Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Mayang Lontar

Burn Quality of Biocharcoal Briquettes Mix Goat Dung and Lontar Male Fruit Charcoal

Authors

  • Juby Hautias Universitas Nusa Cendana
  • Grace Maranatha Universitas Nusa Cendana
  • Yakob Robert Noach Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v4i4.1328

Keywords:

Biocharcoal briquette, burn quality, goat dung, lontar male fruit charcoal, Briket bioarang, kotoran kambing, kualitas bakar, mayang lontar

Abstract

Experiment aimed to determine the burning quality of biocharcoal briquette mix of goat dung and lontar male fruit charcoal. Completely randomized design with 4 treatments and 4 replicates was applied. Those treatment were P1= goat dung charcoal 25% + lontar male fruit 75%, P2= goat dung charcoal 50% + lontar male fruit 50%, P3= goat dung charcoal 75% + lontar male fruit 25%, P4= goat dung charcoal 100%. Variable observed were burning temperature, burning rate, burning resistance, burning color, smoke and water boiling ability. Results showed that treatment had a very significant effect (P<0.01) on burning color; significant (P<0.05) on burning resistance but no significant (P>0.05) on burning temperature, burning rate, smoke and water boiling ability. Avarage of burning temperature 213.44°C, burning rate 2.88 g/m, burning resistance 136.25 minutes, color score 2.6, smoke score 3.98 and water boiling ability 27.97 minutes. It was concluded that mixing of goat dung and lontar male fruit with increase of goat dung produce the biocharcoal briquettes with decrease of burning quality. The best of burning quality indicated by P2 that is mixed of 50% of both goat dung and lontar male fruit.

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh campuran arang kotoran kambing dan mayang lontar terhadap kualitas bakar briket bioarang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P1= arang kotoran kambing 25% + mayang lontar 75%, P2= arang kotoran kambing 50% + mayang lontar 50%, P3= arang kotoran kambing 75% + mayang lontar 25%, P4= arang kotoran kambing 100%. Variabel yang diteliti: temperatur bakar, laju pembakaran, ketahanan bakar, warna pembakaran, asap, dan kemampuan mendidihkan air. Hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna pembakaran, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap ketahanan bakar tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap temperatur bakar, laju pembakaran, asap, dan kemampuan mendidihkan air. Rerata temperatur bakar 213,44°C; laju pembakaran 2,88 g/m; ketahanan bakar 136,25 menit; warna pembakaran cenderung merah (skor 2,6); dan tidak ada asap (skor 3,98); kemampuan mendidihkan air 27,97 menit. Disimpulkan bahwa campuran kotoran kambing dan mayang lontar dengan level kotoran kambing yang meningkat menghasilkan briket bioarang dengan kualitas bakar yang menurun. Kualitas bakar terbaik diperlihatkan pada P2 yaitu arang kotoran kambing 50% dan mayang lontar 50%.

Author Biographies

Grace Maranatha, Universitas Nusa Cendana

Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan

Yakob Robert Noach, Universitas Nusa Cendana

Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan

References

Acharjee, Tapas C., Charles J. Coronella, and Victor R. Vasquez. 2011. “Effect of Thermal Pretreatment on Equilibrium Moisture Content of Lignocellulosic Biomass.†Bioresource Technology 102 (7): 4849–54. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2011.01.018.

Aljarwi, Muh. Arafatir, Dwi Pangga, and Sukainil Ahzan. 2020. “Uji Laju Pembakaran dan Nilai Kalor Briket Wafer Sekam Padi dengan Variasi Tekanan.†ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi Dan Aplikasi Pendidikan Fisika 6 (2): 200. https://doi.org/10.31764/orbita.v6i2.2645.

Arifin, Nurul, and Rijali Noor. 2016. “Pengaruh Komposisi Campuran Briket Arang Alang – Alang (Imperata Cylindrica) untuk Meningkatkan Nilai Kalor†Jurnal Teknik Lingkungan 2 (2): 61–72.

Asri, Saleh. 2013. “Efisiensi Konsentrasi Perekat Tepung Tapioka terhadap Nilai Kalor Pembakaran pada Biobriket Batang Jagung (Zea Mays L.).†Jurnal Teknosains 7: 78–89.

Charles, R T, and B Hariono. 1991. “Pencemaran Lingkungan Oleh Limbah Peternakan Dan Pengelolaannya.†Bull. FKH-UGM 10 (2): 71–75.

Dhawi WT. 2017. “Kualitas Briket Bioarang yang dibuat dari Campuran Arang Kotoran Kambing dan Arang Kusambi, Arang Serutan Kayu, Arang Tempurung Kelapa dan Arang Tempurung Kemiriâ€. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana. Kupang.

Djajeng Sumangat dan Wisnu Broto. 2016. “Kajian Teknis dan Ekonomis Pengolahan Briket Bungkil Biji Jarak Pagar Sebagai Bahan Bakar Tungku.†Buletin Teknologi Pasca Panen 5 (1): 18–26.

Fox JJ. 1996. Panen Lontar, Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Pulau Rote dan Sawu. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Gaspersz, V. 1994. Metode Perancangan Percobaan untuk Ilmu-Ilmu Pertanian, Ilmu-Ilmu Teknik, Biologi. Edisi Kedua. Armico. Bandung. 472 Hal.

Ghozali I. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hartoyo J dan Roliadi H. 1978. Pembuatan Briket Arang dari Lima Jenis Kayu Indonesia. Report No 103. Bogor.

Hidayah, Nurul, Iin Astarinugrahini, Lulu Maknunah, 2014. “Briket Cattapa†Alternatif Briket Bioarang Terbarukan Berbahan Buah Ketapang (Terminalia Cattapa) yang Ramah Lingkungan. Jurnal Pelita. 9 (1): 81-89.

Lakitan B. 1997. Dasar-Dasar Klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada Jakarta. P: 175.

Lubis HA. 2011. Uji Variasi Komposisi Bahan Pembuat Briket Kotoran Sapi dan Limbah Pertanian. Fakultas Pertanian. Sumatera Utara. USU.

Nasri, Rahma Suryaningsih, and Edi Kurniawan. 2017. Ekologi, Pemanfaatan dan Sosial Budaya Lontar (Borassus Flabellifer Linn.) Sebagai Flora Identitas Sulawesi Selatan†Buletin Eboni 14 (1): 35–46.

Noach YR dan HT Handayani. 2018. Model Peningkatan Produksi Susu dan Kinerja Produksi Anak Kambing Perah Peranakan Etawah (PE) Melalui Suplementasi Pakan Lokal dan Zn Biokompleks.

Nurrohim, Sari N. M., Radam R. 2018. “Uji Pembakaran Briket Arang dari Kulit Sabut Buah Nipah ( Nypa Fruticans) dan Arang Alaban (Vitex Pubescens Valh).†Jurnal Sylvia Scienteae 01 (1): 128–35.

Riseanggara, Rayadeyaka Raditya, and Fakultas Teknologi Pertanian. 2008. “Optimasi Kadar Perekat Pada Briket Limbah Biomassa.†Bogor: Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.

Sarjono, and Agus Hendriyanto. 2017. “Terhadap Karakteristik Pembakaran Briket.†Jurnal Rekayasa Proses 8 (1): 29–36.

Seran, JB. 1990. Bioarang untuk Memasak. Cet. Pertama. Liberty. Yogjakarta.

Setiawan, Budi, and Iman Syahrizal. 2018. “Unjuk Kerja Campuran Briket Arang Ampas Tebu dan Tempurung Kelapa.†Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin 7 (1): 57–64. https://doi.org/10.24127/trb.v7i1.677.

Sihombing DTH. 2000. Teknik Pengolahan Limbah Kegiatan/Bisnis Peternakan. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup. Lembaga Penelitian, Institut Pertanian Bogor.

Siti Jamilatun. 2012. “Sifat-Sifat Penyalaan Dan Pembakaran Briket Biomassa, Briket Batubara Dan Arang Kayu.â€Jurnal Rekayasa Proses. (2): 37–40. https://doi.org/10.22146/jrekpros.554

Subroto, Subroto. 2017. “Karakteristik Pembakaran Briket Campuran Arang Kayu dan Jerami.†Media Mesin: Majalah Teknik Mesin 8 (1). https://doi.org/10.23917/mesin.v8i1.3095.

Taufik Iskandar, and Hesti Poerwanto. 2015. “Identifikasi Nilai Kalor dan Waktu Nyala hasil Kombinasi Ukuran Partikel dan Kuat Tekan pada Bio-briket dari Bambuâ€. Jurnal Teknik Kimia, ISSN 1978-0419 9 (2): 33–37.

Triono, Agus. 2006. “Karakteristik Briket Arang Dari Campuran Serbuk Gergajian Kayu Afrika (.†Laporan Akhir Jurusan Kehutanan. Fakultas Kehutanan Insitut Pertanian Bogor, 71.

Woha UP. 2011. Pohon Lontar di Nusa Tenggara Timur. Dinas Perkebunan Nusa Tenggara Timur. Kupang.

Downloads

Published

2022-12-19

How to Cite

Hautias, J., Maranatha, G., & Noach, Y. R. (2022). Kualitas Bakar Briket Bioarang Campuran Arang Kotoran Kambing dan Mayang Lontar: Burn Quality of Biocharcoal Briquettes Mix Goat Dung and Lontar Male Fruit Charcoal. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 4(4), 2394–2401 . https://doi.org/10.57089/jplk.v4i4.1328

Issue

Section

Articles