan energi dan protein kasar: konsumsi, kecernaan, ketersediaan dan pemanfaatan nutrien. JITV 7 (2): 99 – 109
Paramita LW, Susanto EW, Yulianto AB. 2008. Konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik dalam hay lase pakan lengkap ternak sapi peranakan ongole. Media Kedokteran Hewan24 (1) 59 - 62
Wahuyuni HSS, Budinuryanto CD, Supratman H, Suliantri. 2011.Respon broiler terhadap pemberian ransum mengandung dedak padi fermentasi oleh kapang aspergilus ficuum. Jurnal Ilmu Ternak 1 (10): 26 -31
Wikipedia Foundation. 2012. Aspergillus. www.wikipedia.org/wiki/Aspergillus (Diakses Desember 2015).










