Pengaruh Suplementasi Pakan Konsentrat Mengandung Tepung Bonggol Pisang Terfermentasi dan Zn Biokompleks Terhadap Kecernaan BETN dan Energi pada Sapi Bali Dara ditingkat Peternak
DOI:
https://doi.org/10.57089/jplk.v2i1.399Keywords:
tongkol pisang, Zn Biokompleks, kecernaan, SapiAbstract
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen Tepung bonggol pisang terfermentasi dengan Zn Biokompleks terhadap kecernaan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan bahan energi pada sapi Bali dara. Ternak yang digunakan adalah sapi Bali betina yang berumur 1-1,5 tahun sebanyak 4 ekor dengan berat badan awal 78, 89 - 100kg (rerata 89kg). Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan emnggunakan Rancangan bujur sangkar latin (RBSL) 4x4. Keempat perlakuan yang dicobakan adalah: P0 = pakan pola peternak+konsentrat tanpa batang pisang dan+65mg Zn Biokompleks, P1 = pakan pola peternak+konsentrat mengandung 10% bonggol pisang+65mg Zn Biokompleks, P2 = Pakan pola peternak+konsentrat mengandung 20% bonggol pisang+65mgZn Biokompleks, P3 = Pakan pola peternakan+konsentrat mengandung 30% bonggol pisang+65mg Zn Biokompleks.. Variabel yang diteliti adalah Konsumsi BETN (g/e/h), Kecernaan BETN (%), Konsumsi Energi(kkal/e/h), Kecernaan Energi (%). Data dianalisis menggunakan Analisis of variance (ANOVA). Nilai rerata dari Konsumsi BETN (P0 = 1.737, 13 ± 355,85, P1 = 1.768, 25 ± 408,5, P2 = 1.781,20 ± 437,31,
P3 = 1.820,91 ± 478,88,) Kecernaan BETN (P0 = 75,01 ± 4,40, P1 = 76,32 ± 1.82, P2 = 77,03 ± 1.95, P3
= 78,78 ± 3.04) Konsumsi Energi (P0 = 15.687,89 ± 3306,59, P1 = 16.137, ±,08, P2 = 16.502,06 ± 4063,51,
P3 = 17.165,79 ± 4533,46, Kecernaan Energi (P0 = 68,46 ± 6.45, P1 = 69,73 ± 5.25, P2 = 72,62 ± 2.71, P3
= 74,64 ± 4.35). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan BETN dan energi ransum sapi Bali dara. Disimpulkan bahwa penambahan tepung bonggol pisang terfermentasi dalam pakan konsentrat mampu menggantikan jagung giling hingga level 15% dan dedak padi hingga level 40% sebagai bahan penyusun konsentrat bagi sapi Bali dara serta secara rataan mampu meningkatkan konsumsi dan kecernaan BETN dan energi ransum.
Kata kunci: tongkol pisang, Zn Biokompleks, Zn Biokompleks, kecernaan, Sapi
This study aims to evaluate the effect of supplementation of fermented banana corm with Zn Biocomplex on (nitrogen free extract (NFE) and energy digestibility in Bali heifers. There were 4 1-1.5 year heifers with
- 89 - 100 (average 89) kg initial body weight used in the study. Trial method using 4x4 Latin square (LSD) procedure was applied. The 4 trial treatments were: P0 = on farm feeds + concentrate without fermented banana corm + 65 mg Zn Biocomplex; P1 = feed pattern breeder + concentrate containing 10% fermented banana corm + 65 mg Zn Biocomplex, P2 = on farm feeds + concentrate containing 20% fermented banana corm + 65 mgZn Biocomplex; and P3 = on farm feeds + concentrate containing 30% fermented banana corm + 65 mg Zn Biocomplex. The variables studied were: NFE intake, energy intake, NFE digestibility and energy digestibility. Average value of NFE intake: (P0 = 1.737. 13 ± 355.85; P1 = 1.768. 25 ± 5; P2 = 1.781.20 ± 437.31; and P3 = 1.820.91 ± 478.88.); NFE digestibility: (P0 = 75.01 ± 4.40; P1 = 76.32 ± 1.82; P2 = 77.03 ± 1.95; and P3 = 78.78 ± 3.04) energy intake: (P0 = 15.687.89 ± 3306.59; P1 = 16.137. ±.08; P2 = 16.502.06 ± 4063.51; and P3 = 17.165.79 ± 4533.46. energy digestibility: (P0 = 68.46 ± 6.45; P1 = 69.73 ± 5.25; P2 = 72.62 ± 2.71; and P3 = 74.64 ± 4.35). Statistical analysis result shows that the effect of treatment is not significant (P > 0.05) on either intake or digestibility of NFE or energy of the heifer. The conclusion is that supplementing concentrate containing fermented banana corm can substitute up to 15% corn meal, 40% rice bran, and increase intake and digestibility of NFE of heifer.
Keywords: Key words: banana corm, Zn Biokomplex, intake, digestibility, heifer
References
Arora SP. 1995a. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Carvalho CGA, Lopes CO, Leal CA, Cardoso PG, Leite RC and Figueiredo HC. 2010. Detection Of Type III Secretion tem Genes In Aeromonas Hydrophila Their Relationship With.
Fattah S, Sobang YUL, Samba FD, Hartati E, Kapa MMJ, Henuk YL. 2018. The effect of feeding bull bali cattle kept in extensive husbandy system with concentrates containedgliricidia seipiumleaf meal and banana starch tuber mean on their feed consumption anddried orgaic matter digestability. IOP Conf. Series; Earth and Environtmental science 122:1-6
Guntoru S, Sriyanto N, Suyasa dan MR Yasa. 2008. Pengaruh Pemberian Limbah Kakao Olahan Terhadap Pertumbuhan Sapi Bali (Feeding of Processed Kakao By Product To Growing Bali Cattle). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Ngurahrai, Denpasar.
Jelantik IGN, R Copland dan ML Mullik. 2009. Cara praktis menurunkan angka kematian dan meningkatkan pertumbuhan pedet sapi timor melalui pemberian pakan suplemen. Undana Press. Kupang.
Laelasari dan Purwadaria T. 2004. Pengkajian nilai gizi hasil fermentasi mutn aspergillus niger pada substrat bungkil kelapa dan bungkil inti sawit. Biodiversitas, 5 (2):48-51.
Little DA. Kampiang, S Peterham RJ. 1989. Mineral Compisition Of Indonesia Ruminant Forages. Trop Agric. 66:33-37.
Nugroho DA Purnomoadi and E Rianto. 2013. Pengaruh imbangan protein dan total digestible nutrient pada pakan yang berbeda terhadap pemenfaatan energy pakan pada domba local. Sains peternakan. 11. 1.
Raya A. 2018. Pemgaruh pemberian pakan konsentrat mengandung silase batang terhadap konsumsi kecernaan BETN dn Energi sapi Bali darah. Skripsi. fapet undana. Kupang.
Sembiring S. 2017. Analisis kandungan nutrien produk fermentasi bonggol pisang kepok menggunakan khamir sebagai bahan pakan ternak. Prosiding Seminar Nasional Peternakan III. ISBN: 978-602-6906-29-8602. Kupang.
Suprapto HF, M Suhartati, dan T Widiyastuti. 2013. Kecernaan serat kasar dan lemak kasar complete feed limbah rami dengan sumber protein berbeda pada kambing peranakan etawa lepas sapih. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1(3): 938-946 . Jakarta.
Tillman AD, H Hartadi, S Reksohadiprodjo, S Prawirokusumo, dan S Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada Univesity Press, Yogyakarta.
Zain M. 1999. Pengaruh taraf bungkil biji kapok dalam ransum kambing perah laktasi Terhadap kecernaan dan karakteristik kondisi rumen. Jurnal Peternakan dan Lingkungan










