Pengaruh Penggunaan Tepung Krokot (Portulaca Oleracea L.) dalam Ransum Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Protein dan Energi Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Grower – Finisher

Authors

  • Yohana Monita Saina Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang
  • Johanis Ly Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang
  • Tagu Dodu Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang
  • I Made Suaba Aryanta Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang

DOI:

https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.322

Keywords:

pig, Purslane, protein, energy, intake, digestibility

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung krokot (Portulaca oleracea L) dalam ransum basal terhadap konsumsi dan kecernaan protein dan energi ternak babi landrace fase grower-finisher. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi peranakan landrace, berumur 4–5 bulan dengan bobot badan awal 65–77kg dengan rataan 72,42kg (KV=25,47%).Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari: R0: 100% ransum basal tanpa tepung krokot (kontrol), R1: 95% ransum basal + 5% tepungkrokot, R2: 92,5% ransum basal + 7,5% tepungkrokot, R3: 90% ransum basal + 10% tepung krokot. Variabel yang diteliti adalah konsumsi dan kecernaan protein dan energi. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan tepung krokot dalam ransum basal berpengaruh nyata (P<0,05) dalam meningkatkan konsumsi dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi energi dan kecernaan protein dan kecernaan energy pada ternak babi fase grower-finisher. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa penggunaan tepung krokot 5% 7,5% dan 10% dalam ransum basal meningkatkan konsumsi protein namum memberikan hasil yang relatif sama terhadap konsumsi energi, kecernaan protein dan kecernaan energi ternak babi fase grower-finisher.

 

Kata kunci: Babi, krokot, protein, energi. konsumsi, kecernaan

 

The study aimed at evaluating the effect of including Purslane (Portulaca oleracea L) leves meal into basal diet on intake and digestibility of protein and energy in grower-finisher landrace pig. There were 12 grower-landrace pigs 4-5 months of age with 65-77 (average 72.42) kg and CV 23.4% initial body weight used in the study. Trial method using block design 4 treatments with 3 replicates procedures used in the study. The 4 diet formulas offered in the feeding trial.: R0: 100% basal diat without purlane leaves meal (control); R1: 95% basal diet + 5% Purslane leaves meal; R2: 92.5% basal diet + 75% purslane leaves meal; and R3: 90% basal diet + 10% Purslane leves meal. Variable studied were: intake and digestibility of protein and energy. Statistical analysis result shows that effect of including Puslane leaves meal into basal diet is not significnt (P>0.05) on either intake or digestibility of either protein or energy in the pig. The conlusiaon is that including Purslane leaves meal into basal diet performs the similar results in both intake and digesibility of both Protein and energy in grower-finisher landrace pig.

 

Key words: pig, Purslane, protein, energy, intake, digestibility

References

Anggorodi, R. 1990. Ilmu Mkanan Ternak Umum. Gramedia. Jakarta.

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Unggas. Kemajuan Mutakhir Universitas Indonesia.

Aritonang, D. 1993. Perncanaan dan Pengelolaan Usaha Babi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Arora, S. P. 1989. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gajah Mada University. Edisi Indonesia. Yogyakarta.

Campbell, J. R, and, J. F. Lasley, 1985. The Science of Animals that Serve Humanity. Ed. 3rd. Mc Graww-Hill Publication In the Agricultural Science.

Church, D. C. 1984. Factor Effecting Feed Consumption. In: D. C.

Church Livestock Feed and Feeding. Durhamad Downey Inc. London. Pp 136-139.

Gaspersz, V. 1991. Metode Perancangan Percobaan. CV. ARMICO. Bandung

Kardinan, A, 2007.Tanaman Pengusir dan Pembasmih Nyamuk Vol III. Jakarta: Agro Media Pustaka, pp: 22-23.

Kaligis F.S.J.F Umboh. Ch.J. Pontoh, C.A. Rahasia. 2016. Pengaruh subtitusi Dedak Halus Dengan Tepung Kulit Kopi Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Energi dan Protein pada Ternak Babi Fase Grower. Jurnal Zootek (“Zootekâ€) Vol.37 No.2:199-206.

FakultasPeternakan Uviversitas Sam Menado.

Mullik, M. L, Y. L. Henuk and T.O.D. Dato. 2015. Inklusi Tepung Krokot (Portulaca oleraceae L). Performans Ayam Broiler melalui Penggunaan Tepung Krokot (Manafeet al, 2017). Laporan Penelitian Program Studi Ilmu Peternakan Program Pasca SarjanaUniversitas Nusa Cendana Kupang.

Maulida, F .2010. Efek Ekstrak daun Krokot (Portulaca oleraceae L.) terhadap kadar Alanin Transaminase (ALT) Tikusputih (Rattus norvegicus) yang diberi minyak goring Deep frying. Skripsi. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret : Surakarta.

NRC. 1998. Nutrient Requirements of swine. Washington, D.C, National Academy Press

Parakkasi, A. 1994. IlmuGizi dan Makanan Ternak Monogastrik. Angkasa Bandung

Rahardjo, M. 2007. Krokot (Portulaca oleraceae L.) gulma berkhasiat obat mengandung Omega-3. Warta Penelitian dan Pengembangan. 1 : 1- 4.

Rashed A. N., F. U. Afifi, M. Shaedah. 2004. Investigation Of The Aktive Constituenst of Portulaca oleracea L. (Portulaceae) Growing In Jordan.Pakistan Journal of Pharmaceutical Sciences. 17 : 37 – 45

Tillman, A. D. Hartadi. H, S. Prawirakusumo, S. Reksohadiprojo, S. Lebdosukodjo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Fapet UGM. Yogyakarta.

Downloads

Published

2020-06-14

How to Cite

Saina, Y. M. ., Ly, J. ., Dodu, T. ., & Aryanta, I. M. S. . (2020). Pengaruh Penggunaan Tepung Krokot (Portulaca Oleracea L.) dalam Ransum Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Protein dan Energi Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Grower – Finisher. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(2), 812–818. https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.322

Issue

Section

Articles