Pengaruh Lama Waktu Hidrolisis Filtrat Abu Sekam Padi (FASP) pada Batang Pisang Terhadap Nilai Kecernaan Secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i1.347Keywords:
pisang, filtrat abu, sekam, kecernaan, fermentasi, in vitroAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu hidrolisis filtrat abu sekam padi (FASP) pada batang pisang terhadap nilai kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organic (KcBO), volatile fatty acid (VFA), konsentrasi NH3 dan pH secara in vitro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut adalah: P0 = Batang Pisang Tanpa hidrolisis FASP; P1 = Batang Pisang Hidrolisis FASP 1 minggu; P2 = Batang Pisang Hidrolisis FASP 2 Minggu; P3 = Batang Pisang Hidrolisis FASP 3 Minggu. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KcBK R0 (61,27 ± 0,442%), R1 (62,95 ± 1,52%), R2 (63,52 ± 1,182%), R3 (64,73 ± 0,75%), KcBO
R0 (57,44 ± 0,66%), R1 (58,56 ± 0,96%), R2 (60,50 ± 0,81%), R3 (59,56 ± 1,35%), VFA R0 (80,22 ± 11,17mM/L), R1 (118,51 ± 5,82mM/L), R2 (123,84 ± 2,59mM/L), R3 (127,46 ± 15,78mM/L), konsentrasi NH3 R0 (4,98 ± 0,58mM/L), R1 (6,55 ± 1,02mM/L), R2 (7,17 ± 0,70mM/L), R3 (7,09 ± 0,52mM/L), pH R0
(6,83 ± 0,06), R1 (6,80 ± 0), R2 (6,67 ± 0,15), R3 (6,57 ± 0,06). Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpangaruh nyata (P<0,05) terhadap KcBK, KcBO, VFA, NH3, pH. Disimpulkan bahwa lama waktu hidrolisis FASP pada batang pisang yang terbaik adalah 2 minggu oleh karena memberikan KcBK, KcBO, total VFA, konsentrasi NH3 tertinggi dan pH yang normal.
Kata kunci: pisang, filtrat abu, sekam, kecernaan, fermentasi, in vitro
The purpose of this study is to evaluate the effect of hydrolysis time duration of rice husk ash filtrate (RAHF) on banana stems on dry matter digestibility (DMD), organic matter digestibility (OMD), VFA, NH3 concentration and pH in vitro. The method used is experimental method using completely randomized design (CRD) 4 treatments with 3 replicates. The treatments applied were: P0 = Banana Stem without RAHF hydrolysis; P1 = Banana Stem Hydrolysed RAHF 1 week; P2 = Banana Stem Hydrolysed RAH 2 Weeks; P3 = Banana Stem Hydrolysed RAH 3 Weeks. The resulsts obtained were: DMD R0 (61.27 ± 0.442%); R1 (62.95 ± 1.52%); R2 (63.52 ± 1.182%), and R3 (64.73 ± 0.75%); OMD R0 (57.44 ± 0.66%), R1 (58.56 ±
0.96%), R2 (60.50 ± 0.81%), and R3 (59.56 ± 1.35%); VFA R0 (80.22 ± 11.17mM/L), R1 (118.51 ±
5.82mM/L), R2 (123.84 ± 2.59mM/L), and R3 (127.46 ± 15.78mM/L); NH3 concentration R0 (4.98 ±
0.58mM/L), R1 (6.55 ± 1.02mM/L), R2 (7.17 ± 0.70mM/L), and R3 (7.09 ± 0.52mM/L); pH R0 (6.83 ± 0.06),
R1 (6.80 ± 0), R2 (6.67 ± 0.15), and R3 (6.57 ± 0.06). The data obtained were analused using analysis of variance (ANOVA). Statistical analysis shows that the effect treatment is significant (P <0.05) on DMD, OMD, VFA, NH3, pH. The conclusion is that the best hydrolysis time of RAH is 2 weeks with the highest DMD, OMD, total VFA, and NH3 concentration and normal pH.
Keywords: banana stems, rice husk, digestibility, fermentation, in vitroReferences
Advena D. 2014. Fermentasi Batang Pisang Menggunakan Probiotik dan Lama Inkubasi Berbeda terhadap Perubahan Kandungan Bahan Kering, Protein Kasar, dan Serat Kasar. Jurnal. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa. Padang.
Anggorodi R. 1979. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT Gramedia. Jakarta
Arora SP. 1989. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Badan Pusat Statistik NTT. 2016. Nusa Tenggara Timur dalam angka, Kupang.
Dami Dato TO. 1998. Pengolahan rumput sorghum plumosumvar.Timorense kering dengan filtrat abu sekam padi (RAH) terhadap perubahan komponenserat dan kecernaannya secara in vitro. Thesis. Program Pascasarjana, Universitas Padjadjaran, Bandung.
Darmawan AL, Irawan A, Dhalika T, Tarmidi AR, Mansyur, Budiman A, Kamil KA and Hernaman I. 2014. The study on in vitro digestibility of soaked palm oil fiber by filtrated palm oil fruitbunch ash. Majalah Ilmiah Peternakan.Vol.17 No1.p1-3.
Dhalika T, Budiman A, Ayuningsih B dan Mansyur. 2011. Nilai nutrisi batang pisang dari produk bioproses (ensilage) sebagai ransum lengkap. Jurnal ilmu Ternak 11(1): 17-23.
General Laboratory Prosedure,1996. Department of Dairy Science, University Of Wisconsin.
Gunam IBW. 1997. Perlakuan kimiawi ampas tebu tanpa pencucian sebagai perlakuan pendahulan untuk hidrolisis enzimatis selulosanya. Thesis. Program Pascasarjana, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Gomez KA. dan Gomez AA. 1995. Prosedur statistik untuk penelitian pertanian. Edisi Kedua. Jakarta : UI – Press, hal :13 – 16.
Houston J. 1972. Rice Chemistry and Technology American Association of Cereal Chemistry.
Kamra DN. 2005. Rumen microbial ecosystem.Curr. Sci. 89: 124-135
Marten GC and Barnes RF. 1979. Prediction of energy digestibility of foragewith in vitro rumen fermentation and fungal enzyme systems. In: Standardization of Analitical Methodology for Feeds. Proc. of A Workshop Held in Ottawa, Canada. p. 61-78.
Munadjim 1983. Teknologi pengolahan pisang. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Ørskov ER. 2002. Protein nutrition in ruminant. Academic Press., New York
Pigden WJ and Heaney DP. 1978. Lignosellulose in ruminant nutrition.in: Could, R. G. (ed).Advances in Chemistry Series. American Chemical Society Publications,USA.
Pezo D and Fanola A. 1980. Chemical composition and in vitro digestibility of pseudostem and leaves of banana. Trop. Anim. Prod. 5:81-86.
Poyyamozhi VS and Kardival R. 1986. The nutritive of banana stalk as a feed for goats. Anim. Feed Sci. Tech. 15:95-100.
Santi RK, Fatmasari D, Widyawati SD dan Suprayogi WPS. 2012. Kualitas dan nilai kecernaan in vitro silase batang pisang (Musaparadisiaca) dengan penambahan beberapa akselerator. Tropical Animal Husbandry Vol. 1 (1) :15-23.
Sutardi T. 1980. Landasan ilmu nutrisi.Jilid I. Departemen ilmu makanan ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Syahrir 2009. Potensi daun murbei dalam meningkatkan nilai guna jerami padi sebagai pakan sapi potong. Disertasi. Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Taopan RAS. 2018. Kecernaan bahan kering, bahan organik, kadar VFAdan NH3 Secara in vitrosilase campuran batang pisang dan daun kelor (Moringa oleifera Lamk)denganrasio yang berbeda. Skripsi.Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Tilley DMA and Terry RA. 1963. A Two stage technique for in vitro digestion of forage crops. J. Br. Grass. Soc. 18: 104 – 111.
Umbu Losa M. 2018. Evaluasi parameter rumen secara in vitrobatang pisang hasil hidrolisis menggunakan filtrat abu sekam padi (RAH). Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana, Kupang.










