Pertumbuhan dan Produksi panen kedua Rumput Brachiaria hibryd Cv. Mulato yang diberi Bokashi Feses Kambing dengan Dosis yang Berbeda (Growth and production second harvest of Brachiaria hibryd cv. Mulato grass fertilized with different dosages bokashi goat
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i4.28Keywords:
bokashi, Brachiaria, mulato, growth, productionAbstract
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana Kupang. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pertumbuhan dan Produksi rumput Brachiaria hybrid cv. Mulato yang diberi bokashi Feses kambing dengan dosis yang berbeda pada panen ke II. Materi yang digunakan adalah 16 polybag rumput Brachiaria hybrid cv. Mulato. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0: tanpa pupuk bokashi (kontrol), P1: pupuk bokashi 200 gram/polybag, P2: pupuk bokashi 300 gram/polybag, P3: pupuk bokashi 400 gram/polybag. Variabel yang diteliti adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi bahan segar, dan produksi bahan kering. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, bahan segar, dan bahan kering. Disimpulkan bahwa bokashi Feses kambing cenderung meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi bahan segar dan produksi bahan kering rumput Brachiaria hybrid cv. Mulato.
Kata Kunci: Bokashi, Brachiaria, Mulato, Pertumbuhan, Produksi
The research has been carried out at the Field Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Nusa Cendana University, Kupang. The purpose of the study was to evaluate the growth and production of the second harvest Brachiaria Hybrid Cv. Mulato fertilized with differents bokashi Goats Feces. The material used were 16 polybags of Brachiaria hybrid cv. Mulato. This study used a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications. The treatment tried was P0: without bokashi Goat feces (control), P1: 200 gram bokashi Goat feces/polybag, P2: 300 gram bokashi Goat feces /polybag, P3: 400 gram bokashi Goat feces / polybag. The variables studied were plant height, number of tiller, fresh material, and dry material. The results of variance analysis showed that the treatment had no significant effect (P> 0.05) on plant height, number of tiller, fresh Matter, and Dry Matter. It was concluded that goat feces bokashi tends to increase the growth of plant height, number of tillers, fresh matterl production and production of dry matter Brachiaria hybrid cv. Mulato grass
Keywords: Bokashi, Brachiaria, Mulato, growth, Production
References
Acquaah, G. 2005. Principles of Crop Production. Jurnal Agron. Indonesia
Ahmadi , A., & Joudi , M. (2007).Effect of Timing and Defoliation Intensity on Growth, Yield and Gas Exchange Wheat Grown Under Well-watered and Drought Conditions. Pak. J. Biol. Sci. 10 (21) : 3794 – 3800.
Donahue, R.L, 1984. Soil and Introduction to Soil and Plant Growth Printice Hall Inc, Engelwood Clifts, New York
Dwidjoseputro, D., 1992, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Hanifah, K.A., 2005, Dasar-Dasar Ilmu Tanah, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Harjadi, S. S. 1984. Pengantar Agronomi. Gramedia, Jakarta.
Hartatik,Wiwik dan Widowati, L.R. 2008. Pupuk organik. Jurnal Pupuk Organik.
Kaunang, L. Charles. 2005. Respon Ruminan terhadap Pemberian Hijauan Pakan yang Dipupuk Air Belerang. www.google.co.id.
Kusuma, M. E. 2012. Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Kandang Terhadap Kualitas Bokashi. Jurnal Ilmu Hewan Tropika.
Lasmadi, R. D., Malalantang S. S., Rustandi, Anis S. D. 2013. Pertumbuhan dan Perkembangan Rumput Gajah Drawft (Pennisetum purpureum cv Mott) yang Diberi Pupuk Organik Hasil Fermentasi EM4.
Marliani. 2010. Produksi dan Kandungan Gizi Rumput Setaria (Setaria Sphacelata) Pada Pemotongan Pertama Yang Ditanam Dengan Jenis Pupuk Kandang Berbeda. Skripsi.Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Riau.
Muslihat, L 2003. Teknik Percobaan Takaran Pada Pembibitan. Bulletin Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen pertanian. 8 (1) : 1-3.
Prawiranata W., S. Harran dan P.Tjondronegoro. 1999. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jilid II. Laboratorium Fisiologi Tumbuhan. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan IPA. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Purnama, R. 2002. Meningkatkan Pendapatan Petani Serta Mendukung Penciptaan Ketahanan Nasional.hhtp://www. Chetong. Ui. Ac. Id/-SNTPK/ Phonska-Raup-purnama-. Pdf.
Reksohadiprodjo, S. 1985. Produksi Tanaman Hijauan Makanan Ternak Tropika. BPFE, Yogyakarta.
Riley, H., R. Pommeresche, R. Eltun, S. Hansen, A.Korsaeth. 2008. Soil Structure, Organic Matter and Earthworm Activity in a Comparison of Cropping Systems with Contrasting Tillage, Rotations, Fertilizer levels and Manure use. Jurnal Agron. Indonesia
Sabiham, S.1989. Pupuk dan Pemupukan. Departemen Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor
Sajimin, I.P. Kompiang, Supriyati dan N. P. Suratmini. 2001. Penggunaan Biofertilizer untuk Penigkatan Produktifitas Hijauan Pakan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum cv Afrika) pada Lahan Marjinal di Subang Jawa Barat.
Santia, S.D. Anis C.L. Kaunang. 2017.Pengaruh Tinggi dan Jarak Waktu Pemotongan Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott) Terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Produksi Bahan Kering. Jurnal Zootek. Vol. 37 (1):116-122.
Suardin, S. Natsir dan A. Rahim. 2014. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Campuran Rumput Mulato (Brachiaria hybrid.cv.Mulato) dengan Jenis Legum Berbeda Menggunakan Cairan Rumen Sapi. JITRO VOL.1 NO.1.Fakultas Peternakan. Universitas Haluoleo
Sufardi. 2010. Mengenal Unsur Hara Tanaman. Universitas Syiah Kuala.Banda Aceh.
Syafira, H. 1996. Pengaruh Penggenangan, Pemupukan Nitrogen Serta Interval Pemotongan Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Lokal Kumpai (Hymenachne Amplexicalus (Rudge) Ness). Tesis.
Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor .
Tarigan, A., L. Abdullah, S.P. Ginting dan I.G. Permana. 2009. Produksi Dan Komposisi Nutrisi Serta Kecernaan In Vitro Indigo-Fera. Sp Pada Interval Dan Tinggi pemotongan Berbeda. Http://Peternakan.Litbang










