Efek penggunaan larutan daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam “liquid feeding †terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik pada babi peranakan landrace
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i4.282Keywords:
pig, moringa, liquid feeding, intake, digestibility, dry matter, organic matterAbstract
Penelitian ini telah dilakukan di Dusun II Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan larutan daun kelor dalam “Liquid feeding†terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi peranakan landrace jantan kastrasi, umur 3 - 4 bulan dengan bobot badan awal 18 – 45kg, rata-rata 29,17kg dan koefisien variasi 34,17%. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan ialah R0: (ransum basal cair 100% tanpa larutan daun kelor sebagai (Kontrol)), R1 (ransum basal cair + 5% larutan daun kelor), R2 (ransum basal cair +10% larutan daun kelor), R3 (ransum basal cair + 15% larutan daun kelor). Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggunaan larutan daun kelor berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi. Kesimpulan penggunaan larutan daun kelor cenderung meningkatkan konsumsi ransum dan kecernaan bahan kering dan bahan organik.
Â
Kata kunci: babi, kelor, liquid feeding, konsumsi, kecernaan, bahan kering, bahan organik
Â
The study was carried out in Dusun II, Village Baumata Timur, Subdistrict Taebenu, District Kupang. The purpose of this study was to study the use of Moringa leaf solution (Moringa oleifera Lam) in “liquid feeding†on the intake and digestibility of dry matter and organic matter of starter-grower phase landrace pigs. The material used were 12 barrows age 3-4 months with initial body weight of 18-45kg, average of 29.17kg and CV 34.17%. The design used is Randomized Block Design (RBD) 4 treatments with 3 replicates. The treatments tested were R0 (basal liquid feed 100% without Moringa leaf solution (Control)) R1 (basal liquid feed + 5% Moringa leaf solution) R2 (basal liquid feed + 10% Moringa leaf solution) R3 (basal liquid feed + 15% Moringa leaf solution). The variable measured were the consumption and digestibility of dry matter and organic matter. Statistical analysis shows that the effect of using of moringa leaf solution is not significant (P>0,05) on the intake and digestibility of dry matter and organic matter of pigs. Conclusion the use of moringa leaf solution in liquid basal tends to increase intake and digestibility of dry matter and organic matter of the pig.
Â
Key words: pig, moringa, liquid feeding, intake, digestibility, dry matter, organic matter
References
Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Bachari, I., R. Roeswandy dan A. Nasution. 2006. Pemanfaatan solid dekanter dan suplementasi mineral zinkum dalam ransum terhadap produksi burung puyuh (Coturnixcoturnix japonica) umur 6-17 minggu dan daya tetas. Jurnal Agribisnis Peternakan. 2:72-77.
Budiman, A, I. dan U.H. Tanuwiria. 2005. Jurnal Ilmu Ternak. Vol. 5 (1):55-63.
Ensminger, M. E., J. E. Oldfield and W. W. Heinemann. 2000. Feed and Nutrition. (Formerly, feeds and Nutrition – complete). Second Edition. The Ensminger publishing Company. Clovis california, U. S. A.
Fuglie, L. (2001). Combating Malnutrition With Moringa. Development potential for Moringaproducts, 1(1), 1–4.
Kaligis F.S., Umboh J, Pontoh, RahasiaA.2016. Pengaruh Substitusi Dedak Halus Dengan Tepung Kulit Buah Kopi Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Energi Dan Protein Pada Ternak Babi Fase Grower. Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratu langi. Manado.
Khan, S. H., R. Sardar and M. Anjum. 2007. Effects of dietary garlic on performance and serum and egg yolk cholesterol concentration in laying hens. Asian J. Poult. Sci. 1:22-27.
Kamal, M. 1994. Nutrisi Ternak I. Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Malheiros R.D., MB Moraes, A Collin, PJ Janssens, E Decuypere and J Buyse. 2003. Dietary Macronutrients, Endocrine Functioning and Intermediary Metabolism in Broiler Chickens. Nutr.Res., 23 : 567–578.
NRC (Nation Research council), 1998. Nutrien Requirements of swine. Tenth Revised Edition.National Academy Press, Washington, D.C.
National Research Council [NRC]. 1988. Nutrient Requirement of Dairy Cattle. 6th Ed. National Academy Science. Washington, D.C.
Noorsatiti, M. N, L.K. Nuswantara dan A. Subrata. 2012. Degradabilitas Bahan Kering, Bahan Organik Dan Serat Kasar Ransum Dengan Berbagai Level Bagasse Secara In Sacco. Animal Agricultural Journal, Vol. 1. No. 1, 2012, p 143 – 158. Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang
Oliver, P., F. S. de los Santos, F. Fernández, I. Ramos, and B. Abukarma. 2015. Effect of a liquid extract of Moringa oleifera on body weight gain and overall body weight of weaning pigs. International Journal of Livestock Production. 6(5):69-73. Doi:10.5897/IJLP2014.0246.
Pond WG, Church DC, Pond KR. 1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. Wiley, New York, USA.
Parakkasi, A. 1990. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Penerbit Angkasa Bandung 1993. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrk.
Rohyani, I.S., Eryanti, E., & Suripto. (2015). Kandungan Fitokimia Beberapa Jenis Tumbuhan Lokal yang Sering Dimanfaatkan sebagai Bahan Baku Obat di Pulau Lombok. Jurnal. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Mataram. Nusa Tenggara Barat.
Soeparno, 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press.Yogyakarta.
Soebiyanto dan Darmawan, P. 2017. Meninjau Ulang Penggunaan Besaran Konsentrasi Normalitas pada Kimia Larutan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi. Fakultas Teknik Universitas Setia Budi, Surakarta. 10(1).
Sembiring. Pratiwi, T. Osfar, J. and Irfan, D. Evaluation of Kepok Banana Corm Fermented With Saccharomyces Cerevisiae and Aspergillus Niger As Feeds, Jandian J. Arim. Rcs.www. arccjournals. Com B. 687 (1-4).
Sembiring, 2017. Analisis Kandungan Nutrien Produk Fermentasi Bonggol Pisang Kepok Menggunakan Khamir Sebagai Bahan Pakan Ternak. Prosiding Seminar Nasiaonal Peternakan III.
Sembiring dan Dodu. 2018. Pengaruh Pemakaian Tepung Bonggol Pisang Kepok Fermentasi Dalam Pakan Ternak Babi Fase Grower Terhadap Kinerja Performan. Prosiding Seminar Nasional Peternakan Berkelanjutan Berbasis Lahan Kering 4.
Sihombing, D. T. H. 2006 Ilmu Ternak Babi. Gadjah Mada University Press Yogyakarta.
Simbolan JM, M Simbolan, N Katharina. 2007. Cegah nutrisi dengan Kelor. Yogyakarta: Kanisius.
Tillman, A. D. Hartadi. H, S. Prawirakusumo, S. Reksohadiprojo, S. Lebdosukodjo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fapet UGM. Yogyakarta.










