Pengaruh substitusi jagung giling oleh tepung bonggol pisang hasil fermentas khamir Saccharomyeces cerevisiae terhadap konsumsi dan kecernaan BETN dan energi Kambing lokal betina
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i3.369Keywords:
fermentation, banana corm, concentrate, intake, digestibility, local eweAbstract
The study aimed at evaluating the effect of substituting corn meal with Saccharomyces cerevisiae fermented banana corm on intake and digestibility of energy and nitrogen free extract (NFE) in local ewe. There were 12 local ewes of 4-6 months old with 9-13 kg (average 10.5kg and CV 14.76%) initial body weight used in the trial. Completely randomized design 4 treatments with replicates procedure used in the trial. The 4 treatment offered were: P0: local grass+concentrate without fermented banana corm; P1 : local grass + concentrate containing 10% fermented banana corm; P2 : local grass + concentrate containing 20% fermented banana corm; and P3 : local grass + concentrate containing 10% fermented banana corm. Th average result of each variable was: NFE intake: P0 (216.97±.37); P1; (222.35±6.57). P2;(226.47±9.95); P3;(219.06±8.58); energy intake P0 (1.931±83.39); P1 (2.016±68.57); P2;(2.027±94.82); P3;(2.020±87.6); NFE digestibility: P0 (70.87±7.59); P1; (75.36±3.36); P2; (75.64±5.47%); P3; (74.54±4.83); and energy digestibility P0;(56.34±83.39); P1; (65.74±68.50); P2; (62.71±94.82); and P3; (62.62±87.60). Statistical analysis shows that the effect of treatment is not significant (P>0.05) on either intake or digestibility of NFE or energy. The conclusion is that feeding concentrate containing Saccharomyces cerevisiae fermented banana corm perform the similar results with the control result. Saccharomyces cerevisiae fermented banana corm can substitute corn meal in the concentrate feed.
Key words: fermentation, banana corm, concentrate, intake, digestibility, local ewe
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subsitusi jagung giling oleh tepung bonggol pisang hasil fermentasi Saccharomyeces cerevisiae terhadap konsumsi dan kecernaan bahan ekstra tanpa nitrogen (BETN) dan energi pada kambing lokal betina. Dalam penelitian ini ternak yang digunakan sebanyak 12 ekor pada kisaran umur 4-6 bulan dengan kisaran berat badan 9 -13 kg, rataan 10,5 kg dan koefisien variasi sebesar14,762%. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan dan masing masing perlakuan terdiri dari3 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah sebagai berikut;P0:Rumput lapangan+konsentrat tanpa tepung bonggol pisang terfermentasi; P1 : Rumput lapangan+ konsentrat mengandung 10% tepung bonggol pisang fermentasi; P2 : Rumput lapangan+ konsentrat mengandung 20% tepung bong gol pisang fermentasi; P3 : Rumput lapangan+ konsentrat mengadung 30% tepung bonggol pisang terfermentasi. Nilai rataan dari masing-masing variabel pada setiap perlakuan adalah konsumsi BETN P0; (216,97±,37), P1; (222,35±6,57), P2;(226,47±9,95), P3(219,06±8,58); Konsumsi Energi P0; (1.931±83,39)P1; (2.016±68,57); P2;(2.027±94,82); P3;(2.020±87,6). Sedangkan kecernaan BETN;P0; (70.87±7,59) P1; (75.36±3,36) P2; (75.64±5,47%); P3; (74.54±4,83) kecernaan energi P0;(56.34±83,39) P1; (65.74±68,50) ; P2; (62.71±94,82) P3; (62,62±87,60). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis ragam (Analysis of variance/ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi BETN dan Energi, juga terhadapKecernaan BETN dan Energi.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian konsentrat mengandung tepung bonggol pisang terfermentasi memberikan pengaruh yang sama dengan tanpa tepung bonggol pisang terfermentasi. Tepung bonggol pisang terfermentasi dapat digunakan sebagai pengganti jagung dalam campuran konsentrat.
Kata kunci : fermentasi, bonggol, konsentrat, konmsumsi, kecernaan, kambing lokal
References
Anggrodi, HR. 1994. Ilmu Nutrisi Makanan Ternak Umum. PT Gramedia Pustaka Umum. Jakarta.
Arora, SP. 1995. pencernaan mikroba pada Ruminansia. Murmawani R, penterjemah: Srigandono B, editor.Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.Terjemahan dari Microbial Digestion in Ruminants.
Bamualim, A., Wirdahayati R., Saleh A., 1990. Bali catle production form Timor island. Research Report BPTP NTT.
Beku R, Paga A Lapenangaa Th. 2014. KecernaanFraksiSerat Pada Kambing Kacang Jantan Yang Mengkonsumsi Rumput Kume (Shorgum plumosumvar.Timor rense) Kering Hasil Biokonversi. Jurnal Ilmu Ternak 1(11) : 58-63
Carvalo MC, Soeparno dan Ngadiyono N. 2010. Pertumbuhan dan produksi karkas sapi peranakan ongole dan simental peranakan Ongole jantan yang dipelihara secara feedlot. Buletin Peternakan Vol 34 (1):38-36.
Church, DC. and W. G. Pond. 1988. Basic Animal Nutrition and Feeding. 3rd Ed.John Wiley and Son, New York.
D’Mello, J. (2000). Anti Nutrition Factors and mycotoxins. In J. D’Mello Farm Animal Metabolism and Nutrition (hal. 383-403). Wallingford, UK;CAB International.
Dinas Pertanian dan Perkebunan. 2013. Jumlah Tanaman, Rata-rata Produksi dan Produksi Buah-Buahan. Nusa Tenggara Timur.
Duncan, JR. And K. W. Prasse, 1986. Effect of La solocid on Feedlot Performance, Energy Partitioning and Hormonal Status of Cattle.J.Anim Sci 53:417-423.
Engliyst KN, Liu S, Englyst HN. 2007. Nutritional characterization and measurement of dietary carbohydrates. Eur J Clin Nutr. 61 Suppl 1:1939
Guntoro, S. 2008. Membuat ransum ternak dari limbah Perkebunan. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Guntoro, S. 2002. Membudidayakan Sapi Bali. Penerbit Kanisius, Bogor.
Hartati, E. 1998. Suplementasi Minyak Lemuru dan Seng Kedalam Ransum Yang Mengandung Silase Pod Kakao dan Urea Untuk Memacu Pertumbuhan Sapi Holstein Jantan. Disertasi Program Sarjana IPB, Bogor.
Kamal, M 1997. Kontrol Kualitas Pakan Ternak. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Vol: 83
Kapitana NFG dan E Hartati. 2005. Budidaya sapi bali didaerah tropis Iklim Semi Kering. Fapet Undana.
Laelasari dan Purwadaria, T. 2004. Pengkajian nilai gizi hasil fermentasi mutan Aspergillus niger pada substrat bungkil kelapa dan bungkil inti sawit. Biodiversitas, 5(2): 48- 51.
Manu AE 2007. Suplementasi pakan lokal urea gula air multi nutrien blok untuk meningkatkan kinerja induk bunting dan menyusui serta menekan angka kematian anak kambing bligon yan digembalakan disabana TimorDisertasi. PPs-UGM, Yogyakarta.
Mudita, IM Dan AA. P. P. Wibawa. 2008.Evaluasi Kualitas dan Kecernaan Nutiren Secara Ivitro Ransum Sapi Komplit Berbasis Bahan Lokal Asal Limbah yangDifermentasi Cairan Rumen dan Enzim Optizym. Dosen Muda Fakultas Peternakan UniversitasUdayana, Denpasar.
Nugroho. DA. Pumomoadi dan E Ryanto. 2013. Pengaruh imbangan Protein. Kasar.Dan.Total. Digestible.Nutriens.Pada akan yang Berbeda Terhadap Pemanfaatan Energi Pakan Pada Domba Lokal. Program studi Produksi Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian,Universitas Dipanegoro Semarang.Jurnal Sains Peternakan Vol 11 (2). 63691 SSN 1693-8828.
NRC (National Research Council). 1998. Nutrient Requirements of Domestic Animals. Washington, NationalAcademy Press.
Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi Ternak dan Makanan Ternak Ruminant. UI, Jakarta.
Perry TW, Cullison AE and Lowrey RS. 2003 Feed and Feeding. 6nd Ed. Pearson Education,Inc. Upper Sadlleriver. New Jersey.
Ratnaningsih, A. 2000. Pengaruh Pemberian probiotik Saccharomyeses cerevisiae dan bioplus pada ransum ternak domba terhadap konsumsi bahan kering, kecernaan dan konversi ransum (in vivo). Skripsi Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran. Bandung.
Steel, R. G. D dan J. H. Torrie. 1993 Peinsip dan Prosedur Statistika. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Suprato Herry FM. Suhartati, Dan Titin Widyastuti. 2013. Digestibility of crude fiber ancrude fat complete feed jute waste with different protein sourceson postweaning etawa cross breed goat. Jurnal ilmiah peternakan Vol 1 (3):938-946.
Sumihati, M. Isroli dan Widyanto 2011 Utilitas Protein Pada Sapi Perah Freisian Holtein yang Mendapat Ransum Kulit Kopi Sebagai Sumber Serat yang Diolah dengan Teknologi Amoniase Fermentasi (Amover). Laporan Penelitian, Fakultas PeternakanUniversitas DiPonegoro Semarang. Vol 1(3):938-946
Tilman, ADS. Reksohadiprodjo, Soedomo, Prawirokusomo dan Soeharto Lebdosoekojo, 2005. Ilmu makanan dasar. Gajah Mada University Press.Yogyakarta.
Thaariq Syah Mohd hadid. 2017. Pengaruh pakan hijauan dan konsentrat terhadap daya cerna pada sapi aceh jantan. Genta Mulia vol 8 (2) : 78-89
Wiryawan, KG,. Parakkasi, A., Priyanto. R dan Nanda, IP., 2007. Evaluasi Pembangunan bungkil inti sawit terproteksi formaldehina terhadap performan ternak, efisiensi penggunaan nitrogen dan komposisi asam lemak tidak jenuh Domba PrianganJITV . VOL 12 (4): 249-2










