Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam kapur pada proses pembuatan kerupuk kulit sapi bali
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i2.307Keywords:
lime, soaking, cowhide, crackersAbstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam larutan kapur terhadap pada proses pembuatan kerupuk kulit sapi. Bagian kulit sapi segar yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari bagian punggung (croupon) yang akan dijadikan materi penelitian. Rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2x3. Faktor A konsentrasi kapur (A1 = 0,2 % A2 = 0,4% A3 = 0,6%) faktor B lama perendaman dalam kapur ( B1= 18 jam B2 = 24 jam B3 = 36 jam). Variabel yang diuji adalah volume pengembangan, kadar protein dan organoleptik yang terdiri dari kerenyahan, bentuk, warna, dan rasa. Data volume pengembangan kerupuk kadar protein di analisis mengunakan analisis variansi dan di lanjutkan uji Duncan, Sedangkan organoleptik dianalisis menggunakan analisis Kruskal wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menyatakan adanya interaksi (P<0,05) antara konsentrasi dan lama perendaman dalam kapur terhadap kerenyahan dan rasa kerupuk.. interaksi tidak berpengaruh ( P>0,05 ) terhadap volume pengembangan, kadar protein, warna dan untuk kerenyahan kulit sapi. Disimpulkan, interaksi antara 0,4% larutan kapur dengan lama perendaman 36 jam menghasilkan kerenyahan dan rasa terbaik. Volume pengembangan, kadar protein, warna dan bentuk kerupuk relatif sama untuk kombinasi perlakuan
Kata kunci: konsentrasi kapur, lama perendaman, kerupuk kulit.
ABSTRACT
The study aims to evaluate the effect of concentration and soaking time in lime solution on the process of making cow hide crackers. The fresh part of the cow hide used in this study comes from the back (croupon), which is used as research material. Complete randomized design (RAL) 2x3 factorial pattern. Factor A Concentration of lime (A1 = 0.2% A2 = 0.4% A3 = 0.6%) Factor B soaking time in lime (B1 = 18 hours B2 = 24 hours B3 = 36 hours). The variables tested were volume development, protein and organoleptic levels consisting of crispness, shape, color and taste. Volume expand data from protein-containing crackers were analyzed using the analysis of variance and the continued Duncan test, while the organoleptics were analyzed using the Kruskal-Wallis analysis and followed by the Mann-Whitney test. The results of the study stated an interaction (P <0.05) between concentration and immersion of the lime in crispness and cracker flavor. The interaction had no effect (P> 0.05) on volume expand, protein content, color and crispness of the diet cowhide. It was concluded that the interaction between 0.4% lime solution and 36 hour expand time produced the best crispness and taste. The volume of development, the protein content, the color and the shape of the crackers are relatively similar for a combination of treatments
Key words: lime, soaking, cowhide, crackers.
References
Astawan, M. 1989. Teknologi Pengolahan Pangan Tepat Guna. Akademika Pressindo. Jakarta.
Apriyantono, A, D. Fardiaz, N.L Puspitasari, Sedarnawati, S. Budiyanto. 1989. Petunjuk Laboratorium Analisa Pangan. PAU, IPB. Bogor.
Budiyanto, D. 1984. Pengaruh umur terhadap panjang, lebar dan ketebalan kulit sapi PO jantan kering. Skripsi, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
BSN.1996. Cara Uji Mutu Kerupuk Kulit. SNI 01-4308-1996.
BSN.1992. Cara Uji Mutu Kerupuk Kulit. SNI 06-2736-1992
Covington, A.D, G. S. Lampard, R. A. Hancock, I. A. Ionnidis. 1998. Studies on the origin of hydrothermal stability: A New Theory of Tanning JALCA. Vol. 93: 107 – 120.
Cordon, T.C. 1977. Controle and Estimation of Fungal Resistance of Leather. Chapt. 54 Vol. IV in The Chemistry and Technology of Leather. F.O’Flaherty, W.T. Roddy, and R.M. Lollar eds. Robert E Krieger Publishing Co. Huntington, New York.
Djojowidagdo, S. 1993. Sifat-Sifat Kulit Perkamen Kerbau Selama Penyimpanan 12 Minggu dalam Kelembaban dan Suhu yang Berbeda. Skripsi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Fellows, P. S, 1990. Food Processing Technology. Principles and Practices. Ellis Horwood Limited, New York.
Fennema, O.R., 1976. Principle of Food Science. Marcel Dekker Inc, New York
Hadiwiyoto, S. 1983. Hasil - Hasil Olahan Susu, Ikan, Daging dan Telur. Liberty, Yogyakarta. http://lordbroken.wordpress.com/2010/06/08/komposisi-dan-proses pembuatan-biskuit/. Tanggal akses 19 Mei 2017.
Indraswari, H. 1992. Teknologi Pengolahan Rambak Kulit. Yogyakarta: Kanisius.
Judoamidjojo, S. 1984. Teknik Penyamakan untuk Pedesaan. Penerbit Angkasa. Bandung.
Judoamidjojo, S. 2009. Topografis Kulit. Terjemahan Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.
Kanagy, J. R. 1997. Physical and performance properties of leather : Chap. 64. Vol. IV. Huntington, New York.
Lavlinesia, 1995. Kajian Beberapa Faktor Pengembangan Volumetrik dan Kerenyahan Kerupuk Ikan [tesis]. Bogor : Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.
Mirasa, Y.A, 2008. Kadar Chromium Darah Dan Urine Masyarakat Yang Mengkonsumsi Dan Tidak Mengkonsumsi Krupuk Rambak, Tahun 2004. Buletin Human Media. Vol 03, No 01, (65-69).
Matz, S. A. 1962. Food Texture. The AVI Publ. Comp. Inc., Westport. Connectticut.
Nayudamma, Y. 1978. Shringkage Fenimena In: The Chemistry and Technology of Leather. Kriegar Publishing Company, Florida.
Purnomo, E. 1987. Pengetahuan Dasar Teknologi Penyamakan Kulit. Akademi Teknologi Kulit. Yogyakarta.
Radiman, 1990. Penuntun Pembuatan Gelatin, Lem dan Kerupuk dari Kulit Hewan Secara Industri Rumah/Kerajinan. Balai Penelitian Kulit. Yogyakarta.
Sabtu, B. S. Djojowidagdo, dan S. Triajmojo. 2000. Kualitas Kerupuk Kulit Stratum Papilare dan Retikulare. Jurnal,Agrosain 13(2), 211-224.
Sudarminto, J. 2000. Pengaruh Lama Perebusan Pada Pembuatan Rambak Sapi. Jurnal Makanan Tradisonal.
Sarkar, K.T, 1995. Theory and Practice of Leather Manufacture. Published by The Author. 4, Second Avenue, Mahatma Gandhi Road, Madras 600041 India.
Siaw, C.L, A.Z . Idrus, dan Y.S. Yean, 1985. Intermediate technology for fish crackers (keropok) production. Journal,Food Tech 20: 17 – 21.
Soekarto, S. T, 1985. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bhratara Karya Aksara. Jakarta.
Sutejo, A. dan W. Damayanti. 2002. Rambak Cakar Ayam. PT.Trubus
Agrisarana, Surabaya.Siaw, C. L., A. Z. Idrus, dan Y. S. Yean. 1985. Intermediate technology for fish crackers (keropok) production. Journal Food Tech 20: 17 – 21.
Sharphouse, J. B, 1971. Leather Technicians Handbook. Product Association. London. Kelembaban dan Suhu yang Berbeda. Skripsi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Sutrisno, K. 2009. Pengolahan Aneka Kerupuk Kulit. Jurusan Teknologi Pengolahan Bahan Pangan Dan Gizi, IPB. Bogor










