Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis Konsentrat dalam Pakan Berbasis Pollard Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ternak Babi Fase Grower
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v1i4.364Keywords:
pig, consentrate, intake, digestibility, DM, OMAbstract
Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Usaha Bersama (KUB) Moria Manutapen-Kecamatan Alak–Kota Kupang pada tanggal 26 Agustus sampai dengan 28 Oktober 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan berbasis pollard terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik ternak babi fase grower. Materi yang digunakan adalah 12 ekor ternak babi jantan kastrasi peranakan landrace berumur 3,5 bulan dengan berat badan awal 34,00-46,00 kg (rata-rata 41,08 kg; KV= 11,63%). Metode yang digunakan adalah metode percobaan dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan yakni P1 = (55% pollard + 35% jagung + 10% KGP709); P2 = (55% pollard + 35% jagung + 10% HG152); P3 = (55% pollard + 35% jagung + 10% KGB) dan P4 = (55% pollard + 35% jagung + 10% campuran ketiga konsentrat).Variabel yang diteliti adalah: konsumsi bahan kering (BK) dan bahan organik (BO)- dan kecernaan BK dan BO. Hasil analisis ragam menunjukkan penggunaan ketiga jenis konsentrat dan campuran ketiganya berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi BK dan kecernaan BK, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi BO dan kecernaan BO ternak babi fase grower. Disimpulkan bahwa penggunaan ketiga jenis konsentrat dan campuran ketiganya dalam pakan berbasis pollard memberikan hasil yang relatif sama terhadap konsumsi dan kecernaan BK, namun memberikan hasil yang berbeda terhadap konsumsi BO dan kecernaan BO. Penggunaan konsentrat 10% KGP709, HG152 dan campuran ketiganya memberikan hasil yang relatif sama dan lebih tinggi dari KGB, sehingga dapat disarankan untuk peternak agar memilih dan menggunakan salah satu konsentrat ataupun campuran 3 konsentrat dengan taraf 10% dalam campuran pakan untuk ternak babi.
Kata kunci: ternak babi, konsentrat, konsumsi, kecernaan, BK, BO.
The study was carried out in Moria Bussiness unit in Manutapen-Kecamatan Alak–Kota Kupang. The study aimed at evaluating the effect of including different concentrates int pollard-based feed on dry matter and organic matter intake and digestibility in grower pig. There were 12 landrace crossbred barrows 1.5-2 months old with 13.00 – 19.00 kg (CV = 11.09%) initial body weight used in the study. Trial method using complete block design 4 treatments with 3 replicates procedure was applied in the study. The 4 treatment feeds were formulated as: P1: pollard (55%) + corn meal (35%) + 10% concentrate KGP 709; P2: 55% pollard + 35% corn meal + 10% concentrate HG 152; P3: 55% pollard + 35% corn meal + 10% concentrate KGB; and P4: 55% pollard + 35% corn meal + 10% concentrate mixture (3.3% KGP 709 + 3.3% consentrat HG152 + 3.3% concentrate KGB 8.3%. Variable evaluated were: intake and digestibility of dry matter and organic matter. Statistical analysis shows that effect of including different concentrates into pollard-based feed is highly significant (P<0.01) on both either intake and digestibility of organic matter in grower pig. The conclusion is that including different concentrates into pollard-based feed performs the similar results in both intake and digestibility of dry matter but different in both intake and digestibility of organic matter. Using 10% KGP709, HG152 and their mixture are similar and higher than using KGB, and therfore, farmer can used on of the concentrate upto 10% in pig feed.
Key words: pig, consentrate, intake, digestibility, DM, OM.
References
Bana, T. 2017. Nilai Ekonomi Penggunan Pollard dalam Ransum Komersial Babi Peranakan Landrace Fase Pertumbuhan. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Budiman, A, I. Dan U.H. Tanwiria. 2005. Jurnal Ilmu Ternak. Vol. 5 (1): 55-63
Castillio, G.Y. 2018. Pengaruh Campuran Konsentrat Sierad Dengan Pakan Lokal Terhaadap Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pada Ternak Babi Faese Gtower.Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana , Kupang 2019.
Chee Weng, R. 2017. Dietary fat preference and effect on performance of pigglets at weaning . Asia- Australia J Anim Sci Vol. 30, No. 6:834-842 June 2017. http://doi.org/105713/ajas.16.049. Pissn 1011-2367 EiSSN 1976-5517.
Church, D.C. 1997. Digestible Physiologi and Nutrition of Perminants. Vol. 1. Digestible Physiologi . Edition. O and B. Oregon.
Darwis, A. A., T. Budasor, L., Hartato dan M. Alisyahbana, 1988. Studi potensi limbah lignosellulosa di Indonesia. PAU Bioteknologi IPB. Bogor.
Dewi SHC, Setiohadi J. 2010. Pemanfaatan Tepung Pupa ulat Sutera (Bombyx mori) untuk pakan babi jantan Jurnal agry Sains 1 (1) : 1-6.
Hartadi, H,S.Reksodiprodjo Dan A.D.Tillman.1997.Tabel komposisi bahan makanan Ternak untuk Indonesia. Gadjah Mada University Press,Yogyakarta.
Icwan, W.M. 2003. Membuat pakan ayam ras pedaging. PT. Anggromedia Pustaka Jakarta .
Johns.C, C,Cargil; 1. Patrick,M. Geong and J.Ly (2009). Shall holder commercial pig production NTT – Opportunities for better market integration. SADI-ACIAR SMAR/2007?195 Research
Kamal, M., 1994. Nutrisi Ternak I. Laboratorium Makanan Ternak. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak. Fakultas Peternakan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Ly, J., Sjofjan O., Djunaidi I .H., Suyadi. 2017. Effect off Supplementing Saccharomyces cerevisiae into Low Quality Local-Bassed Feeds on Performance and Nutrient Digestibility of Late Pigs. Journal of Agricultural Science and Technology A 7 (2017). 346-350. Doi: 10.17265/2161-6256/2017.05.006.
Mariska, V. Ango Mien Th. R. Lapian, Jeanette M.E. Soputan, Surtijono E. Siswosubroto. 2016. Tebal Lemak Punggung dan Luas Mata Rusuk Babi Grower yang diberi Gula Aren Dalam Air Minum . Jurnal Zootek Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi , Manado 95115
Modjo, E.F. 2018. Pengaruh Penggunaan Tepung Daging Buah Lontar (Borassus flabellifer) dalam Ransum Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Ternak Babi Fase Grower. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Nusa Cendana , Kupang 2018.
Parakkasi,A.1990. Ilmu Gizi dan makanan Ternak Monogastrik .Bandung:Angkasa Pomeranz,Y.,L.,H.Meyer,and R.Edward.1997.Wheat Chemistry
Sihombing, D.T.H., 1997. Ilmu Makanan Ternak Babi. Gadjah Mada University Press Yogyakarta
Siti, NI W, I.G.L.O. Cakra, K. A. Wiyana, A.T. Umiarti. 2009. Penggantian Sebagian Ransum Komersial dengan Polar dan Aditif Duck mix terhadap Komposisi Fisik Karkas Itik. Agripet : Vol (9) No. 2: 28-34
Steel, R.G.D.,J.H. Torie and D.A. Dickey., 1997. Principles and procedures of statistics : a biometrical approach 3 edition. Mc Graw-Hill. New York. Book.
Surbakti T. J. V ; Tafsin, dan A.H. Daulay. 2013. Kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum yang mengandung pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan fisik, kimia biologi dan kombinasinya pada domba. Fakultas Pertanian Universitas Nusa Sumatera utara, Medan. Jurnal Peternakan Integratif VOL. 3 No. 1 ; 62-70.
Suryana, I.K. A., Mastika, I. M. Dan Puger A.W.2014. Pengaruh tingkat ransum terhadap penampilan ayam kampung umur 22-33 minggu. Jurnal Peternakan Tropika. 2(2) : 287 -296.
Sutardi, T. 1995. Landasan Ilmu Nutrisi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Tillman, A.D, Hartadi. H,S, Prawirokusumo, S. Reksohadiprojo, S. Lebdokusodjo. 2005. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Tulung, C,J.F., Umboh, F.N., Sompie, Ch dan J. Ponto. 2015. Pengaruh Penggunaan Virgin COCONUT Oil (VCO) Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Energy dan Protein Ternak Babi Fase Grower. Jurnal Zootek (‘Zootek ’ Jurnal) Vol. 35 No. 2 :319 – 327. Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi, Manado
Usman Y, Sari EM, Fadilla N. 2013 Evaluasi Pertambahan Bobot Badan Babi jantan yang diberi imbangan antara Hijauan dan Konsentrat di Balai Pembibitan Ternak Unggul Indra Puri.










