Pengaruh penambahan tepung daun Anting-Anting (Achalipha indica. L) dalam ransum basal terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan organik ternak babi peranakan landrace fase grower
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i2.376Keywords:
Acalypha, intake, digestibility, dry matter, organic matterAbstract
Penelitian ini dilakukan di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang menggunakan kandang babi milik Bapak I. Made Suaba Aryanta. Penelitian ini berlangsung selama 8 minggu, dibagi dalam 2 minggu masa penyesuaian dan 6 minggu pengambilan data. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambaan tepung daun anting-anting (Achalypha indica L) dalam ransum basal terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering, dan bahan organik pada ternak babi peranakan landrace fase grower. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor babi jantan kastrasi peranakan landrace fase grower umur 3-4 bulan, dengan berat badan awal 30-50 kg, rata-rata 37,92 kg dan koefisien variasi 13,66%. Rancangan yang digunkan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Ransum perlakuan yang dicobakan adalah R0 : Ransum basal tanpa tepung daun anting-anting (TDA), R1 : Ransum basal + 2% TDA, R2 Ransum basal + 4% TDA, R3 : Ransum basal + 6% TDA. Variabel yang diteliti adalah konsumsi bahan kering konsumsi bahan organik kecernaan bahan kering kecernaan bahan organik. Hasil sidik ragam menunjukan bahwa penambahan tepung daun anting-anting dalam ransum basal berpengaruh tidak nyata (P>0,05), terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah level penambahan tepung daun anting-anting 0%, 2%, 4% dan 6% dalam ransum memberikan perbedaan yang tidak nyata pada konsumsi dan kecernaan bahan keing dan bahan organik babi peranakan landrace fase grower (P>0,05).
Kata kunci: Antingan, bahan kering, bahan organik
The study was carried out in DesaBaumata Timur, KecamatanTaebenu, Kabupaten Kupang in I Made S. Aryanta’s pen for 8 weeks,divided into 2 weeks adaptation and 6 weeks for data collection. The study aimed at evaluating the effect of including Indian Acalypha(Acalypha indica. L) leaves meal into basal diet on intake and digestibility of dry matter and organic matter in grower landrace crossbred pig. There were 12 barrows 3-4 months of age with 30-50 average 37.92- kg with CV 13.66% initial body weight used in the feeding trial. Block design 4 treatments with 3 replicates procedures were applied in the trial.The 4 tretment diets offered were: R0 100 % basal diet without Acalypha leaves meal (TDM); R1: 98 % basal diet + 2 % TDM; R2 : 96 % diet + 4 % TDM;and R3 : 94 % basal diet + 6 % TDM. Variables studeid were: intake and digestibility of dry matter and organic matter. Statistical analysis shows that effect of including Acalypha leaves meal into basal diet is not significant a (P>0,05) on either intake or digestibility of either dry matter or organic matter in the pig. The conclusion is the level increment flour indian acalypha (Acalypha indica. L) 0%, 2%, 4% and 6% leavs meal into give contrast is not signicant on the digestibility of either dry matter or organic matter cross-bred pig landrace grower phase (p>0,05).
Keywords : Acalypha, intake, digestibility, dry matter, organic matter
References
Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit PT. Gramedia Pustaka utama. Jakarta.
Anggorodi, 1984. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia. Jakarta
Budiman, A, I. dan U.H. Tanuwiria. 2005. Jurnal Ilmu Ternak. Vol. 5 (1):55-63.
Dalimartha, S. 2003. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Trubus Agriwidya. Jakarta.
Duryatmo, S. 2000. Anting-anting Lawan Tanding Sakit Gula. Trubus 31 (373):51.
Fathul, F., S, Wajizah. 2010. Penambahan Mikromineral Mn dan Cu dalam Ransum terhadap Aktivitas Biofermentasi Rumen Domba Secara In Vitro. Jurnal.Jitv. 15(1) : 9-151.
Gaspersz, Vincent. 1991. Metode perancangan percobaan. Bandung :
—’—• 1995. Teknik Analisiss dalam Penelitian Percobaan. Bandung : Tarsito.
Halimah, N. 2010. Uji Fitokimia Uji Toksisitas Ekstrak Tanaman Anting-anting (Acalypha indica L). Terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach). Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Hermawan, H. 2002. Isolasi dan Pencirian Senyawa Aktif dari Tumbuhan Ating-anting (Acalypha indica L.) yang Berpotensi Menurunkan Kadar Glukosa Darah. Abstrak. IPB. Bogor
Jamilah, M. 2008. Penentuan Nilai LD50 Ekstrak Air Herbal Akar Kucing (Acalypha Indica Linn) dan pengaruhnya Terhadap Kadar Asam Urat dalam Darah Tikus Putih jantan yang Diinduksi Kalium Oksonat. Abstrak. Universitas Indonesia. Jakarta
Jaya, Kusnadi. (2015). Keperawatan Jiwa. Tanggerang Selatan: Binarupa Aksara Publisher
Kaligis, F.S., Umboh J, Pontoh, Rahasia A.2016. Pengaruh Substitusi Dedak Halus Dengan Tepung Kulit Buah Kopi Dalam Ransum Terhadap Kecernaan Energi Dan Protein Pada Ternak Babi Fase Grower Jurnal Zootek (‘zootek’ journal) 2(1) :25-32s
Lubis. D.A. 1963. Ilmu Makanan Ternak. PT. Pembangunan. Jakarta
--------------. 1992. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Pembangunan. jakarta
Marathe R.V. Umate.K.S.2018.Nutrac eutical evaluation of Acalypha indica L.-A potential wild edble plant.international journal of Green Pharmacy.july-Sep2018(Suppi)*12(3)s510.
Murni, R., Akmal., Y. Okrisandi. 2012. Pemanfaatan Kulit Buah Kakao yang Difermentasi dengan Kapang Phanerochaete Chrysosporium sebagai Pengganti Hijauan dalam ransum Ternak Kambing Jurnal.Agrinak.Vol. 02 No. 1.
Neil Salomon. 2003. How Xeronine is made in the body : / n Ijuice45 Freeyellow. com.
Noorsatiti, M. N, L.K., Nuswantara A., Subrata. 2012. Degradabilitas Bahan Kering, Bahan Organik Dan Serat Kasar Ransum Dengan Berbagai Level Bagasse Secara In Sacco. Animal Agricultural Journal. Vol. 1. No. 1.
NRC (National Research Countil). 1988. Nutrien Requirement Of Swine.10th ed : National academy Press. Washington,D.O.
Sihombing, D. T. H. 2006. Ilmu Ternak Babi. Gadjah Madah University Press : Yogyakarta .
Sudana, I.B. 1997. Desertasi Studi Pengaruh Komposisi Dan Frekwensi Pemberian Ransum Terhadap Kualitas Babi Guling. Desertasi IPB Bogor.
B Suwignyo, UA Wijaya, R Indriani, A Kurniawati, I Widiyono, S Sarmin. Jurnal Sain Veteriner 34(2), 210-219, 2016
Whittemore, C. 1993. The Science Of Pig Produktion. Logman Scientific And Technical. England.










